Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-45



Semua masalah telah terselesaikan, hari ini adalah hari ujian akhir semester di sekolah Zia dan Zayn dan akan dilakukan selama beberapa hari kedepan, semua teman teman Zia dan Zayn sangat giat belajar karena mereka tak mau tinggal kelas, berbeda dengan Zia dan Zayn mereka hanya santai dengan ujian mereka dan tak terlalu giat dalam belajar.


Pagi ini sekolah sudah ramai ada yang masih belajar, ada yang mempersiapkan contekan dan kesibukan lainnya sebelum ujian di lakukan. Zia dan Zayn menghampiri teman temannya, mereka terlihat sibuk hanya Rayyan dan Varo yang terlihat santai.


"widih pada rajin bener belajarnya." ucap Zayn sedikit mengejek.


"Heh bisa diem gak, gue lagi konsen belajar lo gak usah ganggu." ucap Yumna sedikit kesal karena Zayn mengejeknya.


"Iya..... orang jenius mah bebas gak usah belajar juga udah pinter." tambah Dika karena memang Zia dan Zayn adalah anak yang jenius, tanpa belajar pun mereka akan dapat nilai bagus.


"Iya iya santai aja kali, ya udah lo berdua lanjutin belajarnya nanti keburu bel ujiannya masuk." ucap Zayn karena tak mau berdebat.


Dika dan Yumna hanya memandang Zayn kesal, pagi pagi udah ngajak debat bikin bete aja.


Zia duduk di dekat Siti, Mila dan Nancy, mereka juga sedang sibuk belajar hingga tak menyadari kedatangan Zia.


"aduh yang sibuk belajar, jadi gue di kacangin nih." ucap Zia sedikit kesal karena temannya sibuk dengan belajarnya. Mendengar perkataan Zia mereka semua melihat ke arah Zia.


"eh Zia, maaf nih gue lagi sibuk soalnya semalem gue ketiduran jadi gak sempet belajar." jelas Mila karena memang dia ketiduran.


"Iya nih, kan Zia udah pinter jadi ngobrol nya nanti aja kalau udah beres." ucap Nancy karena tahu kalau Zia adalah anak jenius.


"jenius mah bebas, mbae nanti aku nyontek ke kamu ya kalau ada sola sulit." ucap Siti karena dia tahu Zia pasti mau memberikan contekan.


"Iya Zi batu kita ya plissss." punya Mila karena tak mau nantinya nilai nya jelek.


"Iya kalian tenang aja nanti gue bantu." uv


dapnya singkat.


Nancy hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah teman temannya.


Setelah mengejek Dika dan Yumna kini Zayn mendekati Rayyan dan Varo yang sedang santai.


"Heh lo berdua gak belajar?." tanya Zayn karena melihat Rayyan dan Varo hanya santai.


"Gak lah gue udah pinter kok." jawab Varo dengan sombongnya.


"gue udah belajar di rumah." ucap Rayyan singkat dan datar.


Zayn hanya ber"oh"ria mendengar penjelasan mereka berdua.


Tong.... tong... tong...


Suara bel berbunyi tanda ujian akan di mulai, semua siswa masuk ke kelas mereka dan akan memulai ujian, suasana menjadi hening karena semua sedang fokus mengerjakan soal ujian mereka.


Beberapa menit kemudian Zia sudah selesai mengerjakan soal, jenius mah bebas.


"Zia kenapa tak mengerjakan soalmu?." tanya guru pengawas karena melihat Zia bersantai.


Zia langsung menoleh ke arah pengawas itu, dan menjawab dengan santai. Semua siswa melihat kearahnya.


"Udah selesai bu." ujarnya singkat.


Lalu pengawas itu mendekati tempat duduk Zia dan memeriksa lembar ujiannya. Pengawas itu memeriksa dengan teliti.


"Baik Zia kau boleh keluar." ucap pengawas itu, karena melihat lembar kerja Zia sudah selesai.


Tanpa menjawab Zia langsung keluar dari kelas dan memeberi isyarat kalau dia akan menunggu temannya di kantin seperti biasa.


Setelah beberapa saat bel berbunyi tanda bahwa ujian telah berakhir dan semua siswa harus mengumpulkan lembar kerja mereka, semua siswa pergi ke kantin karena masih ada satu ujian lagi, satu hari mereka harus mengerjakan dua lembar ujian, dan di jeda jam istirahat.


Sekarang Zai dkk dan Zayn dkk sudah berada di kantin Zia sudah menunggu di sana dan sedang memakan makanannya.


"Zi kenapa lo gak kasih contekan sih, pusing tau pelajaran matematika gue ngasal semua jawabannya." kesal Mila karena Zia tak memberikan contekan.


"Pengawas nya nyuruh gue keluar, ya udah gue keluar aja soalnya bosen juga di kelas lama nunggu bel nya." ucap Zia.


"Udahlah Mil yang penting kan kita udah ngerjain tuh soal. " ucap Nancy karena Mila terus saja mengeluh.


"Widih yang lagi katu cinta serasa dunia milik sendiri, inget di sini itu masih pada jomblo." ucap Dika kesal.


"Bodo makanya cepet cari gebetan, iya kan beb." ejek Yumna dan Mila hanya mengangguk.


"Udah buruan kalau mau makan, masih ada satu ujian lagi." ucap Rayyan karena mereka hanya bercanda.


"Santai aja kali Yan kita cuma ngobrol di sini soalnya kalau makan gak akan cukup waktunya, bentar lagi juga bel masuk bunyi." ucap Zayn santai.


"Iya kalau makan nanti kita makan sepulang sekolah aja kan sekarang pulang lebih awal jadi kita bisa bersantai sepulang sekolah. " tambah Varo karena melihat Rayyan bersikap tidak seperti biasanya.


"Setuju, kita akan santai sepulang sekolah aja." ucap Dika semangat.


Zia dkk hanya menyimak perbincangan Zayn dkk.


"Sebenernya ada apa dengan sikap Rayyan akhir akhir ini kenapa dia berubah seperti dulu lagi dingin dan datar?." Batin Zia sambil melihat sikap Rayyan yang kembali seperti dulu.


"gue harus bicara dengan Rayyan." tambahnya.


Pikiran Zia sekarang di penuhi dengan perubahan sikap Rayyan.


waktu istirahat pun habis mereka semua kembali ke kelas untuk melaksanakan satu ujian lagi.


Sepulang sekolah mereka berencana untuk makan siang di cafe, namun Zia dan Rayyan tak ikut karena Zia ingin bicara penting dengan Rayyan. Zia dan Rayyan sekarang sudah berada di taman mereka berdua duduk di kursi taman. Taman nya tak terlalu ramai karena sekarang bukanlah weekend.


"mau ngomong penting apa Zi?." tanya Rayyan langsung.


"Gue mau ngomong, kenapa Yang akhir akhir ini sikap lo berubah dingin kaya dulu. Apa gue salah sama lo?." tanya Zia balik karena dia merasa sikap Rayyan menjadi seperti dulu lagi.


"Gue gak papa Zi gue gak mau aja hubungan persahabatan antara lo dan Varo hancur hanya karena gue." ucap Rayyan berterus terang.


"Nggak lah Yan kita kan udah temenan jadi nggak ada istilah ngancurin." jelas Zia karena tak mau ada salah sangka.


"Tapi yang ku lihat bukan hanya hubungan persahabatan Zi, mungkin ku melihat ada hubungan yang lebih dari kalian berdua." jelas Rayyan karena dia melihat Zia sangat dekat dengan Varo.


"Nggak ada hubungan perasaan Rayyan, gue emang sayang sama Varo, tapi itu hanya sekedar sahabat gak lebih." ucap Zia agar Rayyan mengerti.


Rayyan hanya diam mendengar penuturan Zia, Rayyan seperti itu karena dia cemburu pada Varo, terkadang hatinya tak rela jika Varo dekat dengan Zia. Namun Rayyan juga menghargai perasaan Varo bagaimana pun dia tak mau melukai perasaan seseorang.


"Ya gue ngerti kok Zi, tapi Varo suka sama lo gue bisa liat dari sorot matanya, dan itu yang buat gue gak enak sama Varo." ujarnya karena yang menyukai Zia bukan hanya dirinya tapi Varo juga.


"Gue udah tau Varo suka sama gue, tapi gue juga tau perasaan lo ke gue." ucap Zia dan langsung v membuat Rayyan kaget, karena Zia juga tahu kalau Rayyan menyukainya.


"B-bagaiman lo tau Zi, kalau gue suka lo?." ucap Rayyan tergagap.


"gue udah tahu, tapi gue juga menghargai perasaan lo, tapi bener kok gue gak punya perasaan lebih sama Varo.Jadi lo gak usah bersikap dingin lagi sama, sekarang lebih baik kita menjaga perasaan kita masing-masing. " ucap Zia agar tak ada yang tersakiti.


Zia belum bisa mengatakan yang sebenarnya tentang perasaan nya terhadap Rayyan karena ini bukan waktu yang tepat menyatakan perasaan.


"iya Zi gue juga akan berusaha agar tak ada yang tersakiti." ucap Rayyan yang tak ingin pertemanan mereka hancur hanya karena sebuah rasa.


"Ya udah lo jangan merubah sikap lo lagi ya, gue suka Rayyan yang ceria." ucap Zia karena dia memang menyukai Rayyan kerena sifatnya yang baik namun waktu itu hanya tertutup dengan sifat dinginnya.


"Iya gue janji sama lo gak bakal bersikap kaya gitu lagi." janji Rayyan pada Zia karena tak mau membuta Zia bersedih.


"Ok yuk kita makan bareng buat ngerayain karena lo gak akan merubah sikap ke gue lagi." ucap Zia senang.


"Ya udah gue yang traktir, kan biar nona muda gak marah lagi. "ucap Rayyan dan membuat Zia tersenyum manis,Rayyan yang melihat senyum manis Zia tiba-tiba saja jantungnya berdetak sangat kencang, bagaimana tidak Zia tersenyum manis kepadanya.


" aduh manis banget sih, seandainya lo juga suka sama gue Zi, gue bakal lakuin apapun buat lo, gue akan menunggu keputusan lo Zi, gue yakin cinta gue gak bakal bertepuk sebelah tangan."batin Rayyan dan dia yakin kalau cintanya akan terbalaskan dan perjuangannya tidak akan sia-sia.


Zia yang melihat Rayyan melamun pun langsung menyadarkan nya.


"Rayyan ayo, malah ngelamun. " ucap Zia dan membuat Rayyan tersadar dari lamunannya.


"Eeehh... iya maaf ayo kita berangkat." ucap Rayyan dan langsung mengajak Zia ke cafe untuk merayakan karena Rayyan tak salah sangka lagi pada Zia.


Mereka berdua pun pergi ke cafe melepas rindu, karena beberapa hati ini Rayyan dan Zia hanya saling diam, dan itu membuat jenuh mereka, dan akhirnya mereka sekarang berbaikan.