Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-83



Hidup selalu mengalir seperti air, namun kehidupan kadang tak sesuai dengan apa yang kita ingin, terkadang semuanya berubah karena sesuatu yang harus kita tinggalkan secara paksa. Rayyan pulang ke apartemen nya dengan pakaian yang masih basah,hari ini sungguh sangat melelahkan. Rayyan memasuki kamarnya dan membersihkan dirinya, selesai dengan acara mandinya dan memakai piyama tidurnya, dia pun membaringkan tubuhnya dia atas ranjang.


Rayyan menatap langit-langit kamarnya, masih memikirkan keadaan Zia yang berubah drastis setelah kepergian nya beberapa tahun lalu, ada rasa sesal di hati Rayyan karena meninggalkan Zia tanpa kabar, itu dia lakukan karena terpaksa keadaan yang memaksa melakukan semuanya.Rayyan belum menemui sang ayah, karena dirinya lebih dulu menemui teman-temannya untuk menjelaskan segalanya agar tak salah paham. Dan dia berencana menemui ayahnya besok.


"Zia gue minta maaf sama lo, gue gak ada niat buat pergi, gue terpaksa lakuin itu, tapi lo tenang aja gue bakal jelasin sama lo, dan gue janji gak akan pergi lagi." bisiknya pada diri sendiri, dia meyakinkan hatinya untuk tak meninggalkan Zia lagi.


Flashback On


"Ayahh..... Rayyan tak bisa pergi, kanapa ayah malah mengirim ku kuliah di luar negeri, aku belum lulus ayah dan besok adalah pengumuman kelulusannya, aku tak bisa pergi ayah."sergah Rayyan karena ayahnya menyuruh melanjutkan kuliahnya di luar negeri.


"Tidak.... keputusan ayah sudah bulat, ayah akan tetap mengirimmu kesana."tegas Raka.


" Apa alasannya?jelaskan padaku."tanya Rayyan dan menatap serius sang ayah.


"Ayah tak bisa menjelaskannya, suatu saat nanti kau pasti akan tahu alasannya." jelas Raka, dia tak memberitahukan alasannya, mendengar jawaban sang ayah membuat Rayyan jengah.


"Oh ayolah ayah, aku tak akan pergi jika kau tak memberitahukan alasannya. " kesal Rayyan, setiap kali ayahnya memaksa Rayyan,pasti Raka tak pernah memberitahukan alasannya.


"Sudah kau tak usah membantah, besok kau akan berangkat dan Putra yang akan membawanu kesana." Tekan Raka, dia pun pergi meninggalkan Rayyan. Rayyan memandang tak suka pada Raka, itulah sifat yang tak Rayyan suka dari ayahnya yang selalu melakukan sesuai kehendaknya dan tanpa persetujuan darinya.


Rayyan pun hanya pasrah, dia sudah tak bisa membantah kemauan sang ayah, dia pun berjalan ke kamarnya karena berdebat dengan Raka tak akan ada gunanya, karena apapun yang sudah dia titahkan tak akan bisa di bantah. Rayyan menuju balkon dan menatap langit yang bertaburan bintang dengan sangat indah.


"Bagaimana ini Tuhan.... aku tak mau pergi, aku hanya ingin di sini, dan berbahagia menjalani hidupku tanpa paksaan." bisik Rayyan berharap dia akan hidup bebas tanpa paksaan ataupun tekanan karena harus selalu mengikuti kemauan sang ayah. Sedari dulu Rayyan memang selalu mengikuti kemauan sang ayah, semenjak ibunya meninggal ayahnya lah yang merawatnya dengan sepenuh hati.


"Ibu.... aku sangat merindukanmu, bagaimana kabarmu? semoga kau di sana selalu bahagia." ucapnya yang melihat bintang yang lebih terang dari yang lainnya, jika dia merindukan ibunya Rayyan selalu melihat bintang dan dia yakin jika salah satu dari banyaknya bintang adalah ibunya.


"Maafkan aku teman-teman, aku tak bisa bertemu kalian lagi, tapi semoga saja suatu saat kita akan bertemu."


"Dan untuk yang ku simpan namanya dalam hati, semoga kau setia padaku, meski aku pergi tanpa kabar... maaf, tapi aku janji akan kembali padamu, karena cintaku hanya untukmu Zi..... dan aku berharap suatu saat nanti bisa bersamamu." Rayyan tak bisa pergi karena dia sangat menyanyangi teman-temannya, apalagi harus meninggalkan orang yang dia cintai. Tapi Rayyan berharap suatu saat ketika dia kembali Zia masih setia padanya, dan mau mendengarkan alasan kenapa dia pergi.


Setelah puas memandangi keindahan malam, Rayyan pun masuk dan membaringkan tubuhnya di ranjang, dia sudah mengantuk, dan benar saja beberpa menit kemudian mata indahnya sudah terpejam dan tidur dengan damai mengarungi samudera mimpi indahnya, untuk melupakan sebentar kepenatan dalam hidupnya.


Keesokan harinya Rayyan sudah bersiap untuk pergi keluar negeri, Putra sudah mempersiapkan semuanya. Meraka akan berangkat menuju bandara.


"Hati-hati di jalan, ayah akan selalu mendoakanmu." ucapnya.


"Iya ayah, kalau begitu Rayyan berangkat." Rayyan menyalami tangan ayahnya dan pergi masuk ke mobil.


"Baik tuan, anda tenang saja saya sudah pastikan jika mereka tak akan bisa melacak keberadaan tuan muda." jelas Putra.


"Kalau begitu saya pamit tuan. " Putra pun membungkukan badan dan beranjak pergi menyusul Rayyan ke mobil.


Mereka pun sampai di bandara, dan terbang ke luar negeri dia mana Rayyan akan melanjutkan pendidikannya di sana, tapi tatap saja hati dan pikiran Rayyan bertanya-tanya untuk apa sang ayah mengirim dia jauh dari kota kelahiran, Rayyan sangat yakin jika sedang terjadi sesuatu. Rayyan terus melamun memikirkannya. Putra yang melihat tuan mudanya terus melamun sejak tadi dia menebak jika Rayyan masih memikirkan ayahnya untuk mengirimnya pergi jauh.


"Tuan anda baik-baik saja?."tanya Putra sambil menepuk pundak Rayyan.


"Ehh.... aku oke." singkat Rayyan, dia pun kembali fokus pada handphone nya.


"Aku tahu apa yang kau fikirkan tuan, tapi percayalah tuan besar hanya ingin kau aman, suatu saat anda pasti akan mengerti. " batin Putra melihat tuan mudanya, berharap dia tak membenci ayahnya karena selalu memaksakan kehendaknya, namun di balik semua itu adalah untuk kebaikan Rayyan.


Putra adalah orang kepercayaan keluarga Alexandra, umurnya sekitar dua puluh tujuh tahunan dia sudah bekerja cukup lama disana, karena Raka pernah menyelamatkan dirinya dari bahaya, hingga Raka menyekolahkan dan mendidik dia dengan baik hingga Putra tumbuh menjadi lelaki yang tangguh dan kuat, dia pun berjanji akan mengabdi kepada keluarga Alexandra. Putra adalah anak yang sangat jenius sehingga apapun pekerjaan yang di beri Raka kan selesai dengan sangat sempurna.


Beberapa jam mereka melakukan perjalanan, sampailah mereka di tempat tujuan. Putra sudah menyiapkan segalanya seperti rumah dan juga universitas di mana Rayyan akan kuliah. Sesampainya di rumah yang akan Rayyan dan Putra tempati mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah yang cukup besar dan sudah lengkap dengan penjaga dan pelayan.


"Tuan anda akan tinggal di sini,dan untuk masalah kuliah tuan besar sudah mengurus pendaftarannya, jadi tuan tak usah memikirkannya." jelas Putra.


"Iya gue ngerti." ucap Rayyan datar, tanpa berkata apapun pada Putra Rayyan pun pergi ke lantai atas dan mencari kamar yang nyaman untuk dia tempati. Rumah itu cukup mewah berlantai dua dengan desain klasik ala rumah eropa, di dalamnya terdapat perpustakaan, rumah kaca dan kolam ikan yang berada di dalam, jadi rumah itu terlihat sangat asri dan menenangkan.


Rayyan sudah menemukan kamar yang sangat dia suka, para pelayan pun menata semua pakaian dan barang-barang miliknya, setelah kepergian pelayan Rayyan segera menuju kamar mandi untuk menyegarkan badan serat pikirannya. Selesai dia mandi dan mengganti pakaian dia membaringkan tubuhnya menunggu makan malam.


"Kehidupan baru lagi.... aku bosan dengan semua ini ayah, tapi mau bagaimana lagi aku sudah pasrah. Zia dan kalian semua maafkan lah aku." lirihnya,Rayyan sudah pasrahkan semuanya pada yang kuasa.


Flashback Off


Tiba-tiba saja pikirannya mengingat semua kejadian empat tahun silam, sungguh Rayyan tak bisa melawan kehendak ayahnya,mengingat semua itu membuat Rayyan sedikit membenci sang ayah, pasalnya dia selalu hidup dalam desakan serta paksaan.


"Ayah sekarang Rayyan sudah besar, tak akan aku biarkan kau selalu mengatur hidupku, karena aku yang menjalaninya, dan jika ayah masih belum berubah dan masih saja bersikap sekehendamu, maka jangan salahkan putramu ini jika melawanmu." Tekad Rayyan, dia sudah tak mau hidup dalam kekangan dan juga paksaan, toh yang menjalaninya adalah dirinya bukan orang lain, apalagi Rayyan sekarang sudah dewasa dia bebas menentukan jalan hidupnya.


Kantuk sudah menjalar di pelupuk matanya hingga tanpa terasa matanya sudah terpejam dengan damai menyusuri mimpi panjangnya.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธJangan Lupa kakak like dan commentnya, maaf jika karyaku kurang menarik perhatian para pembaca, karena saya masih dalam tahap belajar.....mohon bantuannya.๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿ™๐Ÿ™