THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 46 Lunch



Mata Kang In Joo berbinar melihat makanan yang di tata


rapi Aluna di atas meja. Seumur hidupnya menjadi CEO Kangin Grup baru kali ini


dia makan siang didalam ruang kerjanya. Biasanya kalau tidak makan dengan klien


ya makan siang di luar, atau kadang tidak makan sama sekali karena sibu. Tapi sekarang...


Kang In Joo masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, matanya melotot dan


bibirnya menganga takjub.


“Sayang..” Panggil Aluna. Aluna sedikit jengkel karena


omongannya tidak digubris oleh Kang In Joo “Sayang!” Panggil Aluna lagi sambil


mencubit lengan Kang In Joo


“Ahh.. aww.. kenapa mencubitku?” Kang In Joo protes


seraya mengelus lengannya yang dicubit Aluna


“Aku dari tadi ngomong dan kamu tidak mendengarkan? Bagus


sekali ya..” Suara Aluna meninggi. Aluna benar-benar kesal sekarang, dia merasa


dicuekin


“Maaf sayang.. aku tersihir oleh makan siang yang kamu


bawakan untukku..” Ucap Kang In Joo membujuk agar Aluna tidak marah. Sejak kapan


posisi mereka bertukar sekarang? Biasanya Aluna lah yang harus menuruti Kang In


Joo, tapi keadaan sekarang Kang In Joo lah yang harus menuruti Aluna, memang


cinta sudah buta


“Tidak akan lagi ku buatkan makan siang!” Ucap Aluna


berkacak pinggang


“Loh kok?” Suara Kang In Joo kecewa “Kenapa?”


“Aku ngomong dari tadi ga didengarkan sama sekali,


istrimu aku buka mereka..” Tutur Aluna dengan menunjuk barisan makanan yang ia


buat tadi


“Maafkan aku.. bisa diulang lagi apa yang sayang ingin


katakan? Aku akan mendengarkan..” Bujuk Kang In Joo


“Tidak..”


“Ayolah...” Kang In Joo masih membujuk


“Makan saja..” Aluna masih kekeh. Tangannya menyodorkan


sendok dan garpu kepada Kang In Joo


“Sayang...” Kang In Joo masih mencoba membujuk. Dirinya kini


mendekat dan menyenderkan kepalanya di pundak Aluna


“Ok akan aku ulang.. tapi hanya untuk satu kali. Jadi harus


didengarkan..” Jelas Aluna


Kang In Joo menggangguk kemudian kembali kepada posisinya


semula dan sudah memegang sendok siap melahap makan siangnya


“Aku tidak suka kamu marah-marah..” Aluna mengulang


ucapannya tadi “Jangan seenaknya pecat orang.. jadi bos harus yang bijaksana..”


Kang In Joo mengangguk mendengar perkataan Aluna, dirinya


sekarang sedang sibuk makan masakan yang dibawa Aluna tadi, sampai-sampai dia


bingung mau mana dulu yang dimakan


“Sayang pelan-pelan..” Ucap Aluna lirih membenarkan rambut


Kang In Joo yang sedikit jatuh karena harus menunduk untuk makan, Kang In Joo


juga terlihat kesusahan makan karena meja tamu diruang kerja Kang In Joo lebih


pendek. Alhasil Kang In Joo harus menuduk dan itu membuat dasi dan jasnya terkena


makanan


“Aku tidak apa-apa..” Jawab Kang In Joo


“Sini aku bantu..” Tangan Aluna meraih beberapa makanan


“Terimakasih sayang..” Senyum tersungging di wajah Kang


In Joo


“Ada yang ingin aku bicarakan..” Suara Aluana ragu-ragu


“Hmm? Apa? Bicara saja..”


“Aku ingin membantu Ye Na di Kafe, bibi belum sembuh..”


Aluna memcoba memilih kata-kata yang benar, dia takut kalau Kang In Joo tidak


memberinya ijin


Kang In Joo menghentikan makan siangnya, matanya sekarang


sedang menatap tidak suka pada Aluna


“Boleh kan? Aku janji akan pulang tepat waktu..” Aluna


memohon


“Tidak!” Singkat, padat dan jelas jawaban Kang In Joo


Aluna menundukkan kepala tidak mengeluarkan kata-kata,


hampir saja dia ingin menangis, tapi dia tahan. Kang In Joo yang melihat


perubahan raut wajah istrinya mendengus kalah


“Iya boleh.. tapi harus janji satu hal padaku..” Kang In


Joo mengelus pelan pipi Aluna


“Apa apa?” Aluna antusias


“Kalau capek berhenti dan aku tidak mau melihatmu


terluka..” Mata Kang In Joo menatap lurus mata Aluna


“Okay..” Aluna tersenyum kemudian mengangkat tangannya


tanda berjanji


“Aku tidak mau kamu terluka.. aku bisa kehabisan nafas


jika melihatmu tidak baik-baik saja.. janji padaku ok?” Kang In Joo menegaskan


kembali pada istrinya. Dia sangat khawatir jika istrinya bekerja lagi itu akan


membuatnya kelelahan atau terluka. Kang In Joo tidak mau kejadian Aluna sakit


tempo hari terulang lagi


Aluna mengangguk tanda mengiyakan


“Oh iya.. besok ulang tahun Kangin Grup, akan ada pesta


malam harinya.. aku ingin kamu ikut denganku sayang..”


“Aku? Tapi oppa..” Aluna mencoba menghindar, dia tidak


pernah datang ke pesta, Aluna takut akan membuat malu Kang In Joo


“Ssstt.. tidak ada tapi-tapian.. tidak ada yang lebih


pantas mendampingiku ke pesta selain kamu Nyonya Kang, istri dari CEO Kangin


Grup..” Jelas Kang In Joo


“Tapi aku takut membuat oppa malu.. aku belum pernah


datang ke pesta..” Cicit Aluna


“Ada aku juga disana, tidak usah takut, kamu adalah istri


pemilik perusahaan.. aku akan selalu menemanimu.. dan aku tidak suka dengan


penolakan, kamu tahu itu kan sayang?” Kang In Joo meyakinkan Aluna


Aluna mengangguk pasrah. Ada rasa takut pada diri Aluna,


ia takut akan membuat kecewa, pasalnya dia bukan dari kalangan orang berada


yang biasa datang ke pesta, dia hanyalah gadis biasa dan yatim piatu. Pengalamannya


sangat sedikit. Aluna benar-benar takut membuat suami dan keluarganya malu


“Percayalah padaku..” Lanjut Kang In Joo seraya memeluk


tubuh Aluna. Dia tahu jika istrinya itu sedang khawatir. Terlihat jelas dari


sorot matanya yang sendu


Bersambung.....