
Mata Kang In Joo berbinar melihat makanan yang di tata
rapi Aluna di atas meja. Seumur hidupnya menjadi CEO Kangin Grup baru kali ini
dia makan siang didalam ruang kerjanya. Biasanya kalau tidak makan dengan klien
ya makan siang di luar, atau kadang tidak makan sama sekali karena sibu. Tapi sekarang...
Kang In Joo masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, matanya melotot dan
bibirnya menganga takjub.
“Sayang..” Panggil Aluna. Aluna sedikit jengkel karena
omongannya tidak digubris oleh Kang In Joo “Sayang!” Panggil Aluna lagi sambil
mencubit lengan Kang In Joo
“Ahh.. aww.. kenapa mencubitku?” Kang In Joo protes
seraya mengelus lengannya yang dicubit Aluna
“Aku dari tadi ngomong dan kamu tidak mendengarkan? Bagus
sekali ya..” Suara Aluna meninggi. Aluna benar-benar kesal sekarang, dia merasa
dicuekin
“Maaf sayang.. aku tersihir oleh makan siang yang kamu
bawakan untukku..” Ucap Kang In Joo membujuk agar Aluna tidak marah. Sejak kapan
posisi mereka bertukar sekarang? Biasanya Aluna lah yang harus menuruti Kang In
Joo, tapi keadaan sekarang Kang In Joo lah yang harus menuruti Aluna, memang
cinta sudah buta
“Tidak akan lagi ku buatkan makan siang!” Ucap Aluna
berkacak pinggang
“Loh kok?” Suara Kang In Joo kecewa “Kenapa?”
“Aku ngomong dari tadi ga didengarkan sama sekali,
istrimu aku buka mereka..” Tutur Aluna dengan menunjuk barisan makanan yang ia
buat tadi
“Maafkan aku.. bisa diulang lagi apa yang sayang ingin
katakan? Aku akan mendengarkan..” Bujuk Kang In Joo
“Tidak..”
“Ayolah...” Kang In Joo masih membujuk
“Makan saja..” Aluna masih kekeh. Tangannya menyodorkan
sendok dan garpu kepada Kang In Joo
“Sayang...” Kang In Joo masih mencoba membujuk. Dirinya kini
mendekat dan menyenderkan kepalanya di pundak Aluna
“Ok akan aku ulang.. tapi hanya untuk satu kali. Jadi harus
didengarkan..” Jelas Aluna
Kang In Joo menggangguk kemudian kembali kepada posisinya
semula dan sudah memegang sendok siap melahap makan siangnya
“Aku tidak suka kamu marah-marah..” Aluna mengulang
ucapannya tadi “Jangan seenaknya pecat orang.. jadi bos harus yang bijaksana..”
Kang In Joo mengangguk mendengar perkataan Aluna, dirinya
sekarang sedang sibuk makan masakan yang dibawa Aluna tadi, sampai-sampai dia
bingung mau mana dulu yang dimakan
“Sayang pelan-pelan..” Ucap Aluna lirih membenarkan rambut
Kang In Joo yang sedikit jatuh karena harus menunduk untuk makan, Kang In Joo
juga terlihat kesusahan makan karena meja tamu diruang kerja Kang In Joo lebih
pendek. Alhasil Kang In Joo harus menuduk dan itu membuat dasi dan jasnya terkena
makanan
“Aku tidak apa-apa..” Jawab Kang In Joo
“Sini aku bantu..” Tangan Aluna meraih beberapa makanan
“Terimakasih sayang..” Senyum tersungging di wajah Kang
In Joo
“Ada yang ingin aku bicarakan..” Suara Aluana ragu-ragu
“Hmm? Apa? Bicara saja..”
“Aku ingin membantu Ye Na di Kafe, bibi belum sembuh..”
Aluna memcoba memilih kata-kata yang benar, dia takut kalau Kang In Joo tidak
memberinya ijin
Kang In Joo menghentikan makan siangnya, matanya sekarang
sedang menatap tidak suka pada Aluna
“Boleh kan? Aku janji akan pulang tepat waktu..” Aluna
memohon
“Tidak!” Singkat, padat dan jelas jawaban Kang In Joo
Aluna menundukkan kepala tidak mengeluarkan kata-kata,
hampir saja dia ingin menangis, tapi dia tahan. Kang In Joo yang melihat
perubahan raut wajah istrinya mendengus kalah
“Iya boleh.. tapi harus janji satu hal padaku..” Kang In
Joo mengelus pelan pipi Aluna
“Apa apa?” Aluna antusias
“Kalau capek berhenti dan aku tidak mau melihatmu
terluka..” Mata Kang In Joo menatap lurus mata Aluna
“Okay..” Aluna tersenyum kemudian mengangkat tangannya
tanda berjanji
“Aku tidak mau kamu terluka.. aku bisa kehabisan nafas
jika melihatmu tidak baik-baik saja.. janji padaku ok?” Kang In Joo menegaskan
kembali pada istrinya. Dia sangat khawatir jika istrinya bekerja lagi itu akan
membuatnya kelelahan atau terluka. Kang In Joo tidak mau kejadian Aluna sakit
tempo hari terulang lagi
Aluna mengangguk tanda mengiyakan
“Oh iya.. besok ulang tahun Kangin Grup, akan ada pesta
malam harinya.. aku ingin kamu ikut denganku sayang..”
“Aku? Tapi oppa..” Aluna mencoba menghindar, dia tidak
pernah datang ke pesta, Aluna takut akan membuat malu Kang In Joo
“Ssstt.. tidak ada tapi-tapian.. tidak ada yang lebih
pantas mendampingiku ke pesta selain kamu Nyonya Kang, istri dari CEO Kangin
Grup..” Jelas Kang In Joo
“Tapi aku takut membuat oppa malu.. aku belum pernah
datang ke pesta..” Cicit Aluna
“Ada aku juga disana, tidak usah takut, kamu adalah istri
pemilik perusahaan.. aku akan selalu menemanimu.. dan aku tidak suka dengan
penolakan, kamu tahu itu kan sayang?” Kang In Joo meyakinkan Aluna
Aluna mengangguk pasrah. Ada rasa takut pada diri Aluna,
ia takut akan membuat kecewa, pasalnya dia bukan dari kalangan orang berada
yang biasa datang ke pesta, dia hanyalah gadis biasa dan yatim piatu. Pengalamannya
sangat sedikit. Aluna benar-benar takut membuat suami dan keluarganya malu
“Percayalah padaku..” Lanjut Kang In Joo seraya memeluk
tubuh Aluna. Dia tahu jika istrinya itu sedang khawatir. Terlihat jelas dari
sorot matanya yang sendu
Bersambung.....