THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Extra Part (9)



PART : TAKDIR MEMANG LUCU (2)


“Ya Tuhan!” Pekik Ah Reum ketika matanya beradu pandang dengan mata pria yang memanggilnya tadi. Matanya membulat sempurna, mulutnya menganga, dan jantungnya berdetak tak karuan.


“Anda mengenal saya?” Ucap Ryu menuntut penjelasan Ah Reum ketika melihat ekspresi gadis didepannya itu yang seperti melihat setan.


Tangan Ah Reum reflek menutup mulutnya. Suara teriakannya memenuhi seluruh ruangan. Betapa kagetnya dia ketika dua bola matanya menangkap wajah pria itu. Ya pria itu, pria asing di Liberty Club yang telah menghancurkan harga dirinya. Ah Reum selalu berdoa setiap malam agar dia tidak bertemu lagi dengan pria itu, pria yang setiap malam selalu datang di mimpinya. Sepertinya Tuhan berkehendak lain, pria itu terpampang nyata di hadapannya, bahkan Ah Reum tahu jika pria itu bernama Kang Ryu, sang pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Takdir Tuhan memang lucu.


Sejauh apapun kita berlari jika Tuhan tidak menghendaki, kita akan kembali ke tempat yang sama. Sekuat apapun kita berusaha untuk melupakan, jika Tuhan berkehendak lain, kita akan terus mengingatnya. Sebesar apapun kita mengelaknya, jika Tuhan mengijinkan, dia pasti akan terus mendekat. It’s a way love and It’s a destiny.


“Kamu gadis itu?”


Klik. Ingatan Ryu tentang gadis di Liberty Club dengan bola mata yang dia lihat sekarang sama. Jantungnya berdetak tak karuan. Hampir saja dia tidak mengenali gadis kecil itu, Ryu mengingat semuanya. Bayangan samar wajah gadis itu sekarang terlihat jelas. Ya wajah itu, wajah gadis yang menangis di bawah tindahannya malam itu di Liberty Club. Ingatannya melayang dan berputar di otaknya bak rekaman video.


“Bukan! Saya tidak mengenal anda Tuan!”


Mendengar Ryu mengucapkan gadis itu, Ah Reum berteriak. Hatinya menolaknya, selama ini dia selalu menipu dirinya sendiri, bahwa apa yang terjadi di club malam itu adalah sebuah mimpi belaka.


“Aku mengingatmu sekarang. Aku mengenali matamu, aku benar kan? Aku telah mencarimu kemana-mana. Aku kira kamu adalah pekerja Liberty Club. Tidak ku sangka kita bertemu sekarang.. kamu masih mengingatku kan?” Ucap Ryu mendekati Ah Reum.


Kaki Ah Reum mundur ketika Ryu memajukan langkah kakinya.


‘Aku mengingatmu. Aku mencarimu. Liberty Club. Malam itu. Kamu mengingatku?’ Ucapan Ryu tadi tergiang-ngiang di kepala Ah Reum. Mendadak pikirannya dipenuhi dengan ingatan malam itu, padahal Ah Reum sudah berusaha melupakannya. Namun tiba-tiba hari ini dia ditampar oleh kenyataan jika dia masih mengingat semuanya dengan sangat jelas sekali. Kepalanya pusing dan tubuh Ah Reum gemetar. Keinginan dan kenyataan saling bertolak belakang.


“Maaf anda salah orang Tuan..” Ah Reum mencoba menormalkan suaranya. Padahal sekarang dia sedang terguncang hebat,


“Tidak. Aku tidak pernah salah. Aku yakin itu kamu. Aku mengingatmu dengan jelas, yang berubah sekarang hanyalah potongan rambutmu..” Ryu masih mencoba mendekati Ah Reum.


Bahkan pria asing itu tahu jika Ah Reum memotong rambutnya. Ah Reum memang sengaja untuk membuang sial. Dia melakukan segala cara untuk melupakan mimpi buruk itu.


“Aku bilang anda salah Tuan! Kenapa anda memaksa saya!” Tubuh Ah Reum menegang. Matanya terasa panas. Sejak tadi dia berusaha agar tidak menangis didepan pria sialan itu. Dengan melihat wajahnya lagi saja Ah Reum menderita apalagi pria itu saat ini sedang memaksanaya untuk mengingat semuanya. Dasar pria jahat.


Ah Reum tidak kuat lagi menahannya, air matanya sudah di pelupuk mata, jika dia tidak segera pergi dari hadapan pria itu, Ah Reum tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Shin Ah Reum berlari menghindari Ryu, saat ini dia ingin segera pergi dari hadapan Ryu. Tangannya membuka pintu ruang Ryu dengan kasar. Air matanya jatuh ketika dia berusaha memencet tombol lift. Telinganya seolah tuli padahal ada suara yang berteriak memanggilnya.


Ah Reum terus saja berlari tanpa mempedulikan keadaan disekitarnya. Tanpa dia sadari jika Ryu mengikutinya dari belakang. Ketika Ah Reum memasuki lift, Ryu juga mengejarnya setelahnya. Ryu juga tahu jika Ah Reum menuju ke lantai satu


Setelah pintu lift terbuka, Ah Reum langsung berlari keluar. Di pikirannya sekarang adalah pergi dari tempat terkutuk ini, Kangin Grup. Langkahnya terpacu mendekati pintu masuk perusahaan.


“Nona Shin Ah Reum, berhenti kamu di sana!” Teriakan Ryu menggema diseluruh lobi. Semua orang yang ada di lobi sontak menoleh kesumber suara. Ternyata suara itu dari pemilik perusahaan, semua yang mendengarnya diam seribu bahasa.


Telingan Ah Reum mendengar teriakan dibelakangnya, dia tahu jika teriakan itu ditujukan padanya. Namun Ah Reum tidak sudi menoleh. Ah Reum tahu jika pemilik suara itu adalah Kang Ryu, pria brengsek yang telah menghancurkan hidupnya.


Langkah kaki Ah Reum berhenti ketika dia merasakan kepalanya yang sangat sakit dan pandangannya kabur. Tiba-tiba saja semua menjadi gelap.


Bruk


Tubuh Ah Reum ambruk di lantai.


“Hei!” Ryu mempercepat langkah kakinya mendekati tubuh Ah Reum. Tangannya mengangkat wajah pucat Ah Reum. “Hei kamu kenapa? Bangunlah..” Ryu menepuk pipi Ah Reum lembut. Namun tak ada respon. Ryu langsung panik. Baru kali ini dia menyaksikan seseorang pingsan di depannya.


“Joon.. carikan obat untuknya.. aku akan membawanya ke atas..” Titah Ryu pada Joon yang ada dibelakangnya. Asisten Joon mengikuti Tuannya turun karena khawatir. Tiba-tiba saja Tuannya itu berteriak kemudian berlari mengikuti gadis yang dibawanya dari Divisi Pengembangan Perusahaan.


“Baik Tuan..” Jawab Joon segera berlari melaksanakan tugasnya.


Dengan sekali tarikan, Ryu sudah membopong tubuh lemah Ah Reum menuju ruangannya, lantai tiga puluh, disana ada kamar kecil yang biasanya digunakan Ryu untuk istirahat.


Semua mata mempaerhatikan peristiwa yang baru saja terjadi di lobi kantor. Sang pemilik mata langsung berbisik-bisik pelan. Peristiwa yang mereka saksikan mendadak viral, menjadi trending topik. Seluruh karyawan berlomba-lomba mencari identitas wanita yang digendong oleh CEOnya itu. Foto Kang Ryu yang sedang bembopong Ah Reum pun telah beredar di seluruh grup media sosial karyawan Kangin Grup.


Nama Shin Ah Reum langsung menjadi terkenal. Mereka memberi julukan sesuka mereka ‘Nona Shin penggoda CEO’ ‘Shin Ah Reum pegawai baru yang genit’ ‘Shin Ah Reum wanita simpana bos’ dan banyak lagi. Tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi


 


 


*****