THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Extra Part (1)



PART : KANG IN JI


Aluna terlihat sedang duduk di halaman belakang rumahnya bersama anak keduanya In Ji. Anak keduanya dengan Kang In Joo itu sekarang sudah beranjak remaja. Tahun depan Kang In Ji akan lulus dari banguku sekolah menengah atas. Itu artinya dia tahun depan akan kuliah. Waktu sangat cepat sekali berlalu, Aluna merasa jika baru kemarin melahirkan In Ji, namun sekarang anak keduanya ini sudah menjadi gadis cantik yang wajahnya mirip dengan ayahnya namun sikapnya seperti ibunya, sangat berbeda sekali dengan kakanya, Kang Ryu. Anak pertama dari pewaris Kangin Grup tersebut berwatak sama persis dengan ayahnya, bahkan Aluna memeberikan julukan Kang In Joo nomor 2, saking sama persisinya.


Berbanding lurus dengan tumbuhnya kedua anaknya, itu berarti pernikahannya dengan Kang In Joo juga berusia sama dengan anak pertamanya Kang Ryu, yang sekarang menginjak usia 20 tahun. Walaupun baru berusia 20 tahun, Ryu sering menemani Kang In Joo dalam perjalanan bisni, atau kadang akan menjadi asisten ayahnya.


“Bu aku mau kuliah di Inggris..” Jiya buka suara.


“Kenapa harus Inggris sayang? Ayahmu tidak akan memberi ijin. Kamu tahu dia sangat menyayangimu..” Jawab Aluna.


“Aku kira ayah hanya menyayangi Ryu..” Celetuk Jiya. Itu dari pandanganan Jiya, karena ayahnya selalu klop dengan kakaknya dalam hal apapun. Jiya mendengus kesal.


“Kamu cemburu dengan kak Ryu?”


“Bukan begitu bu.. aku tidak pernah nyambung ngobrol sama ayah, tapi kakak selalu sukses mencuri perhatian ayah..” Keluh Jiya.


“Ayah itu harus mewariskan Kangin Grup ke kakak Jiya.. itu bukan berarti ayah tidak menyayangimu.. ayah sedang memberikan pelajaran kepada kak Ryu agar nantinya bisa sukses memimpin perusahaan..” Aluna memberikan pengertian kepada anak perempuannya itu.


“Oh..” Mulut Jiya membulat. “Bu bantu aku agar bisa kuliah ke Inggris ya.. aku mohon..” Lanjut Jiya memohon pada ibunya.


Jiya diam saja. Pipinya semburat merah karena malu. Tidak mungkin dia mengaku pada ibunya jika dia diam-diam menyukai seorang laki-laki. Dan laki-laki itu adalah anak pertama dari pemilik Alexander Hospital, Thomas Alexander. Rasa suka Jiya menyeruak ketika pertemuan mereka pertama kali saat kedua orang tua mereka mengadakan jamuan di rumah Jiya. Anak dari teman ayah dan ibunya itu menarik perhatian Jiya. Paman Louis dan Tante Ye Na, teman ibunya tersebut punya dua anak laki-laki, yang paling besar Thomas dan anak kedua yang lebih muda 3 tahun darinya bernama Willem Alexander.


Cinta pada pandangan pertama, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Jiya. Namun melihat raut wajah Thom, panggilan akrab laki-laki itu, sepertinya tidak ada kata tertarik pada Jiya. Jiya juga sadar diri jika dia mungkin bukan tipe ideal Thomas. Thomas bermata biru yang cantik serta tatapan yang tajam seperti elang, sangat berbeda dengan kedua orangtuanya yang sangat bersahabat.


Mendengar jika laki-laki itu sedang studi di Inggris, Jiya mendadak ingin mengikuti laki-laki yang telah membuatnya jatuh cinta untuk pertamakalinya melalui pandangan mata itu. Jiya ingin mengenal lebih dekat Thomas Alaxander yang sedang mengambil pendidikan dokter di Inggris sana.


Saat ini Jiya sedang berusaha mendapatkan ijin dari ayah dan ibunya untuk melanjutkan kuliah di Inggris. Walaupun tidak bisa satu jurusan, setidaknya Jiya bisa satu kampus dengan Thomas. Hanya memandang wajah Thomas saja sudah membuat hati Jiya jungkir balik.


Jatuh cinta memang serumit itu.


 


 


 


****