Zia And Zayn Pair Of Mafia

Zia And Zayn Pair Of Mafia
bag-50



Zia pun mendekati meja Zayn yang sedang berbincang dengan dua orang itu, sesekali Zayn tertawa dan bercanda dengan mereka berdua.


"Kakak sama siapa sih, kok sepertinya mereka, sudah sangat dekat." gumam Zia karena yang dia tahu Zayn tak sedekat itu dengan orang-orang, apalagi yang bari Zayn kenal.


"Kakak..... " panggil Zia


"Zia cepet sini, kita udah nunggu lama." sahut Zayn agar Zia segera datang ke sana.


"Apa kita?sebenarnya siapa mereka?." batin Zia terheran.


Zia pun mendekat dengan ragu, karena Zia belum melihat siapa yang duduk satu meja dengan kakaknya. Namun Zia tak melihat dengan seksama ke arah Dimas dan Fitri, dia masih berdiri dan menatap langsung pada Zayn.


"Zia sayang, kenapa masih berdiri ayo duduk deket Oma." Fitri yang melihat Zia masih saja berdiri sembari menatap pada Zayn.


"Oma...!!? maksudnya Oma Fitri, apa mereka berdua Oma dan Opa?." Batin Zia karena perempuan itu menyebutnya dengan sebutan Oma.


Zia pun menoleh ke arah Fitri dan Dimas, dan betapa terkejutnya dia dan langsung membulatkan matanya sempurna,ternyata memang benar mereka adalah Oma dan Opanya.


"Oma, Opa... !!!! teriak Zia karena terkejut dengan apa yang ia lihat, saking tak percayanya dia sampai melongo dan menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.


" Apa benar ini Oma dan Opa?."tanya lagi untuk memastikan apakah dia sedang bermimpi atau kenyataan.


"Iya sayang ini Oma dan Opa." Fitri lalu berhamburan memeluk Zia yang masih berdiri.


Hiks... hiks.... hiks...


Tangis Zia pecah di pelukan Oma nya, karena dia sangat merindukan sosok nenek yang sudah lama tak berjumpa.


"Oma aku sangat merindukanmu hiks... hiks... hiks... " Ucap Zia di sela tangisnya.


"Iya sayang Oma juga kangen sama kamu.Udah jangan sedih lagi sekarang kita sudah berkumpul." ucap Fitri menenangkan tangis Zia, dan melepas pelukannya lalu menyeka air mata Zia.


Zia mengangguk mengerti dan Zia mendekati Dimas Opanya, Dimas langsung berdiri dan memeluk Zia.


"Zia cucu kakek, kakek senang bisa ketemu sama kalian lagi." Dimas memeluk Zia karena dia bahagia bisa bertemu cucu mereka.


"iya Opa kami juga rindu." ucap Zia dan melepas pelukannya.


Zia pun duduk di samping Oma nya, mereka makan bersama di hiasi dengan kebahagiaan dan kehangatan karena sudah lama mereka tak saling sapa, dan itu semua telah mengobati kerinduan di hati mereka. Sesekali mereka mengobrol dan bercanda.


Lalu Dimas menjelaskan kepada Zia dan Zayn perihal dia tak membawa cucunya ikut ke luar negeri, karena ada urusan mendadak, perusahaan Dimas dalam masalah, jadi dia memutuskan untuk menetapkan di sana sambil mengawasi perkembangan perusahaannya itu.


"Lalu kenapa kalian terusir dari rumah ayah kalian? apa kalian berbuat kesalahan besar hingga Hiashi tega mengusir kalian?. "tanya Dimas karena dia sangat penasaran apa memang benar yang di katakan Tiara tentang pembunuhan Mira ibu Hiashi.


"Oma,Opa kami tak melakukan apapun, ini semua ulah wanita ular itu yang membuat kami terusir, dia mengkambing hitamkan Zia dan memfitnahnya membunuh Oma Mira."Jelas Zayn. Dan Zayn menceritakan semuanya.


"Lalu kalian tinggal di mana sayang? Oma khawatir kalian akan terlantar di jalan, tapi sepertinya Oma salah, kalian sepertinya baik baik saja, dan dari mana kalian mendapat uang?." tanya nya penuh selidik karena kedua cucunya mana mungkin mereka bisa mendapat uang sedangkan mereka hanya anak anak.


"Oma masih ingat jadi yang bunda kasih di hari ulang tahun ku?." kini Zia bertanya mengenai kado dari bunda nya yang di titipkan pada Fitri.


"Ya Oma ingat. Kenapa memangnya? apa yang bunda kalian berikan?." pertanyaan bertubi-tubi lagi dan membuat Zia malas karena Oma nya bertanya sangat banyak dan Zia harus menjelaskan semuanya, dan itu sangat merepotkan menurutnya, namun dia masih bisa sabar, karena bagaimanapun juga Fitri adalah Oma nya.


"Dia pasti sangat pusing untuk menjawab banyak pertanyaan dari Oma, Zia sangat tak suka jika harus menjelaskan." Batin Zayn dan tertawa dalam hati, karena melihat Zia seperti malas menjawab semua pertanyaan Omanya.


"Tapi Oma dan Opa jangan memeberitahu siapapun, karena ini rahasia aku dan Kakak, jadi apa kalian mau berjanji pada kita berdua?."Zia tak mau kalau banyak yang mengetahui identitas mereka berdua, mereka kan sudah mengatakan jika waktunya tiba mereka baru akan memberi tahu semuanya pada publik.


" Baiklah Oma dan Opa janji tak akan memeberitahu siapapun. "janji Fitri dan Dimas juga mengangguk setuju.


"Bunda memberika kartu tanpa batas untuk Zia dan Kakak, bunda memberikan semuanya pada Zia dan kakak Oma,Opa"jelas Zia dan itu membuat Fitri sedikit heran.


"Dari bunda kalian? dia mendapatkannya dari Hiashi ayah kalian?." Tanya Dimas karena pasalnya Hiashi tak akan memberikan kartu tanpa batas ke pada Ragil, pasti yang dia berikan hanya kartu kredit biasa, lalu darimana Rahul mendapatkannya.


"Sebentar Opa,Oma kalian harus dengarkan dulu, jangan sampai ada yang bertanya lagi." Zia semakin kesal karena Opa dan Oma nya selalu melontarkan pertanyaan dan membuat Zia jengah.


"Bunda adalah CEO di perusahaan A'M company dia mendirikan semua perusahaannya dari nol dan juga bunda memiliki toko kue terbesar di kota ini yang di beri nama,Mirzha bakery dan bunda berhasil perusahaan dan toko kuenya maju dengan pesat hingga kini, dan yang menjadi CEO nya sekarang adalah Zia.Karena bunda memberikan semua asetnya pada Zia. " jelas Zia dan membuat Fitri dan Dimas melongo, karena di umurnya yang terbilang masih anak anak sudah menjadi CEO.


"Apa?!! Zia kamu gak usah bercanda begitu sayang, perusahaan dan toko kue itu adalah yang terbesar di kota ini." kaget Fitri masih belum percaya.


"Iya... Opa juga tak tahu kalau bundamu a punya perusahaan dan toko kue itu." Dimas tak kalah terkejutnya karena dia tahu kalau Ragil tak pernah memberitahukan perihal perusahaan dan toko kue yang putrinya bangun.


"Opa itu semua adalah berkat kejeniusan bunda karena ingin membahagian putra putrinya, dan bunda membangun perusahaannya tanpa sepengetahuan siapapun termasuk tuan Hiashi." jelas Zia lagi bahkan dia tak sudi memanggil Hiashi dengan sebutan ayah.


Zia pun akhirnya menceritakan masa lalu bunda nya yang ia dengar dari Fuad tangan orang kepercayaan perusahaannya.


Semua yang mendengar cerita Zia semaunya menjadi geram karena Hiashi tega menduakan Rahil setelah tiga hari menikah dengan Rahil dia lalu menikahi Tiara diam diam tanpa sepengetahuan istrinya, dan mulai saat itu lah Rahil membangun perusahaan nya sendiri untuk masa depan Zia dan Zayn.


"Biadab!!! .... Hiashi melakukan semua itu di belakang puti kesayanganku." geram Dimas kerwna Rahil memang tak pernah menceritakan masalah rumah tangganya.


"Aku tak menyangka Hiashi seperti itu, kenapa dia sangat tega." Miris Fitri karena putri kesayangannya di perlakukan seperti itu, selalu di sakiti hatinya diam diam oleh Hiashi.


"Apa!!??.... Adik kau mengetahui itu semua dan tak memberi tahu pada ku, aku jadi semakin benci dengan ayah dasar pria br***sek.Kau kan membalas sakit hati bunda." marah Zayn karena bunda nya di sakiti dan harus berjuang sendiri, dia juga masih terkejut karena Zia memang belum bercerita pada Zayn.


"Maaf kak aku juga mendengarnya dari orang kepercayaan bunda di kantor aku mendengar cerita itu dari Fuad. Dan aku belum sempat memberitahukan mu. maaf." pinta Zia agar Zayn memafkannya karena tak memberitahu kejadian yang menimpa bunda nya.


"iya kakak maafin tapi kalau ada hal penting kau harus beritahu kami sekarang."


"Iya Zia janji."


"Tapi Oma dan Opa tengah saja, jika ayah berulah lagi maka dalam sekejap perusahaannya akan hancur." Zayn lalu memberitahu.


"memang apa yang kalian lakukan terhadap perusahaan Hiashi?." tanya Dimas yang ingin tahu rencana dari kakak beradik itu.


Zia dan Zayn saling menatap dan tersenyum iblis bersama, dan membuat Dimas dan Fitri merasa aneh. menurut mereka sekarang cucunya sangat menyeramkan.


"Kami sudah menaruh saham yang sangat besar di sana dan kami akan mencabutnya saham itu kapan saja dan itu akan membuat Perusahaan ayah bangkrut dalam sekejap." ucap Zia dan Zayn hampir bersamaan.


"Opa, Oma kalian juga harus tahu kalau kakak juga punya perusahaan yaitu Z'A company terbesar no.2 setelah perusahaan ku." jelas Zia karena Oma dan Opanya belum tahu kebenaran Zayn juga.


"Apa?!! jadi kalian berdua sudah jadi CEO, wah Opa sangat bangga pada kalian yang masih kecil tapi sudah punya wibawa." bangga Dimas karena memiliki cucu yang sangat berbakat di unur mereka yang masih remaja.


Fitri juga tak kalah bangganya karena cucunya ternyata adalah orang yang sukses dan itu di luar dugaannya. Dimas dan Fitri tersenyum bangga.


"Lalu kalian tinggal di mana?." tanya Fitri lagi mengalihkan pembicaraan, agar tak membahas Hiashi lagi, karena dia sedang tak mau membicarakan hal yang tak penting, Fitri masih sangat merindukan Zia danZayn.


"Kami sudah punya rumah sendiri Oma dan kau tak perlu khawatir semuanya sudah ada yang mengurus keperluan kami di rumah." jelas Zayn agar nantinya Opa dan Imannya tak mengkhawatirkan mereka.


"Baiklah kalau begitu itu sudah membuatku tenang." Fitri tenang karena Zia dan Zayn ternyata hidup dengan baik.


"Ya sudah kita lanjut makan, dari tadi kita hanya mengobrol." Dimas mengakhiri pembicaraan karena sedari tadi mereka hanya mengobrol.


"Eh iya kita sampe lupa makan bersamanya, ya sudah ayo kita makan kau sudah lapar nih." Zayn juga sudah sangat lapar dan akhirnya mereka melanjutkan makan tanpa ada yang mengobrol.


Setelah selesai makan mereka pun akan pulang karena hari sudah sore. Mereka semua ke parkiran mobil, namun sebelum itu Fitri mengatakan sesuatu.


"Zia, Zayn menginap lah di rumah Opa dan Oma, kami masih ingin bersama kalian dan Oma ingin kalian menginap di sana." Fitri sangat ingin Zia dana Zayn menginap.


Zia dan Zayn saling menatap dan mengangguk bersama mengiyakan.


"Ya udah kami akan ikut langsung ke rumah Oma dan Opa benarkan Zi." Zayn menyenggol lengan Zia.


"Eh ya aku setuju kak, ayo sekarang berangkat." Zia berlari ke dalam mobil dan di susul Zayn di belakangnya.


Dimas dan Fitri hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat kelakuan Zia dan Zayn karena sudah lama tak melihat keceriaan Zia dan Zayn.


πŸ˜ŠπŸ™‚Jangan lupa Like dan Comennya kakak πŸ™πŸ™