Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-127



Setelah selalu makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga, karena Zayn akan membicarakan hal penting. Zia membawa beberapa cemilan untuk di nikmati bersama, dan juga minumannya. Mata Zia tidak menangkap Raina sejak kedatangan mereka.


"Oh iyaa aku lupa bertanya..... Raina tidak ikut kesini?." tanya Zia sambil membuka toples cemilan.


"Raina sedang kontes desainer dia akan mengikuti perlombaan internasional, jadi dia tidak bisa ikut." jelas Zayn.


"Iya sebentar lagi Raina akan menjadi desainer hebat..... banyak yang menyukai model pakaian yang dia buat." Nancy mengungkapkan karya desain Raina yang berhasil mencuri perhatian masyarakat.


"Wah hebat sekali..... semoga dia berhasil." Zia senang mendengar kabar baik itu, dia hanya berharap Raina bisa berhasil.


"Iya kami juga berharap dia menjadi sukses dan melupakan semua masa lalunya." Zayn dan Nancy juga berharap sama.


"Oh ya kak mau mengatakan sesuatu, begini Zia kakak akan ada urusan di luar kota, berhubung kakak iparmu sedang mengandung kakak tidak bisa membawanya bersamaku.... karena kakak takut nantinya dia kelelahan." Zayn sebenarnya tidak mau meninggalkan Nancy, karena dia harus ekstra dalam menjaganya.


"Lalu.... "


"Jadi kakak meminta tolong padamu, sementara kakak iparmu tinggal disini bersamamu.... kakak tidak bisa meninggalkannya di rumah alasannya ya karena dia mengidam ingin terus di sampingmu." Nancy menatap memohon pada Zia.


"Iya Zia aku ingin disini saja... soalnya di rumah sepi hanya ada asisten rumah tangga dan aku juga bosan terus berasal di rumah, jadi boleh ya.... " pinta nya dengan nada memohon


"Baiklah jika itu maumu kak.... aku tidak keberatan, berapa lama kakak akan keluar kota?." Zia tak bisa menolak, bahkan dia senang karena dia tidak sendiri di sini.


"Mungkin sekitar dua minggu, nanti aku akan menjemputnya jika kakak sudah pulang."


"Ya sudah kakak ipar boleh tinggal disini... aku juga kesepian di sini." Nancy sangat senang akhirnya bisa berdekatan dengan Zia, ini karena permintaan anak dalam kandungannya.


"Makasih adikku yang baik..... akhirnya bisa deket sama Zia, ngidamnya pengin deket kamu terus soalnya..... " Nancy memeluk Zia dengan senyum bahagia.


"Iya iya kakakku yang bawel." ledek Zia membuat Nancy mencebikkwn bibirnya. Namun Zia hanya tertawa lepas hilang sudah wajah datarnya yang biasa dia pasang.


"Oh ya kak... kapan kakak berangkat?." tanya Zia memastikan keberangkatan Zayn tanpa berniat meminta maaf pada Nancy, Zia sedang mencoba membuat Nancy merajuk padanya.


"Besok aku akan berangkat, jadi malam ini aku ikut menginap disini." jawabnya.


"Ok... kalau begitu aku ke ruang kerja dulu banyak pekerjaan bye kakak cantik, kamar kakak ada di lantai bawah, minta di anter sama bibi.... " Zia berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari keduanya.


"Ih... kebiasaan banget dia pake di tinggalin lagi... huh dasar adik gak punya adab." kesal Nancy dengan raut wajah cemberut, membuat Zayn terkekeh.


"Sudahlah lebih baik kita ke kamar dan istirahat, kamu juga capek kan kasihan ni dede bayinya." hibur Zayn agar Nancy berhenti ngambek, karena terlalu lelah Nancy pun hanya menurut, dia juga tidak protes kamarnya di lantai bawah karena dia juga sadar dengan keadaannya saat ini.


"Iya ayo... aku pengin bobo nihh cepak banget." Nancy pun menggandeng tangan suaminya dan pergi ke kamar yang sudah di tunjukkan oleh asisten rumah tangga Zia.


Mereka pun istirahat karena perjalanan menuju kota saat ini lumayan jauh, dan Zayn juga takut terjadi sesutu pada istri dan calon anaknya. Setelah serasa nafas Nancy teratur yang berarti dia sudah terlelap, Zayn bangkit dari tidurnya dan keluar dari kamar karena Zayn ingin membicarakan hal penting dengan Zia. Dia berjalan menuju ruang kerja Zia yang masih menyala lampunya, karena Zia tidak menutup pintunya dengan rapat.


Tok... tok... tok...


"Eh kakak... kenapa belum tidur? nanti kak Nancy nyariin gimana?." Tanya Zia melihat siapa yang datang.


"Dia sudah tidur.... kakak mau bicara penting sama kamu." ucap Zayn sambil mendudukkan diri di kursi depan meja kerja Zia. Zia pun menghentikan aktivitas nya dan beralih memandang kakaknya.


"Membicarakan hal penting apa?." tanya Zia. Zayn menarik nafas dalam, pembicaraan kali ini adalah untuk Zia.


"Begini Zi.... kakak mau menyampaikan pesan langsung dari kakek dan ayah..... mereka mengatakan ingin melihat kamu bahagia." Zayn menjeda ucapannya, sementara Zia masih mendengar tanpa mau menyela.


"Mereka ingin kamu bisa menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan dan senyuman, kakek dan ayah berharap kamu bisa melupakan semua yang terjadi di masa lalu." tambahnya lagi, seluruh keluarga tahu jika Zia selalu mendapatkan luka, dan kini seluruh keluarga ingin melihat kebahagiaan di kehidupan Zia.


Zia tersenyum dia tahu keluarganya pasti akan mengatakan hal tersebut. Zia senang karena kini keluarganya sangat perhatian padanya, luka dan kesedihannya di masa lalu sekarang sudah terbayar dengan perhatian dan kasih sayang keluarganya, dia berharap ini akan berlangsung selamanya.


Zia berdiri dari duduknya dan tanpa bicara Zia memeluk Zayn erat, tanpa terasa air matanya menetes. Zayn kaget dengan yang di lakukan adiknya, kini adiknya sudah dewasa dan sebentar lagi dia harus melepaskan adiknya untuk jodohnya.


"Kak...... terima kasih sudah selalu ada untukku, aku berjanji akan selalu bahagia dan selalu tersenyum, tak akan ku biarkan semuanya bersedih karena aku." Ucapnya dan melepas pelukan nya menatap Zayn dengan tersenyum.


"Sekarang aku bahagia memiliki keluarga yang selalu ada untukku... aku bersyukur kak, aku sudah melupakan masa lalu yang penuh luka dan kesedihan, kini semuanya sudah terbayarkan." Zia sudah mulai melupakan sedikit demi sedikit masa lalu yang membelenggu nya.


"Syukurlah jika begitu kakak lega... kakek dan ayah pasti senang mendengar ini." ucap Zayn sambil mengusap kepala adiknya. Keluarganya pasti akan senang mendengar kabar ini.


"Cobalah untuk membuka hati untuk seseorang, jangan biarkan nantinya kamu hidup seorang diri, kakak dan keluarga ingin melihat kamu menikah dan memiliki keluarga, jadi kakak tidak akan khawatir karena nantinya sudah ada yang menjaga kamu." ujarnya Zayn sadar jika kini dia tidak akan selalu ada untuk adiknya, karena dia sudah memiliki keluarga, dan Zayn ingin sekali melihat Zia menikah, dia akan merasa lega karena Zia akan ada yang menjaga.


"Aku masih ingin menikmati kesendirian, butuh waktu untuk menyembuhkan luka hati yang tergores parah....namun aku ingin luka ini sembuh total tanpa melibatkan orang lain dan jika sudah selesai aku akan perlahan membuka hatiku untuk orang yang mencintaiku."ungkapnya Zia masih ingin sendiri, dan memulihkan luka hatinya.


Zayn mengerti akan yang di ucapkan Zia, dia tahu sifat Zia yang tidak terlalu bergantung pada orang lain dan pasti Zia akan menjawab seperti itu. Zayn tersenyum melihat sikap dewasa Zia yang semakin meningkat, dia tidak menyangka adiknya sudah sebesar sekarang.


"Adikku memang sudah dewasa baik sikap ataupun pemikirannya, aku bangga memiliki adik seperti mu kakak yakin kamu akan menjalani hidup mu dengan bahagia."


"Iya kak... dan aku juga bangga memiliki kakak seperti mu yang selalu berkorban untukku, aku akan menepati janjiku padamu dan juga pada keluarga bahwa Zia mu ini akan hidup dengan bahagia dan menatap masa depan dengan penuh optimis." ucapnya dengan semangat.


Sepasang adik kakak yang dulu di juluki sebagai sepasang mafia kejam, karena ambisi mereka yang ingin membalas dendam, kini berubah menjadi sepasang adik kakak yang berharap akan kebahagiaan yang sempurna dan penuh kasih sayang.


Mereka sudah sedikit belajar dari masa lalu yang kelam, karena tidak semua masalah bisa di selesaikan hanya karena ambisi, tapi selesaikanlah masalah dengan cara yang baik tanpa dendam di hati, biarlah mereka belajar dari masa lalu, karena dengan itu manusia bisa berubah menjadi kuat.


**Maaf baru bisa up.....


Karena lagi banyak pikiran jadi baru sempat up.


untuk kedepannya novel ini akan di selesaikan, dan di tamatkan jangan lupa like, comment dan vote☺☺


Untuk season 2 novel ini mengisahkan tentang kehidupan anak-anak mereka semua jadi mungkin sekarang akan segera di selesaikan dengan cepat Insya Allah ☺☺😇**