THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
MIL (Man In London)



Mini series 1. Willem Alexander


Satu tahun sudah Will di London. Hidup dengan keluarga besarnya di Inggris membuat dirinya enggan untuk pulang ke Korea. Hanya beberapa kali saja dia pulang ke Korea, itupun karena menjenguk istri Ryu yang melahirkan ataupun karena urusan bisni. Selebihnya dia menetap di Inggris. Segala upaya dan bujuk rayu untuk membuat Will mau pulang ke Korea tak pernah berhasil, bahkan ibunya yang menangis meminta Will pulang tak dihiraukan. Bagi Will, Seoul adalah tempat untuk kenangan sedihnya.


"Apakah harus menunggu ibu atau ayah menjadi mayat kamu mau pulang Will?" Ucap pelan Ny. Alexander pada anaknya pada suatu kunjungannya ke Inggris.


"Tolong jangan mulai perbincangan seperti ini lagi bu.. aku sudah muak.." Jawab Will mengalihkan pandangannya. Sungguh ini adalah bahasan yang keribuan kalin yang ingin dihindari oleh Will.


"Setidaknya beritahu kami apa alasanmu tetap disini? Apa kamu tidak merindukan kami?"


Suasana perbincangan privat ibu dan anak ini terlihat suram, hawa kesedihan menguar diseluruh ruangan. Nam Ye Na, ibu Will berusaha untuk mengajak anak keduanya ini pulang ke Korea.


"Tentu saja aku merindukan kalian. Korea adalah tanah kelahiranku bu, tentu saja aku merindukannya. Tapi aku tak mungkin kesana, perusahaan dan karyawanku ada di sini.. tak mungkin aku meninggalkannya.." Jelas Will dengan penuh harapan ibunya akan percaya alasannya yang logis ini.


"Disini ada pamanmu, kamu bisa pindah ke Korea untuk membuka anak perusahaan. Bukankah ayahmu janji akan membantumu?"


Will geleng kepala. Paksaan ibunya kali ini membuatnya terbebani. Will teringat ucapan Lyla satu tahun lalu, "Apakah semua hal harus ada alasannya?"


Andai semua orang mengerti dirinya.


-----


Berdiri kokoh sebuah perusahaan properti baru yang tengah merajai pasar saham di London, Alex Properties Corporation. Alex Properties berdiri satu tahun lalu dan langsung menjadi perusahaan properti populer di London. Willem Alexander menjadi nama yang sedang trending topic di London setelah Alex Properties menempati urutan pertama perusahaan baru dengan nilai aset 890 Triliun dengan harga jual 960 Triliun. Pria muda berusia 25 tahun yang betangan dingin berada di belakang berdirinya Alex Properties. Banyak orang tak menyangka jika melihat riwayat hidup Willem Alexander. Lahir dari keluarga dokter bisa mendirikan sebuah perusahaan yang tak ada hubungannya sama sekali dengan kesehatan atau dunia kedokteran.


Pada suatu wawancara beberapa hari lalu, Willem Alexander mengutarakan jika jiwa bisnisnya ini diturunkan dari ibunya. Ketika masih muda ibunya mengelola sebuah kafe miliknya dan masih bertahan hingga sekarang. Dia juga mengakui tidak tertarik dengan dunia yang digeluti ayah dan kakaknya sama sekali. Perusahaan yang berpusat di London Inggris ini menjadi perusahaan yang dibangun dengan bantuan dari pamannya. Walaupun menjadi milyarder muda Willem Alexander tak ingin berbangga hati karena cita-citanya belum terkabul yaitu mendirikan Alex Properties di seluruh penjuru dunia.


"Tuan Alexander apakah anda tahu jika nama anda sekarang menjadi trending topic di internet?" Tanya MC yang memandu acara Talkshow di salah satu stasiun televisi swasta Inggris.


Will tersenyum simpul. Senyum yang bisa melelahkan setiap wanita yang melihatnya.


"Tentu saja aku tahu.." Jawab Will.


"Ternyata anda percaya diri sekali ya.." Timpal MC sedikit tertawa kecil.


Lagi-lagi Will tersenyum. Dia tak sadar jika senyumannya saat ini membuat semua gadis yang menontonnya dari televisi kejang-kejang.


Tampan dan dewasa. Itulah definisi Willem Alexander saat ini.


Pria idamkan ibu-ibu untuk menjadi menantunya dan pria paling di inginkan untuk menjadi pacar oleh seluruh wanita di Inggris, bahkan di Korea nama Will juga menjadi trending topic.


"Silahkan tanyakan apa saja, saya akan menjawab semuanya.."


"Terima kasih.." Tutur MC dengan sopan, bagaimanapun menanyakan hal privasi harus hati-hati, jika salah mengucap sedikit saja bisa berakibat fatal. Apalagi tanyangankali ini disiarkan secara langsung.


"Apakah anda memiliki kekasih saat ini?"


Mata Will menyipit mendengar pertanyaan MC. Ini adalah Talkshow bisnis, Will tak mengira akan mendapatkan pertanyaan seperti ini. Ketika MC meminta ijin untuk bertanya hal privasi, dia kira yang akan ditanyakan adalah masalah keluarga atau tentang pendirian perusahaan.


"Maaf Tuan Alexander jika anda tidak berkenan dengan pertanyaan kami.." MC menyadari perubahan wajah Will setelah dia mengucapkan pertanyaan. Buru-buru dia menimpali ucapan pertamanya.


"Tidak, tidak apa-apa.. saya tadi sudah mengatakan akan menjawab semua pertanyaan.." Senyum Will mengembang. Meskipun terkejut, dia ahli dalam mengendalikan emosinya. Segala emosi yang telah dia kendalikan setahun ini.


"Untuk kekasih saya belum menemukan yang pas dihati.." Jawab Will jujur.


Setelah menjadi CEO dari Alex Properties Corporation tak bisa dipungkiri jika banyak wanita yang mendakatinya. Dari kalangan bangsawan, anak pejabat hingga artis dan model silih berganti berusaha menarik perhatian Will. Namun tak satupun dari mereka dihiraukan oleh Willem Alexander, bagi Will mereka ibarat kumbang yang mengelilingi bunga ketika sedang mekar, jika mereka sudah puas menyesap semua sari milik sang bunga mereka akan meninggalkannya begitu saja. Tentu Will tahu mereka mendekati Will untuk mendapatkan harta ataupun ketenaran belaka. Mereka semua memakai topeng, Will bahkan bergidik ngeri ketika mereka dengan tipu daya dan godaan maut mendekati Will. Entah sejak kapan selera wanita Will berubah.. padahal sebelumnya Will adalah pria yang sering keluar-masuk Club Malam dan menghabiskan waktunya berfoya-foya bersama wanita bayaran.


Mungkin sejak dia ditolak oleh Alyla.


"Benarkah? Lalu tipe ideal anda seperti apa Tuan Alexander? Maksud saya wanita yang anda sukai.." Tanya MC menimpali jawaban Will.


Tidak ada yang percaya jika Tuan Besar Alex Properties tak memiliki kekasih. Harta kekayaan, kedudukan dan kekuasaan ada di genggaman tangannya, bagaimana bisa? MC yang terkejut mendengar jawaban Will termotivasi untuk mengusik lebih jauh kehidupan asmara Willem Alexander.


"Hmm.. tipe ideal?" Will menjawab ragu.


Tipe ideal? Ketika Will menanyakan tipe ideal di dalam benaknya, bayangan Lyla di tepi pantai Jeju menggunakan dress putih dengan senyum menghangatkan, berkelebat begitu saja. Batin Will terhenyak.


Selama satu tahun ini Will telah berusaha melupakan Lyla dengan berbagai cara. Will bekerja siang-malam, lembur dan tidak pernah libur bekerja untuk melupakan Lyla, hanya dengan sibuk bekerja setidaknya dia tidak membayangkan senyum Lyla yang membuat hatinya rapuh. Bahkan saking gilanya dia bekerja, Will dijuluki monster oleh para pegawainya, dia juga mendapatkan julukan penghisap darah oleh para pesaing bisnisnya.


"Iya tipe ideal anda.." MC mengulang pertanyaannya.


"Sederhana saja. Wanita yang bisa membuat saya jatuh cinta padanya.. itu tipe ideal saya.." Jawab Will dengan senyum manis yang melenakan.


Lyla, Alyla Kim. Kenapa aku sulit sekali melupakanmu. Kamu bahkan sudah menolakku, kenapa aku masih saja berharap padamu. Arrgghhh.. Shit!!!. Batin Will berteriak lantang.


END-