
Terlihat dua laki-laki yang sedang duduk berhadapan di meja makan. Masing-masing dari mereka sedang menggenggam segelas minuman hangat
“Kau hutang penjelasan padaku Joo..” dr. Louis membuka suara
Kang In Joo terdiam, matanya menatap nanar teh hangat di dalam gelas yang dia pegang. Pikirannya sedang kacau karena sibuk memikirkan Aluna yang terbaring lemah di kamarnya
“Joo.. kau mendengarku kan?” Ucap dr. Louis lagi
“Apa yang ingin kuperjelas Lou..?”
Kang In Joo dan Louis adalah teman ketika mereka sama-sama kuliah S2 di Jerman. Mereka sudah seperti saudara jadi tidak ada rahasia diantara mereka. Bahkan masing-masing dari mereka saling menyebut nama panggilan, Louis memanggil Kang In Joo dengan Joo, dan sebaliknya Kang In Joo memanggil Louis Alexander dengan Lou.
“Istrimu..” Ucap dr. Louis
Kang In Joo menghebuskan nafas dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Louis
“Iya dia istriku, kami menikah dua bulan lalu..” Kang In Joo menjawabnya
“Apa? Kenapa kau tidak bilang padaku?” dr. Louis membelalak karena kaget
“Kami menikah mendadak, dan itu merupakan kesepakatan kami untuk menikah secara privat..” Lanjut Kang In Joo
“Lalu Moo Ne? Aku kira kau akan menikah dengannya.. bukankah kalian sudah membuat janji untuk menikah?”
“Setelah membuat janji Moo Ne entah pergi kemana, dia pergi tanpa jejak apapun.. bahkan asistenku sudah melacaknya tapi tidak berhasil menemukannya..” Tutur Kang In Joo lirih “Aku tidak tahu apa yang terjadi tiba-tiba saja ibuku mendesakku untuk menikah dengannya, awalnya aku menolak tapi ternyata ibuku tahu Moo Ne menghilang. Jadi aku tidak ada cara untuk menghindar.. maka dari itu aku terpaksa menikah dengannya..” Jelas Kang In Joo panjang lebar yang didengarkan dengan hikmat oleh Louis. Terpancar jelas raut wajah kecewa dari Kang In Joo dan Louis tahu
“Apa kau mencintainya? Itu istrimu..” Tiba-tiba saja dr. Louis melontarkan pertanyaan yang retorik. Louis memang penasaran dengan Kang In Joo, sepengetahuaanya temannya itu hanya bersikap lembut kepada satu wanita, yaitu Hong Moo Ne. Tapi kenyataan yang dilihatnya tadi, sikap dan perbuatan Kang In Joo juga sama kepada wanita yang dianggap istrinya. Apakah Kang In Joo sudah jatuh cinta kepada wanita itu?
Kang In Joo sama sekali tidak kaget mendengar pertanyaan Louis. Dia sudah memprediksi kalau Louis pasti akan menanyakannya, fakta kalau Louis itu adalah sahabat terdekatnya yang tahu setiap inchi watak Kang In Joo
“Sudah kuduga.. sikapmu tadi itu siapapun bisa tahu kalau kau mencintai dia..” Louis menyesap kopi hangatnya “Apa dia sudah tahu?” Lanjut Louis
Kang In Joo menggeleng “Aku masih memastikan hatiku Lou.. aku tidak ingin menyakiti wanita sebaik Aluna..”
“Jangan sampai dia diambil orang lain kamu baru sadar Joo.. lupakan Moo Ne, aku rasa dia juga pantas untukmu...” dr. Louis kembali menyesap kopi hangatnya
“Aku membuat kesalahan besar di hari pertama kami menikah..” Ucapan Kang In Joo melemah. Sepenuhnya dia sadar akan kesalahannya dulu
“Kesalahan besar?” dr. Louis mengangkat sebelah alisanya meminta penjelasan
“Aku memberikan surat perceraian padanya, dan aku hanya memberi waktu padanya satu tahun untuk menjadi istriku..” Kang In Joo menundukkan kepalanya menatap lurus pada isi gelasnya
“Kau gila Joo.. apa yang kau pikirkan saat itu? Tidakkah kamu merasa sudah menyakiti hati seorang wanita..”
“Karena aku kira dulu dia menikah karena uang. Tapi lambat laun aku tahu kalau dia tidak pernah sepeserpun menggunakan uang dari ATM yang aku berikan padanya..”
“Minta maaf dan jelaskan semua padanya Joo.. jangan sampai kau menyesal dikemudian hari..” Titah dr. Louis
Kang In Joo tidak menjawab
Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan oleh temannya itu. Makin kesini Kang In Joo nyaman berada didekat Aluna, bahkan bayang-bayang Moo Ne sudah menghilang dari pikirannya. Di pikiran dan hatinya sekarang diisi oleh sesosok wanita yang tiap hari ia jumpai. Jika jauh darinya dia merasa kekurangan oksigen, dekat dengannya bagaikan tersiram air dingin, sejuk dan nyaman
Tapi Kang In Joo juga merasa bersalah karena selama ini dia selalu bertindak sewenang-wenang pada Aluna. Kang In Joo takut jika Aluna sudah terlanjur benci dirinya dan jika dia mengatakan yang sebenarnya Aluna tidak mau menerimanya
Bersambung...
Mohon dukungannya ^-^