
Zia dan Zayn sudah berhasil mengambil kembali rumah mereka dari Hiashi dan juga Tiara, namun Zia dan Zayn lebih memilih tinggal di villa mereka.Merka masih tak sudi apalagi perlakuan ayahnya dulu yang selalu menyebut Zia anak pembawa sial.
Kini tinggal satu masalah lagi yaitu Tiara dan Fika, Zia dan Zayn sudah menangkap Tiara dan sekarang dia sudah berada di markas Pair Dragon Blood. Dan kini tinggal Fika.
...----------------...
Ternyata benar dugaan Ilham Fika kembali ke gudang tempat Zia di sekap, Ilham langsung menyuruh para mafioso yang kemarin menangkap Zia untuk kembali ke sana dan harus menjalankan sandiwara mereka, karena Ilham akan membantu Zia dan Zayn menangkap Fika.
"Sekarang kalian ke gudang itu lagi, tangkap Fika jika dia melawan bawa paksa dan jika dia masih tak mau, pakai saja kekerasan." titahnya dan para mafioso itupun pergi menjalankan tugas mereka.
Setelah kepergian para mafiosonya, Fahmi tiba-tiba datang dengan sedikit tergesa-gesa, dan nafasnya masih ngos-ngosan akibat dia berlari, karena ada hal penting yang harus dia beri tahukan. Ilham masih tak mengerti kenapa Fahmi datang dengan terburu-buru.
"Tuan.... tuan.... hosh... hosh.... " panggil Fahmi dengan nafas yang masih memburu.
"Tenang Fahmi atur dulu nafasmu. Ada apa? kenapa kau sangat terburu-buru?." Tanyanya dan menyuruh Fahmi untuk istirahat sebentar.
Fahmi beristirahat sebentar dan duduk sembari mengatur nafasnya dan Ilham memberikan minum, karena Fahmi sangat lah kelelahan.
"Minumlah Fahmi." Ilham menyodorkan minum. Fahmi pun menerima dan langsung menenggak sampai tuntas.
"Terima kasih tuan. Saya akan memberikan informasi mengenai nona Zia dan tuan muda Zayn." Ucapnya dengan serius. Ilham yang mendengar bahwa itu informasi mengenai Zia dan Zayn pun langsung menatap Fahmi.
"Apa informasi nya?." tanya nya langsung karena sudah tak sabar mendengar.
"Mereka berdua adalah mafia tuan, dan mereka Meleaderi mafia Pair Dragon Blood, dan sekarang sudah menempati posisi no.2.setalah mafia milik anda." jelas Fahmi, dia mendengarnya pada saat Zia dan Zayn sedang merencanakan penangkapan Tiara.
"Benar dugaanku, dan jangan katakan padaku jika mereka adalah sepasang kakak beradik yang kejam itu, yang selalu di bicarakan oleh para mafia lain." Ilham juga sudah tau mengenai mafia Pair dragon blood namun dia belum tahu siapa leadernya.
"Benar tuan dan mereka yang sudah menyerang markas Rizky dan David hingga tanpa meninggalkan jejak, mereka sangat handal tuan, apalagi dalam pelacak kan dan menghilangkan jejak. " jelas Fahmi yang sangat kagum dengan mafia milik Zia dan Zayn.
"Pantas saja mereka ingin menghabisi Tiara dan Fika ternyata mereka juga seorang pembunuh, mereka pasti tak akan mengampuni dua wanita ular itu, mereka berdua pasti mati." Ilham tak habis pikir kejahatan dia masa lalu membuat Zia dan Zayn menjadi seorang pembunuh.
"Kalau begitu terima kasih atas informasinya, dan ini bonus untukmu, sekarang kau boleh pergi." Fahmi menerima bonus itu dan beranjak pergi.
"Kalau begitu saya pamit." pamit Fahmi dan keluar dari ruangan Ilham.
"mereka sangat hebat, tapi aku sangat merasa semakin bersalah pada mereka, aku akan membawa Fika kehadapan mereka dan aku juga akan menonton pembunuhan dua wanita itu, apalagi pembunuhan Tiara. Kau sudah tak sabar melihat pembunuh istriku tewas." Batin Ilham dia juga sudah tak sabar menunggu kehancuran Tiara dan Fika.
...----------------...
Benar saja Fika kembali ke gudang itu dan sudah tak sabar ingin menghabisi Zia dengan tangannya. Sesampainya di sana Fika sudah di tunggu oleh para mafioso suruhannya.
"Bagaimana apa kalian sudah puas bermain dengan saudara seayahku?" tanyanya dengan tersenyum licik karena sebentar lagi dia akan menghabisi Zia.
"Maaf nona sebelum kami menukmati tubuhnya dia sudah melarikan diri, dia sangatlah hebat dalam bertarung, kami kewalahan menghadapinya." Mafioso itu mulai bersandiwara.
"Apa?!! kalian memang tak bisa diandalkan." teriak Fika dan dia sangat marah mengetahui kebenaran itu dia tak terima dengan penuturan orang suruhannya itu.
Mereka hanya tertawa dalam hati karena yang menyuruhnya sangatlah bodoh, pikirannya sangatlah dangkal. Fika bahkan tak curiga sedikit pun saat para mafioso menyuruhnya pulang.
"Kami minta maaf nona karena terlalu menganggap enteng gadis itu, kami sangat ceroboh." ucap mafioso itu seakan-akan mereka salah.
"Sial.... !!.. sekarang kalian harus bisa menangkap kedua orang itu bagaimana pun caranya." Fika semakin marah dan menyuruh pada mafioso itu, namun mereka semua menolak .
"Maaf kami tak akan mau mengikuti perintahmu,dan kau harus ikut dengan kami." Mafioso sudah tak mau mendengar ocehan Fika yang tak penting.
"Itu akan mudah bagi kami nona manis,dan kau tak akan bisa lari dari kami."ucap salah stu mafioso itu dengan wajah sangarnya.Dan Fika pun berhasil tertangkap, dia meronta mencoba untuk melepaskan diri, namun cengkeraman mafioso itu terlalu kuat hingga Fika sangat sulit melepaskan diri, di tambah lagi dengan tubuh kekar mereka.
"Lepaskan...... lepaskan akuu..... " Teriak nya meronta-ronta, namun tak dihiraukan oleh mereka
"Kalian mau membawaku ke mana hah?!!.... " Fika semakin takut karena mafioso itu membawanya pergi menggunakan mobil.
"Nanti kau akan tahu nona manis." ucap salah satu dari mereka santai.Namun Fika tetap saja melawan dan meronta,mereka menjadi semakin kesal hingga....
Plak.....
Satu tamparan mendarat di pipi mulusnya, dan Fika pun terdiam seketika sambil memegangi pipinya yang habis di tampar.
"Itu akibatnya jika kau masih melawan, diamlah.....!!! jika kau masih sayang nyawamu. " Ucapnya dan berhasil membuat Fika bungkam dan berhenti melawan.
"Bagus, jika kau menurut pasti kami tak akan melakukan kekerasan terhadapmu." tambahnya dan mulai melajukan mobil mereka menuju markas Black Tiger.
...----------------...
Mereka sampai di markas Black Tiger, Fika langsung di bawa ke dalam dan di sekap di ruang siksa, Ilham sudah menunggu di sana, dan sedang menunggu kedatangan Zia dan Zayn dan menyerahkan Fika pada kedua cucunya. Namun sebelum itu Ilham menemui Fika terlebih dahulu untuk yang terakhir kalinya pasti Fika dan Tiara tak akan hidup setelah ini.
Ilham juga akan ikut ke markas Zia dan Zayn dan ingin ikut menyiksa Tiara yang sudah membunuh Mira istrinya. Ilham memasuki ruang siksa dengan menggunakan topengnya dan dia melihat Fika sudah diikat di kursi, wajahnya sangat ketakutan hingga di penuhi dengan keringat, dan matanya yang bengkak sehabis menangis, kini Fika benar-benar sangat gusar.
Fika mendengar pintu itu terbuka, dia langsung menoleh dan melihat ada laki-laki paruh baya memasuki ruangan itu dengan menggunakan topeng, Fika semakin takut tubuhnya bergetar karena Fika tak mengenali orang itu.
"Apa yang mau di lakukan pria tua ini. Oh Tuhan bantulah aku, aku tak mau mati di sini." batinnya memohon agar tuan mau menolongnya.
"S..... s.... siapa kau? jangan mendekat aku tak mengenalmu dan aku juga tak pernah mengusikmu." ucapnya gugup, karena Ilham semakin mendekat ke arahnya.
"kau telah mengusik keluargaku, jadi itu akan menjadi urusanku. Ha... ha.. ha... " tawanya dan sangat mengerikan jika di dengar.
"tapi aku tak pernah menganggu keluargamu tuan, jadi tolong lepaskan aku." Fika semakin ketakutan dan memohon agar dia di bebaskan.Namun Ilham tak mendengar ucapannya seakan telinganya di tulikan.
Ilham sudah berada tepat di depan Fika dan dia langsung mencengkram lehernya, Fika menjerit kesakitan karena cengkraman Ilham sangat kuat pada lehernya, hingga Fika terbatuk.
"T-o-l-o-n-g l-e-p-a-s-k-a-n......" Fika sudah tak bisa bernafas dan dia meminta Ilham melepas tangannya dari lehernya.
"Ibumu sudah menganggu ketenangan rumah tangga anakku hingga keluarga nya hancur, dan ibumu juga sudah membunuh istri tercintaku dan kau telah mengusik cucuku." teriaknya tepat di wajah Fika dan melepaskan tangannya dari leher Fika, Fika pun terbatuk-batuk setelah Ilham melepas cengkraman nya.
"apa maksudmu? ibuku tak akan melakukan hal itu, sebenarnya siapa kau?." Fika semakin heran karena laki-laki itu membawa nama ibunya.Dan juga atas kehancuran keluarga anaknya.
Ilham lalu membuka topengnya dan menatap tajam Fika, Fika sangat terkejut karena ternyata laki-laki itu adalah Ilham kakeknya.
"K.... kakek kau sudah mengetahui semuanya?." ucapnya dengan gugup karena ternyata Ilham sudah mengetahui kebenarannya.
"Iya... dan kalian pasti tak akan selamat dari mereka berdua, setelah ini mereka akan mengirim orang suruhannya menjemput mu."ucapnya sambil menganggu emosi yang sudah meronta ingin segera di keluarkan. Namun Ilham harus menahannya karena dia ingin melihat Fika dan Tiara mati bersama.
" Siapa mereka? katakan padaku kek?."Fika semakin tak mengerti ucapan Ilham.
"Siapa mereka tak penting, kau akan mengetahuinya nanti mereka akan segera datang bersiap lah menemui ajalnya kalian." ucapnya sedikit tersenyum kemenangan dan akan beranjak keluar.
"Kek aku mohon tolong lepaskan aku, aku tak mau mati sekarang kek kumohon padamu." mohon Fika namun Ilham tak menghiraukan nya dan langsung pergi meninggalkan Fika di ruangan itu.
"bagaimana ini aku tak mau mati sekarang, ini semua adalah salah Mamah, aku juga yang akan menjadi korban, sebenarnya siapa mereka? apa jangan-jangan mereka Zia dan Zayn, tidak mungkin itu mereka." batin Fika yang masih ingin tahu siapa mereka dan dia menduga kalau mereka adalah Zia dan Zayn. Fika masih memikirkan bagaimana nasibnya, dia sangat takut.