THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 75 Hadiah



Kang In Joo telah membawa pulang Aluna dan Ryu ke Korea. Sementara ini mereka tinggal di rumah keluarga Kang, Kang In Joo khawatir anak dan istrinya tidak ada yang mengurus sementara dia bekerja. Sebenarnya Aluna juga tidak setuju karena Aluna tidak mau menyusahkan ibu mertuanya. Tanpa Aluna tahu jika Kang In Joo sedang mempersiapkan sesuatu untuk Aluna dan Ryu.


“Sayang..” Sapa Kang In Joo memasuki kamar.


“Hmm.. sudah pulang?” Jawab Aluna yang sedang menidurkan Ryu.


“Aku rindu kamu..” Ucap Kang In Joo memeluk Aluna dari belakang.


“Aku juga oppa..” Aluna membalas pelukan Kang In Joo


Cup


Kang In Joo mencium pipi Aluna pelan.


“Sudah makan?” Tanya Aluna pada Kang In Joo.


“Sayang.. aku punya sesuatu untukmu..” Tutur Kang In Joo.


“Apa?” Aluna menyipitkan matanya.


“Aku akan mengajakmu dan Ryu ke suatu tempat, bersiaplah-siaplah..” Jelas Kang In Joo tersenyum pada Aluna “Aku tunggu kalian dibawah..” Lanjut Kang In Joo.


Aluna menurut pada Kang In Joo, beberapa menit setelah Kang In Joo keluar kamar, Aluna menyusulnya dengan menggendong Ryu. Aluna sedikit kesal, baru saja dia berhasil menidurkan Ryu tapi Kang In Joo sudah memaksa untuk mengajak anak mereka keluar rumah. Kang In Joo tidak pernah merasakan betapa susahnya menidurkan anak.


“Mau keman kita oppa? Ryu baru saja tidur..” Ucap Aluna dengan nada kesal.


“Nanti kamu akan tahu.. kamu pasti akan suka..” Jawab Kang In Joo tersenyum lebar.


Mobil Kang In Joo berjalan pelan disebuah perumahan mewah, kemudian berhenti di salah satu rumah. Rumah yang cukup sederhana tapi terkesan elegan karena tata letaknya yang indah. Aluna turun dari mobil dengan bertanya-tanya, rumah siapa ini? Bagus sekali.. Aluna juga ingin punya rumah yang seperti ini. Rumah dengan taman di depannya, terlihat sangat rindang.


“Rumah siapa ini oppa?” Tanya Aluna seraya melangkahkan kakinya menuju rumah tersebut. Sungguh indah sekali rumah itu, betapa nyamannya bisa tinggal disini.


“Rumah kita..” Jawab Kang In Joo singkat.


“Iya.. mulai hari ini kita bertiga akan tinggal disini.. aku ingin Ryu tumbuh dengan baik sayang.. dan kita akan membesarkan Ryu di rumah ini..” Jelas Kang In Joo menggandeng tangan Aluna masuk ke dalam.


Aluna masih dalam keadaan terkejut. Mulutnya hanya terdiam, tapi kakinya mengikuti langkah kaki Kang In Joo.


“Tapi ini terlalu besar oppa.. aku tidak bisa mengurusnya sendiri.. aku juga harus mengurus Ryu.. oppa berlebihan..” Aluna sedikit protes. Pasalnya dia tidak mau melewatkan moment dengan Ryu karena sibuk mengurus rumah ini.


“Tidak sayang.. aku sudah meminta bibi Yoon untuk full time disini.. aku juga akan membantumu.. sebisa mungkin aku akan meluangkan waktu untu kalian..” Ucap Kang In Joo meyakinkan Aluna.


“Ini terlalu berlebihan untukku oppa.. aku tidak bisa menerimanya..” Aluna memalingkan mukanya. Dia tidak mau menjadi beban untuk Kang In Joo, Aluna memang istri Kang In Joo, ibu dari anaknya, tapi Aluna tidak mau Kang In Joo menghamburkan uangnya untuk Aluna.


“Aku tidak pernah memberikanmu apa-apa semenjak kita menikah.. terimalah ini sebagai tanda ketulusan hatiku..” Tutur Kang In Joo lembut. Perlahan tangannya memakaikan cincin pernikahan mereka yang dulu pernah dikembalikan oleh Aluna.


Aluna terdiam. Wajahnya menunduk dan air matanya menetes satu-satu. Dia sungguh bahagia, tapi dia tidak tahu cara menyampaikan bahagia itu pada Kang In Joo.


“Sayang jangan menangis.. aku selalu takut ketika kamu menangis.. kamu membuatku gila sayang..” Ucap Kang In Joo frustasi, airmata Aluna selalu sukses membuat Kang In Joo lemah.


“Aku bahagia oppa.. maka dari itu aku menangis..” Tutur Aluna kemudian menghambur ke pelukan Kang In Joo. Dia sangat-sangat mencintai Kang In Joo, sepenuh hati.


“Ayo besarkan Ryu bersama sayang.. kalau bisa ayo buat adik untuk Ryu sekarang.. aku sangat merindukanmu sayang..” Tiba-tiba suara Kang In Joo merengek.


“Oppa tidak ingat kata dr. Louis? Oppa masih harus berpuasa sampai bulan depan..”


“Tapi aku sudah tidak kuat.. sudah lebih setengah tahun kamu tidak memberikan hakmu sayang...” Kang In Joo kembali merengek seperti anak kecil yang meminta permen.


Huft


Aluna membuang nafas kasar. Benar-benar Kang In Joo seperti anak kecil. Aluna hanya bisa menahan nafsu suaminya itu. Suaminya itu selalu merengek meminta ini itu padanya. Sebenarnya Aluna bingung, yang bayi disini itu Ryu atau Joo. Entahlah.. menurut Aluna malah Joo oppa nya yang sekarang seperti bayi..


Bersambung...