THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 41 Possessive Husband



Keputusan untuk mengiyakan mandi bersama dengan Kang In Joo sangat disesali oleh Aluna, pasalnya dia baru benar-benar selesai mandi satu jam kemudian. Kang In Joo benar-benar jahil, ketika Aluna sudah selesai membersihkan tubuhnya, Kang In Joo akan menyerangnya, dan hal itu terjadi beberapa kali. Tidak banyak hal yang bisa Aluna lakukan selain menerima dengan pasrah.


Bahkan seperti sekarang ketika sudah keluar kamar mandi dan Aluna hendak ganti baju, Kang In Joo masih saja menempel pada dirinya. Aluna tidak habis pikir, suaminya itu benar-benar seperti anak kecil yang minta digendong sama ibunya.


“Oppa.. oppa ga berangkat kerja?” Celetuk Aluna, dia merasa benar-benar harus menyudahinya, Kang In Joo benar-benar maniak


“Aku bosnya.. bos itu bebas sayang..” Jawab Kang In Joo yang masih menciumi leher Aluna


“Tapi tetap saja harus pergi ke kantor kan? Justru oppa adalah bos makanya harus jadi panutan bawahannya..” Aluna meninggikan suaranya


“Aku masih rindu kamu sayang..” Ucap Kang In Joo memelas, sepertinya dia tidak ingin berangkat kerja


“Ayolah.. aku siapkan bajunya ya?” Bujuk Aluna


Kang In Joo mendengus kesal. Dia benar-benar tidak ingin berangkat kerja. Berdekatan dengan Aluna benar-benar membuat dia ketagihan, Aluna seperti candu untuknya.


“Ok aku kekantor.. tapi aku ada syarat..” Tawar Kang In Joo melepaskan pelukannya


“Apa?” Tanya Aluna


“Mulai hari ini kamu harus pindah kekamarku..” Kang In Joo menyebutkan keinginannya


“Iya ok ok..” Aluna terpaksa menyetujuinya, jika Aluna mendebat pasti tidak akan selesai melihat watak dari Kang In Joo


“Satu lagi, panggil aku sayang..” Lanjut Kang In Joo menatap lurus mata Aluna


“Hmm... ada berapa syarat sebenarnya sampai oppa mau berangkat kerja?” Aluna protes


“Cuma itu.. kenapa? Ga mau? Ok baiklah.. aku akan telpon Yang sekarang kalau aku tidak kekantor hari ini.. dan kamu tahu apa artinya sayang? Siap-siap berolahraga denganku seharian ini..” Jelas Kang In Joo


Mata Aluna terbelalak dengan ucapan Kang In Joo. Fiuh.. benar-benar seperti anak kecil. Kemana perginya Kang In Joo tempo hari lalu, Kang In Joo yang dingin, sinis, kasar, dan suka mengintimaidasi lewat tatapannya. Kenapa sekarang berubah menjadi anak ayam yang tidak mau lepas dari induknya. Alun membuang nafas kasar, sabar.. sabar..


“Ok sayang.. yuk berangkat kerja yuk..” Ucap Aluna lembut membujuk suaminya. Jika Kang In Joo benar-benar tidak mau berangkat kerja maka habislah dia hari ini


Cup


“Kamu milikku sayang..” Ucap Kang In Joo mencium pipi lembut Aluna


-----


Akhirnya Kang In Joo berangkat ke kantor walaupun sudah telat, hal itu berdampak pada penumpuknya pekerjannya, yang artinya dia kan pulang malam untuk lembur. Padahal Kang In Joo sudah sangat rindu dengan istrinya


“Tuan.. anda ada meeting dengan klien dari Jepang untuk membicarakan proyek resort di Tokyo..” Suara sekretaris Yang, yang berhasil membuyarkan lamunan Kang In Joo


Kang In Joo mengangguk, dari tadi matanya tidak lepas dari ponselnya yang tergeletak di meja kerjanya


“Iya aku mendengarkan, kenapa kau cerewet sekali hari ini..” Kang In Joo mulai kesal


“Maaf Tuan, karena sejak anda masuk kesini anda terus saja memperhatikan ponsel anda..” Celutuk sekretaris Yang “Apa anda sedang memikirkan Nona Kim?” Tanya sekretaris Yang


“Panggil dia Nyonya Kang.. dia istri dari Tuanmu Yang.. jangan bicara lancang..” Tegas Kang In Joo dengan tatapan yang menyala-nyala seolah siap menerkam mangsanya


“Maafkan kesalahan saya Tuan..” Sekretaris Yang menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah karena lancang. Tapi dibalik itu ada senyum tersungging. Benar sekali, ternyata Tuannya daritadi sedang memikirkan istrinya. Berarti hubungan mereka sudah membaik sekarang, ucap sekretaris Yang dalam hati


“Pergilah.. beritahu aku lagi jika sudah waktunya berangkat..” Titah Kang In Joo


“Baik Tuan..” Sekretaris Yang undur diri


Tangan Kang In Joo segera mengambil ponselnya kemudian menelpon Aluna, dia benar-benar sudah rindu dengan wanitanya. Benar-benar Aluna sudah menjadi candu untuknya


“Halo.. oppa?” Sapa Aluna


“Oppa?” Suara Kang In Joo meninggi


“Emm.. sayang.. ada apa?” Aluna merevisi ucapannya, bisa kacau jika Kang In Joo marah


“Lagi apa?”


“Aku diluar.. kenapa?”


“Kamu dimana?!” Teriak Kang In Joo mendapati wanitanya ada diluar rumah


“Aku di kafe Ye Na, tadi Ye Na telpon katanya dia butuh aku membantunya sedikit.. aku tidak bisa menolaknya..” Jelas Aluna


“Tidak bohong kan?” Suara Kang In Joo kembali normal


“Tidak sayang..” Aluna mencoba meyakinkan Kang In Joo, memang dirinya tidak berbohong. Dia membantu Ye Na karena ibu Ye Na sedang tidak enak badan. Jadi kafe sedikit berantakan, makanya Aluna tidak bisa menolaknya


“Baiklah.. aku akan menjumputmu nanti sore setelah aku pulang meeting dengan klien..” Ucap Kang In Joo


“Iya.. aku tunggu ya..”


“I miss you.. sa..” Belum selesai Kang In Joo berbicara tiba-tiba pintunya terbuka dan masuklah sekretaris Yang “Tuan kita berangkat lima menit lagi..” Sekretaris Yang benar-benar membuat Kang In Joo jengkel seharian ini


“Aku tahu.. pergi dulu!” Kang In Joo berteriak


“Aku akan telpon lagi, aku berangkat dulu ya sayang..” Kang In Joo segera mematikan telponnya. Sekretaris Yang benar-benar cari mati dengan Kang In Joo, tapi dirinya juga tidak bisa berkutik, Yang memang benar, dirinya saja yang sangat rindu dengan istrinya.


Bersambung...