THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Extra Part (2)



PART : MENGEJAR CINTA


“Kang In Ji, apa kamu yakin dengan keputusanmu?” Ryu bertanya kepada adiknya. Dia ingin memastikan jika keputusan yang diambilnya dan diambil adiknya sudah tepat.


Ryu memutuskan membantu adiknya mendapatkan ijin dari ayah mereka untuk bersekolah di Inggris. Adiknya bercerita alasan dari keinginan adik kecilnya itu sekolah disana. Ryu tidak bisa menerima seutuhnya alasan dari adiknya, namun cinta memang butuh diperjuangkan barangkali. Ryu berpandangan terbuka dengan rasa suka, cinta, atau kasih sayang. Namun sejauh ini dia belum ada pikiran untuk dekat dengan perempuan, perusahaan adalah hal penting untuknya.


“Aku dengar Thomas sudah menyukai wanita lain..” Tutur Ryu. “Jika kamu merasa tidak betah disana segeralah pulang.. ingat ada kakak yang selalu membantumu..” Lanjutnya.


“Dari mana kakak tahu?” Tanya Jiya menyipitkan matanya. Matanya ini berasal dari ayahnya, berbeda dengan mata kakaknya, yang bulat dengan bola mata coklat yang indah.


“Will pernah cerita pada kakak.. asal kamu baik-baik disana kakak pasti akan selalu mendukungmu Jiya..”


“Thanks kak..” Tutur Jiya sambil memeluk kakaknya.


Mata Jiya memandangi satu persatu keluarganya, dimulai dari ibunya yang paruh baya namun tetap cantik dan anggun, menurutnya ayahnya sangat beruntung mendapatkan ibunya. Setelah ibunya mata Jiya beralih kepada ayahnya, laki-laki terhebat Jiya, ayah super. Yang terakhir adalah kakaknya, kakak idaman gadis seluruh Korea, bahkan teman-temannya suka menitip salam untuk kakaknya, sayangnya sifat kakaknya yang dingin seperti ayahnya, membuat Jiya bergidik.


“Penumpang dengan penerbangan ke London Inggris harap segera memasuki pesawat, karena pesawat akan segera lepas landas..” Suara panggilan dari pengeras suara membuyarkan lamunan Kang In Ji. Setelah berpamitan kepada tiga orang yang sangat di cintai, tubuh Kang In Ji seluruhnya menghilang memasuki pintu penerbangan.


“Kak Thomas.. Inggris.. i’m coming..” Gumam Jiya dalam hati.


-----


“Aduh capeknya..” Jiya melempar tubuhnya di atas kasur apartement yang akan dia tinggali selama belajar di Inggris. Ayahnya lah yang memberikan tempat ini pada Jiya, ayahnya tidak mau sampai Jiya kekurangan di Inggris. Bahkan asisten Oh Baek dan Oh Soo hampir saja mendampingi Jiya ke Inggris. Namun ditolak mentah-mentah olehnya. Jika ada asisten ayahnya ikut, otomatis Jiya tidak akan bisa leluasa mendekati Thomas, pasalnya seriap gerak-geriknya pasti akan dilaporkan ke ayahnya.


Saking capeknya, Jiya langsung terlelap tanpa mandi, makan, bahkan ganti baju terlebih dahulu.


-----


Jiya menginjakkan kakinya di University of the Art London untuk pertama kalinya, dia menghirup udara sebanya-banyaknya kemudian menghembuskannya pelan. Jiya tidak sepintar Thomas yang bisa masuk ke Oxford University, lagian Jiya mengikuti kata hatinya, sejak kecil dia suka dengan seni, makanya Jiya mengambil jurusan Seni Desain.


Hari ini adalah hari pertama orientasi kampus, ternyata banyak sekali teman Jiya yang berasal dari Asia. Karena merasa sama, Jiya cepat akrab dengan orang yang berwajah oriental. Walaupun Jiya mahir berhasa Inggris, namun Jiya lebih nyaman berteman dengan wajah yang familiar untuknya.


Orientasi kampus akan berlangsung selama satu minggu, berarti dia akan mulai kuliah minggu depan. Hmmm.. Jiya sudah tidak sabar. Apalagi dia sudah merindukan Thomas yang satu tahun ini tidak dilihatnya. Jiya tidak memiliki nomor ponsel Thomas, kata kakaknya, Thomas yang menghubunginya, karena nomor Jiya sudah di berikan kakaknya pada Thomas. Mendapati hal tersebut, jantung Jiya selalu berdebaran ketika memandangi ponselnya.


No Name:


Hai aku Thomas, Ryu mengatakan jika kamu sudah sampai di Inggris. Hari ini pulang jam berapa? Aku akan menjemputmu.


Kang In Ji:


Hai kak.. iya kemarin aku sampai di Inggris. Orientasi selesai pukul lima sore. Kak Thomas mau jemput?


Tangan Yana sedikit gemetar mengetik balasan untuk pesan Thomas.


No Name:


Ok. Aku akan mengirim pesan 10 menit sebelum orientasimu selesai.


Kang In Ji:


Ok kak.


Pesan yang singkat namun sangat berkesan untuk Jiya, nomor ponsel Thomas langsung di simpan dengan nama 'My Love', Jiya tersenyum manis.


 


 


 


 


*****