THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 49 Kepercayaan



Mata Aluna menerawang jauh, mengingat peristiwa yang baru saja dia saksikan. Harusnya dia tidak perlu khawatir karena wanita yang di cintai Kang In Joo sekarang adalah dirinya, tapi hatinya selalu mengatakan yang lain. Aluna merasa resah setengah mati, banyak ketakutan berkumpul di dalam kepalanya. Kemungkinan-kemungkinan terburuk pun tidak luput dari pergulatannya dengan fikirannya sendiri.


Aluna sudah sampai dirumah, dipandanginya seluruh ruangan yang ada di apartement Kang In Joo, hatinya ingin sekali menelpon suaminya tapi tidak dia lakukan. Entah apa yang di takuti. Matanya menatap nanar pada macaroon yang dia buat tadi, air matanya merembes keluar tanpa peringatan.


10.00 malam waktu Korea


Aluna masih setia menunggu suaminya pulang, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi suaminya tidak kunjung datang. Waktu sudah lewat untuk makan malam, Aluna mendengus kasar, pasalnya dia harus membuang makanan yang ia buat tadi. Ingin sekali rasanya dia menelpon Kang In Joo, tapi entah kenapa rasanya dia enggan. Dia takut mengganggu suaminya, atau Aluna takut akan kenyataan jika suaminya itu sedang bersama wanita dari masa lalunya itu, Hong Moo Ne.


Makanan yang dia buat harus bernasib terbuang di tong sampah. Aluna masih terlihat sibuk mencuci piring, tanpa ia sadari bahwa Kang In Joo berjalan mendekatinya.


“Sayang.. aku merindukanmu..” Tangan besar Kang In Joo melingkar di pinggang Aluna.


Aluna sedikit kaget, tapi dia bisa menguasai dirinya. Tanpa menjawab Aluna tetap melanjutkan mencuci piring, bersikap senatural mungkin.


“Kamu sudah makan?” Tanya Kang In Joo masih memeluk Aluna.


“Sudah.. oppa sudah?” Jawab Aluna dengan suara hampir menangis. Ingin sekali Aluna bertanya, ingin sekali Aluna meminta penjelasan bahwa dirinya melihat kejadian tadi siang. Tapi mulutnya tercekat.


“Sudah.. maafkan aku yang sibuk seharian ini. Kamu tidak marah kan?”


“Tidak.. oppa mau aku buatkan teh atau kopi?” Tanya Aluna mengeringkan tangannya yang basah. Kang In Joo masih memeluknya, dia tidak sanggup untuk menepisnya.


“Aku mau kamu..” Jawab Kang In Joo.


Aluna terdiam, tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Hatinya keruh, pikirannya kalut. Dia sedang menunggu Kang In Joo untuk menceritakan padanya tentang tadi siang, tapi sepertinya Kang In Joo tidak berniat untuk mengatakannya.


“Sayang.. kenapa diam? Aku mau kamu!” Kang In Joo memutar tubuh Aluna kemudian mencium bibirnya. Aluna diam saja, air matanya mengalir pelan.


“Kamu kenapa sayang? Kenapa menangis?” Kang In Joo menyadari jika Aluna menangis.


Kang In Joo masih menciumi leher Aluna. Gairah membakar tubuhnya. Kang In Joo sepenuhnya terjerat dalam pesona Aluna.


“Oppa jangan disini..” Aluna melepaskan ciuman Kang In Joo, yang benar saja Kang In Joo ingin melakukannya didapur.


“Aku sudah tidak tahan sayang.. aku merindukanmu..” Tutur Kang In Joo mendorong tubuh Aluna sampai menyentuh tembok.


Aluna tak pernah menyangka jika mereka akan melakukannya di dapur.


“Oppa..” Aluna mendesah pelan, tiba-tiba saja Kang In Joo kasar begini.


Tangan Aluna memeluk erat punggung Kang In Joo, air matanya kembali mengalir. Dia berusaha menerima semua perlakuan Kang In Joo walaupun hatinya sekarang remuk redam.


“Ahhhh!” Teriak Kang In Joo dan Aluna ketika mereka mancapai akhir bersama.


Tubuh Aluna terkulai didalam pelukan Kang In Joo.


“Aku mencintaimu sayang..” Ucap Kang In Joo mencium pelan pipi Aluna.


“Aku juga oppa.. aku mencintaimu juga..” Suara Aluna serak karena mencoba menyembunyikan rasa sedihnya.


Aluna tersenyum tipis melihat mata suaminya ketika mengatakan cinta pada dirinya. Aluna mencoba untuk mempercayai Kang In Joo. Boleh saja Hong Moo Ne adalah masa lalu suaminya, tapi masa depan suaminya adalah dirinya, Aluna Kim.


Kang In Joo menggendong tubuh Aluna masuk kedalam kamar, Aluna melingkarkan kakinya kuat di pinggang Kang In Joo takut terjatuh. Disepanjang jalan menuju kamar mereka berdua terus saja bercumbu. Kang In Joo sudah melepas semua baju yang dipakai Aluna, Aluna juga membantu Kang In Joo untuk menanggalkan semua pakaian suaminya.


Pergulatan nafsu mereka masih berlanjut di atas ranjang.


Bersambung...