Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-48



*di rumah Zia dan Zayn


"Kak gue mau ke mall, lo mau ikut gak?." tanya Zia dan berniat mengajak Zayn karena dia bosan karena terus memikirkan rencana balas dendam.


"Boleh tuh, gue juga bosen karena akhir akhir ini kita tuh terus mikirin rencana balas dendam mulu, sekali kali lah jalan jalan buat ngademin pikiran." ucap Zayn menyetujui ajakan Zia dan segera bersiap.


Mereka berdua pergi bersama dalam satu mobil. Di dalam perjalanan menuju Mall sesekali mereka bercanda dan mengobrol agar suasana tak hening, kini sifat Zia menjadi lebih ceria dan sekarang lebih banyak bercanda. Zayn memulai pembicaraan nya.


"Zi gimana hubungan lo sama Rayyan, gue liat kalian gak lagi akur?." tanya Zayn karena akhir akhir ini Rayyan dan Zia seperti sedang marahan.


"iya tapi itu cuma salah paham aja, tapi lo tenang aja kak gue udah baikan kok sama Rayyan." jelas Zia karena dia memang sudah berbaikkan dengan Rayyan.


"Oh syukur kalau begitu, emang nya masalah apa sih dek?." tanya Zayn penasaran.


Belum Zia menjawab, mereka semua sudah sampai di tempat tujuan mereka. Lalu Zayn melajukan mobilnya ke tempat parkiran.


"Nanti aja kak udah sampe, gue nanti ceritain semua." Kata Zia menyudahi pembicaraan.


"Eh iya.... Ya udah nanti di lanjut, gue bakal denger semua cerita lo." ucap Zayn sambil mengacak rambut Zia, dan membuat sang empunya kesal.


"Ih, gak usah ngacak rambut napa, kan jadi berantakan." gerutu Zia kesal karena Zayn mengacak rambutnya.


"Iya maaf, abisnya gemes liat adek gue." ucap Zayn karena merasa gemas melihat Zia yang kesal.


Zia tak menghiraukan Zayn dan langsung turun dari mobil, di susul Zayn yang keluar dari mobil. Mereka sama sama masuk ke dalam mall. Sudah lama mereka jarang berjalan jalan bersama,karena banyak yang harus Zia dan Zayn kerjaan.


Pertama mereka akan belanja pakaian model terbaru, Zia dan Zayn pergi ke toko pakaian dan mulai memilih pakaian sesuai selera mereka.


...----------------...


Sementara di tempat lain terlihat sepasang suami istri, ya mereka adalah Dimas dan Fitri, mereka juga baru saja sampai di mall, Dimas dan Fitri pergi ke mall yang sama dengan Zia dan Zayn, ternyata tanpa di sengaja.


"Ayo Mah kita sudah sampai,jangn ngelamun terus."" Ujar Dimas karena melihat Fitri melamun.


"Eh iya Pah, ayo turun." ucap Fitri dan langsung turun dari mobil.


Dimas hanya melihat Fitri prihatin dia terus saja melamun, Dimas khawatir akan kesehatan Fitri jika terus seperti ini. Dia pun turun dan menyusul Fitri, mereka berjalan beriringan dan memasuki mall yang cukup ramai.


...----------------...


Zia dan Zayn masih sibuk dengan kegiatan belanja mereka. Dan setelah lama memilih apa yang di butuhkan,mereka akhirnya selesai dan membayar semuanya ke kasir. namun sebelum pulang Zia dan Zayn akan makan sing terlebih dahulu, mereka sidang lapar karena seharian berbelanja.


"Dek kita makan dulu yuk gue laper nih." keluh Zayn karena perutnya sudah lapar.


"Iya gue juga laper nih kak, tapi gue mau naro memanjakan gue dulu ke mobil, lo mau titip gak?." Zia ingin ke mobil terlebih dahulu menyimpan belanjaannya, dia juga berinisiatif menawarkan kepada Zayn.


"Ya gue titip, adain gue emang perhatian banget sih, tambah sayang nih gue,dan ini kunci mobilnya, kalau begitu gue cari tempat makan dulu nanti gue chat lo kasih tau makan di mananya." puji Zayn karena Zia sangat perhatian.


"Ya udah sini barang lo, gue ke mobil dulu, sana lo cari tempat makan yang enak." ucap Zia dan langsung mengambil belanjaan di tangan Zayn. Dan berlalu pergi ke parkiran.


"Maksih banyak." teriak Zayn berterimakasih dan langsung mencari tempat makan.


Di perjalanan Zayn mencari tempat makan di mall dia tak sengaja menabrak seseorang paruh baya, Zayn tak melihatnya.


Dukk....


"Aduhh." rintih seseorang yang di tabrak Zayn karena dia terjatuh, dan sedang di tolong oleh seorang laki-laki.


Zayn menoleh dan segera berlari untuk membantu mereka berdua, ya mereka adalah Dimas dan Fitri, Zayn yak sengaja menabrak Fitri hingga terjatuh dan Dimas sedang membantunya berdiri.


"Maaf.... maafkan saya, saya sungguh tak sengaja nyonya." ucap Zayn dan membatu Fitri berdiri.


Zayn yang sedang menagih Fitri tak sengaja melihat wajahnya, Zayn kaget karena itu adalah Omanya.


"Oma!!!!....." ucap Zayn nadanya sedikit berteriak karena terkejut.


Fitri yang di panggil seperti itu pun langsung menoleh begitu juga dengan Dimas, karena mereka heran kenapa pemuda itu memanggil Fitri Omar, padahal mereka baru bertemu.


"Maaf anda siapa?, kenapa memanggil saya dengan sebutan Oma?." ucap Fitri heran karena mereka baru bertemu.


"Oma dan Opa lupa sama aku, aku cucu oma dan Opa Zayn anak dari bunda Rahil." jelas Zayn untuk mengingatkan Fitri dan Dimas.


"Apa?!!! Zayn kau benar Zayn nak putra Rahil." Fitri terkejut setelah mendengar penjelasan Zayn, begitu juga dengan Dimas.


"Kau benar Zayn." ucap Dimas tak percaya.


"Iya Oma, Opa ini aku Zayn." ucapnya meyakinkan. Matanya sudah berkaca kaca. Dan tak terasa air mata nya mengalir deras, karena dia sangat merindukan sosok nenek dan kakek.


Tanpa aba aba Fitri langsung memeluk Zayn dengan erat dan menangis haru karena telah bertemu dengan cucunya.


Hiks.... hiks... hikss....


"Oma kenapa menangis?." ucap Zayn karena mendengar Fitri menangis di pelukannya. Zayn juga menangis namun suara nya tak terdengar


Namun Fitri tak menjawab dia masih ingin memeluk Zayn, karena dia sangat merindukan cucunya.


"Oma mu sangat rindu pada mu Zayn, Opa juga merindukan mu." jelas Dimas karena Fitri tak menjawab Zayn.


"iya sayang Oma sangat rindu padamu, jangan pergi jauh dari Oma dan Opa lagi ya, kami tak mau kehilangan mu." ucap Fitri dan melepas pelukannya dan mengecup kening Zayn, karena kerinduannya sudah terobati.Matanya basah akibat menagis.


"Oma tak perlu khawatir aku tak akan pergi, aku akan selalu bersama kalian." ucap Zayn agar Omanya tak menghawatirkan nya. Dan mengusap air mata Fitri dengan kedua tangannya.


Setelah itu Zayn berlalu memeluk Dimas, Dimas juga sangat merindukan cucunya. Namun Fitri terlihat mencari sesuatu. Zayn yang melihat itu menjadi heran.


"Oma kau mencari apa?." ucap Zayn yang melihat Fitri seperti mencari sesuatu. Dan melepas pelukan pada Dimas.


"Di mana adikmu?, aku juga sangat merindukan Zia di mana dia?. " bingung Fitri karena sedari tadi tak melihat Zia.


"Iya Zayn dimana adikmu?.Apa kau datang ke sini sendiri?."Tambah Dimas dia juga tak melihat Zia.


"aku datang bersama Zia Opa, dia sedang ke mobil untuk menyimpan belanjaan, dan aku tadinya mau mencari tempat makan kami berdua akn makan siang." jelas Zayn.


"Oh jadi kamu kesini bersama Zia, akhirnya kita bisa berkumpul lagi, Oma sangat rindu kebersamaan kita." Fitri sangat bahagia karena bisa berkumpul lagi seperti dulu.


"Iya Oma, Opa, kami pun sangat merindukan kalian." rindu Zayn karena selama emapat tahun ini mereka hidup tanpa kasih sayang dari siapapun.


"Maafkan Opa Zayn karena kami waktu itu mendadak harus pindah keluar negeri jadi kami tak sempat mengajak kalian." Sesal Dimas karena meninggalkan Zia dan Zayn.


"Sudah lah Opa, kalian tak perlu minta maaf, sekarang yang terpenting kita sudah berkumpul lagi, bagaimana kalau kita makan bersama aku ingin sekali makan bersama Opa dan Oma,dan sambil menunggu Zia datang." ajak Zayn.


"Baiklah ayo Oma mau sekali, Oma dan Opa sangat ingin makan bersama kalian."semangat Fitri karena sudah lama tak makan bersama cucunya.


Mereka akhirnya mencari tempat makan untuk makan bersama dan sambil menunggu kedatangan Zia.


Namun di sisi lain ada yang melihat kebahagiaan mereka, ternyata Tiara dan Fika,mereka juga sedang berada di mall dan mereka tak sengaja melihat Dimas dan Fitri, dan melihat anak laki-laki yang Tiara tak mengenalinya.


" Sayang lihat, bukannya mereka adalah Dimas dan Fitri?, mereka sedang bersama siapa?."tunjuk Tiara dan Fika pun melihat ke arah yang di tunjuk Mamanya itu.


"Hah bukannya itu Zayn, mereka sudah bertemu.Kalau begini pasti Zia dan Zayn akan menceritakan semuanya. " batin Fika setelah melihat Zayn yang sudah bertemu dengan kakek neneknya.


"Itu adalah Zayn Mah, dia yang kita usir dari rumah dulu." jelas Fika dan membuat Tiara terperanjat.


"Apa?!!... Maksudmu anak dari Rahil itu." kaget Tiara.


"Iya Mah, dia dulu sekolah bareng sama aku, dan Mamh tahu mereka berdua yang selalu membuat aku di permalukan di sekolah dan mereka juga yang membuat akau k


di keluarkan dari sekolah." jelas Fika karena memang dia sudah sama gt mengenali bahwa dia adalah Zia dana Zayn saudara seayahnya.


"Kau sudah tahu tentang ini kenapa baru memberitahu Mamah." kesal Tiara karena anaknya tak memberitahu kan kalau Zia dan Zayn masih berada di sini.


"Maaf Mah, karena aku kesal dengan mereka jadi aku tak sempat bilang sama Mamah." Fika sedikit kesal.


"ya sudah sekarang kita harus berhati-hati dengan mereka berdua, kita harus rencanakan sesuatu agar mereka tak kembali ke keluarga ayahmu." Tiara memulai rencana liciknya agar Zia dan Zayn tak bisa kembali ke rumah Hiashi.


"Iya Mah aku juga gak mau kalau kedua hama itu kembali, kita harus segera menyingkirkan mereka secepatnya." ucap Fika menyetujui apa yang sinkatakan Mamahnya


"Kalau begitu ayo kita pergi jangan sampai mereka melihat kita. " ucapan Tiara dan menarik tangan Fika dan pergi meninggalkan mall itu, dan akan segera merencanakan siasat kicik mereka.