
Kita hanya punya sepotong hati bukan? Satu-satunya
Tere Liye_
-----
"Kamu jelas tahu jika aku menyukaimu, ditolak lagikah aku? Sampai kapan kamu akan menutup dirimu Nam Ye Na? Aku sudah tahu semuanya dari Aluna.. jangan berpura-pura lagi kamu kuat didepanku, aku bisa melihat dirimu yang sebenarnya dengan sangat jelas. Jujurlah pada hatimu Ye Na.. adakah aku di hatimu? Jika tidak, aku akan rela melapasmu. Tapi aku mohon jujur padaku kali ini..."
Perlahan Louis bangkit dari duduknya kemudian menggenggam tangan Ye Na. Diciumnya pelan tangan wanita yang sangat ia cintai itu. Karena tidak mendapat penolakan, Louis menarik tengkuk leher Ye Na kemudian menempelkan bibirnya ke bibir merah milik Ye Na. Diciumnya pelan bibir merah milik Ye Na.
Ye Na memejamkan matanya ketika Louis menyatukan bibir mereka. Dia tidak menolak perlakuan Louis karena pada nyatanya dia juga mencintai Louis. Ye Na mempercayai Louis, Ye Na hanya takut jika suatu saat nanti Louis akan meninggalkannya karena suatu hal.
Dua bibir yang menyatu itu adalah saksi bisu penyatuan dua hati yang saling mencintai.
-----
Louis serius dengan ucapannya untuk menikahi Ye Na, awalnya Ye Na meragukan Louis tapi dia bertekad untuk membuktikan pada Ye Na jika dia bersungguh-sungguh.
Beberapa minggu setelah lamarannya diterima oleh Ye Na, Louis mengajak Ye Na untuk ke Inggris bertemu dengan keluarga Louis disana. Sebenarnya pernyataan cinta Louis dulu itu dianggap sebagai lamarannya pada Ye Na, Louis tidak mau lagi mengadakan acara lamaran resmi, dia ingin langsung menikah dengan Ye Na. Kini dia menyadari sikap posesifnya Kang In Joo pada Aluna, karena sejatinya pria yang sedang jatuh cinta, mereka tidak akan bisa jauh dari orang yang dicintainya.
Sebelum mengajak Ye Na ke Inggris, Louis terlebih dahulu meminta restu kepada ibu Ye Na. Setelah ibu Ye Na mengatakan Ya, Louis langsung memohon ijin kepada calon ibu mertuanya untuk membawa Ye Na bertemu dengan keluarganya di Inggris. Tidak lupa Louis juga mendatangi temannya, Kang In Joo dan Aluna, reaksi mereka luar biasa. Kang In Joo yang mendengar kabar bahagia itu langsung memesankan gedung untuk acara pernikahan Louis dan Ye Na. Sedangkan Aluna langsung membuat surat perjodohan antara Ryu dengan calon anak Louis dan Ye Na jika nantinya mereka punya anak perempuan. Sungguh reaksi yang luar biasa.
-----
Nam Ye Na sangat gusar ketika di dalam pesawat menuju Inggris. Banyak sekali hal yang dia pikirkan. Tapi hanya satu yang membuatnya takut 'bagaimana jika keluarga Louis tidak menyukainya, kemudian tidak menyetujui hubungannya dengan Louis'. Pikirannya semakin kalut ketika pilot mengatakan sebentar lagi mereka akan mendarat di Inggris.
"Lou.. bagaimana jika keluargamu tidak menyukaiku.." Ucap Ye Na memandang Louis.
"Tenang sayang.. mereka pasti akan menyukaimu, percaya padaku.." Louis mencoba menenangkan Ye Na yang sedari tadi tegang. Terlihat dari tangannya yang gemetar.
***
Alexander House [ London, Inggris ]
Mobil yang menjemput Ye Na dan Louis melaju pelan memasuki sebuah rumah yang sangat besar bak istana dengan halaman yang tak kalah luasnya. Jika berjalan kaki mengelilingi rumah ini bisa dipastikan dua hari dua malam baru selesai.
Ye Na semakin gusar, jantungnya berdetak tak beraturan. Keringat dingin mengucur deras membasahi kening dan pelipisnya, berkali-kali tangannya menyeka keringat tersebut.
Mata Louis yang memperhatikan Ye Na tahu jika wanitanya sedang gugup. Dengan sekali tarikan, tangan Ye Na telah digenggam oleh Louis, kemudian tangan itu menuntun Ye Na masuk ke dalam rumah keluarganya.
Diambang pintu rumah itu berdiri seorang wanita paruh baya yang cantik dengan tinggi semampai, rambut panjang, dan tubuh yang sangat terawat. Dia adalah ibu Louis, Nyonya Jane Alexander. Begitu mendengar putra semata wayangnya akan datang, Nyonya besar rumah itu mempersiapkannya dengan baik.
"Louis.. itukah kau?" Ucap Nyonya Jane lembut, menghampiri putranya.
"Mommy.." Louis berjalan mendekati ibunya.
"Sayang.. mommy merindukanmu.." Ibu dan anak tersebut saling melepas rindu dengan berpelukan.
"Aku juga merindukanmu mommy..." Jawab Louis memeluk ibunya.
"Oh apakah dia calom menantu mommy?" Nyonya Jane melapaskan pelukannya kemudian berjalan mendekati Ye Na yang mematung melihat ibu dan anak yang sedang melapas rindu.
"Perkenalkan dia Ye Na mommy.." Louis memperkenalkan Ye Na.
Ye Na tersenyum lebar ketika Louis memperkenalkannya pada calon ibu mertuanya.
"Cantik sekali.. kamu beruntung sekali Lou.. jadi ini wanita yang sudah membuatmu tergila-gila itu?" Nyonya Jane tertawa kecil menatap Ye Na.
"Apa?" Ye Na sontak terkejut. Darimana ibu Louis tahu jika dirinya lah yang membuat Louis tergila-gila. Ye Na seketika mengalihkan pandangannya ke Louis, menuntut penjelasan.
"Tidak ada rahasia diantara aku dan mommy sayang.. aku menceritakan semuanya pada mommy.. maaf tidak memberitahumu.. daddy dan grandpa juga sudah tahu tentang dirimu.. kamu tidak perlu khawatir sayang.. kedatanganmu sudah dinanti mereka semua.." Louis terkekeh kecil.
"Ajak Ye Na masuk Lou.. mommy tunggu di dalam.." Ucap Nyonya Jane pamit meninggalkan Louis dan Ye Na.
Sudah tahu? What? Kenapa Louis tidak memberitahu Ye Na sejak awal? Jika sudah diberi tahu dari awal Ye Na tidak perlu sampai gugup begitu, dan dia tidak mungkin berpikiran macam-macam tentang hubungan mereka.
Ah. Louis dasar.. sialan!
Bersambung....