
Seminggu kemudian.....
Hubungan Zia dan Rayyan kembali seperti dulu lagi, begitu juga persahabatan nya mereka sering kumpul bareng, dan menghabiskan waktu, namun karena Mila dan Siti sudah menjadi ibu rumah tangga jadi mereka jarang datang, Zia tak mempermasalahkan semua itu.
Zia masih menyelidiki semuanya di bantu Zayn, mereka hampir menemukan keberadaan pembunuh nenek dan kakeknya. Tinggal satu langkah lagi untuk menangkap pelakunya, namun Zia harus masih bersabar karena bukti masih belum cukup, terlebih sebentar lagi Zayn akan menikah, jadi Zia tak bisa membebani nya terlalu banyak, karena Zayn juga sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya.
Kini Zia sedang menghabiskan waktu bersama Rayyan, menggantikan empat tahun yang telah mereka berdua lewatkan. Sungguh mereka sangat bahagia bisa tertawa dan bercanda bersama seperti dulu lagi.
"Bagaimana apa lo suka pemandangannya?." tanya Rayyan untuk menghilangkan kecanggungan nya.
"Gue suka.... indah pemandangannya." Antusias Zia, dia memang menyukai pemandangan malam yang bertabur ribuan bintang yang terkumpul seperti tatanan galaksi.
"Gue pengin kaya gini terus Zi.... lo jangan berubah lagi ok." Rayyan tak mau jika harus kehilangan senyum indah Zia, baginya empat tahun tak bertemu serasa kehilangan Zia selamanya, pada saat di berkuliah di luar negeri berapa dia sangat merindukan Zia.
"Iya tapi gue gak bisa janji Yan.... terkadang manusia bisa berubah karena sebuah keadaan, ataupun bisa saja berubah karena ulah manusia,dan yang menyebabkan mereka berubah bisa karena hatinya yang sudah terluka." Zia mencoba untuk bisa menjadi dirinya sendiri tanpa mau merubahnya.
Perkataan Zia berhasil membuat Rayyan bungkam seketika, dia membenarkan ucapan Zia bahwa dia memang yang telah membuat Zia berubah, hatinya sangat sakit melihat perubahan Zia kala itu. Melihat Rayyan diam membuat Zia sedikit tak emak hati.
"Maaf jika perkataan gue menyinggung."
"Ahh... tidak Zi.... semua yang lo ucapkan emang bener, maaf karena gue pergi, lo jadi berubah.... sekali lagi gue minta maaf." Rayyan tertunduk sedih.
"Sudahlah itu hanyalah sebuah masa lalu, kita tak usah membahasnya lagi, lebih baik kita perbaiki semuanya dan memulai kehidupan dengan penuh kebahagian, biarlah masa lalu jadi pelajaran." Zia sudah tak mau lagi mengungkit masa lalu.
"Terima kasih Zi.... lo udah mau maafin kesalahan gue, dan gue akan berusaha memperbaiki semuanya dan berharap kabahagiaan akan datang setelah badai menerpa kita." Mereka pun tersenyum bersama, melupakan sejenak masa lalu yang membuat mereka kehilangn waktu untuk tersenyum.
Tanpa mereka sadari ada pasang mata sedang memperhatikan kebersamaan mereka, rahangnya mengeras,dia menahan amarah tak terima wanita yang dia kagumi bersama pria lain. Dia pun meninggalkan tempat itu, belama-lama di sana hanya akan membuat sesak dadanya dan pasti dia tak akan bisa menahan emosinya.
Sesampainya di kediamannya pria itu langsung masuk ke ruang kerja, ternyata sudah ada seseorang yang menunggunya di sana.
"Mau apa kau kemari hah?!. " tanya nya dengan nada tak sukanya.
Melihat tuannya seperti menahan amarahnya, karena terlihat dari nada bicaranya, membuatnya sedikit bergidik ngeri, kamu dia berusaha bersikap tenang, dia sudah tahu sifat tuannya yang sedikit arogan dan pemarah jadi harus menghadapinya dengan ekstra sabar.
"Maaf tuan saya ke sini ingin memberikan informasi mengenai wanita yang menolong anda. " jelasnya dengan kepala tertunduk, dia tak berani memandang tuannya jika sedang marah, menurutnya sangat menakutkan.
Ya lelaki itu adalah Dian yang sudah mengawasi Zia sejak dirinya di tolong olehnya, dia sudah sangat tertarik pada Zia sejak kejadian itu, wajah cantik dan mata indah Zia membuat Dian selalu memikirkannya, namun sayangnya dia tak sempat menanyakan namanya.
"Dia bernama Nida Ziana Alfian anak kedua tuan Hiashi Alfian dan adik dari Zayn Alfian. Mereka adalah keluarga besar yang bermarga Alfian, dan nama panggilannya adalah nona Zia, dia juga seorang CEO dari perusahaan A'M Company yang merupakan perusahaan nomor satu." jelas Arif membuat Dian terkejut dengan identitas Zia yang sebenarnya seorang CEO sama sepertinya.Namun Dian berusaha menutupi keterkejutan nya.
"Lalu apa lagi yang kau dapat?." Dian masih belum puas dengan yang di katakan Arif.
"Nona Zia memiliki seorang lelaki yang sangat mencintainya yang bernama Rayyan, tadinya hubungan mereka merenggang akibat ulah Rayyan yang pergi tanpa kabar." tambahnya lagi.
"Apakah lelaki yang tadi bersamanya?.... Zia nampak bahagia bersama lelaki itu... tidak.... tidak aku tak boleh kalah darinya, aku harus bisa mengambil hati Zia bagaimanapun caranya." batin Dian, dia tak akan membiarkan Rayyan memiliki Zia.
"Sebentar... tadi kau mengatakan perusahaan A'M Company? bukankah itu adalah perusahaan yang seminggu lalu kita ajak kerja sama?." tanya Dian karena tak begitu asing dengan nama perusahaan Zia.
"Benar tuan... itu adalah perusahaan yang kita ajak kerjasama karena perusak itu sangatlah maju dan berkembang pesat. "
"Lalu apakah kerjasamanya berhasil?."
"Berhasil tuan.... Fera telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik, dan mereka menyetujui nya walaupun mereka sedikit kecewa karena anda tak hadir." Mendengar kaya kecewa dari perusahaan wanita yang dia cinta membuatnya sedikit kesal.
"Ya itu semua karena ulah preman sialan itu... membuatku tak bisa hadir ke perusahaan." ucapnya dengan nada kesal, Arif yang melihatnya hanya terkekeh, tuannya yang begitu ingin sekali dekat dengan wanita, sampai-sampai dia mau mencaritahu tentang wanita itu, padahal Dian adalah seorang yang sangat dingin terhadap wanita.
"Sudahlah, yang terpenting sekarang kita sudah bekerjasama dengan perusahaan nya, dan itu akan lebih memudahkan ku untuk bisa mengawasinya."
"Aku ingin kau mencari informasi mengenai lelaki yang bernama Rayyan itu, cari tahu detailnya apa hubungan dia dengan Zia."
"Baik tuan saya akan mencari tahu semua yang anda minta, kalau begitu saya permisi tuan." pamit Arif, dan di balas anggukan oleh Dian. Setelah kepergian Arif dari ruangan nya Dian kembali memikirkan Zia.
"Ternyata gadis yang ku kagumi adalah seorang wanita mandiri... sungguh dia berbeda dari wanita lain, kenapa wajahnya selalu terbayang dalam otakku.... dia benar-benar membuatku semakin ingin melihat lebih banyak lagi kelebihan darimu Zia."
"Aku menjadi sangat yakin jika suatu saat kau lah yang akan menjadi mendampingiku, dan kau yang akan menjadi satu-satunya wanita yang tersimpan dalam hatiku, kau telah membuatku merasakan getaran di hatiku meski kita baru bertemu satu minggu lalu, namun kau telah membuatku jatuh hati pada pandangan pertama." Dian benar-benar ingin memiliki Zia seutuhnya, meski dia tahu banyak saingan yang akan bersaing dengannya.Dia tahu karena Zia memanglah cantik dan sangat mempesona membuat siapa saja yang melihat akan langsung terpana.
Zia sangatlah berbeda dari gadis lain, dimana mereka yang memiliki kecantikan akan tebar-tebar pesona untuk mendapat perhatian serta kekayaan para kaum adam, tapi Zia yang memiliki wajah cantik yang digilai bayak pria hanya bersikap acuh dan tak peduli, bahkan tanpa lelaki kaya pun dia sudah sangatlah kaya.
๐บ๐ทjangan lupa like, comment dan juga Vote nya kakak....
ku tunggu dukungan dari kalian para pencinta novel๐๐
Dan terima kasih sudah meluangkan waktunya membaca novel karya ku, maaf jika novelnya kurang menarik karena masih dalam proses belajar.... ๐ค๐๐