
Macaroon adalah biskuit kecil/kue yang biasanya dibuat
dari kacang tanah almond, kelapa dan atau kacang-kacangan lainnya atau bahkan
kentang, dengan gula dan kadang-kadang bumbu, pewarna makanan, ceri, selai,
atau lapisan coklat.
Beberapa hari ini Aluna merasa bahwa nafsu makannya
sedikit meningkat, dia mendadak suka dengan sesuatu yang manis. Hal yang paling
ia sukai adalah memandangi wajah suaminya.
Hari-hari berlalu semenjak aksi Kang In Joo yang
memperkenalkan dirinya ke khalayak. Berita istri CEO Kangin Grup pun menjadi
trending topik dalam beberapa hari, karena yang datang ke pesta perusahaan waktu
itu bukan hanya para karyawan tapi ada juga beberapa reporter. Namun Aluna
tidak ambil pusing, banyak yang tidak mengenali dirinya. Dikehidupan sehari-hari
Aluna memang hanya berdandan sederhana. Sedangkan foto yang terpampang dimedia
adalah foto wanita cantik, walaupun itu dirinya.
Pagi ini Aluna sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk Kang
In Joo, sikap Kang In Joo juga agak manja akhir-akhir ini, dia hanya mau makan
masakan Aluna. Jika tidak, dia tidak akan makan seharian. Hal itu membuat Aluna
sedikit kewalahan, pasalnya dia harus mengantarkan makan siang ke kantor
suaminya, setiap hari. Bukan apa-apa, Aluna hanya merasa canggung ketika dia
masuk ke kantor suaminya dan semua orang yang melihatnya akan memberikan
hormat.
Aluna masih bekerja di Nam Kafe milik Ye Na. Siang ini
Aluna tidak sempat mengantar makan siang ke kantor, dia menyurus asisten Oh
untuk mengambilnya. Kang In Joo juga tidak mempermasalahkannya, karena Kang In
Joo juga sedang sibuk mengurus proyek pembangunan resort di Jepang.
Sebagai gantinya, sekarang ini Aluna sedang membuat
macaroon untuk dibawa ke kantor Kang In Joo sore nanti. Sudah beberapa hari
yang lalu Aluna sangat ini memakan kue kecil yang berwarna-warni itu. Tidak tahu
kenapa hari ini dia merasa sangat lelah sekali, tubuhnya gampang keringatan dan
sedikit pusing.
“Kamu baik-baik saja kan Lun?” Tanya Ye Na sedikit
khawatir karena wajah Aluna terlihat pucat
“Iya..” Aluna menjawab sambil mengemas macaroon yang ia
buat ke dalam plastik-plastik kecil
“Kalau capek istirahat, aku tidak mau berurusan dengan
suamimu yang posesif itu..”
Aluna terkekeh kecil mendengar Ye Na mengatai suaminya
“Aku pulang lebih awal ya.. aku mau mampir ke tempat oppa
untuk memberikan ini..” Tutur Aluna sambil menunjuk jejeran macaroon yang
berwarna-warni
untuk mencegah Aluna. Aluna disini hanya untuk membantunya, Ye Na sudah senang
Aluna mau repot-repot begitu
Beberapa jam kemudian Aluna sudah sampai di depan pintu
masuk kantor suaminya. Dirinya mengambil nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.
Kakinya mantap melangkah masuk. Semua orang yang melihatnya masuk memberi hormat
kepadanya, bahkan resepsionis yang dulunya sinis kepadanya juga sekarang ikut
memberi salam, bahkan mereka tidak berani memandang Aluna.
Ting!
Suara lift terbuka
Lantai 30 sekarang Aluna berada. Wajahnya tersenyum cerah
karena sebentar lagi akan bertemu dengan suami yang sangat ia rindukan. Tangannya
membawa tas kecil berisi beberapa macaroon. Sampailah dia di meja sekretaris,
disana terliha sekretaris Yang. Raut wajahnya sedikit aneh melihat Aluna
datang, tapi Aluna tidak mempermasalahkannya
“Sekretrais Yang, oppa didalam?” Tanya Aluna
“Maaf Nona.. Tuan sedang..” Jawab sekretaris Yang
ragu-ragu
“Tidak perlu memberitahunya aku datang, aku akan memberi
kejutan..” Jelas Aluna sambil lalu menuju pintu ruangan Kang In Joo
“Nona tunggu.. Tuan sedang..”
Ceklek
“Say...” Ucapan Aluna terhenti ketika matanya menangkap
sesosok perempuan yang sedang menangis dengan memeluk dari belakang tubuh
seorang laki-laki. Dan laki-laki itu sangat ia kenal, Kang In Joo
Aluna mematung sesaat. Ditutupnya pintu itu kembali
kemudian memutar badannya dan berjalan pergi
“Jangan bilang ke Joo oppa aku datang kesini, tolong..”
Titah Aluna pada sekretaris Yang. Sekretaris Yang mengangguk pelan, ada wajah
bersalah dari anggukannya
Langkah kaki Aluna gontai keluar dari kantor. Beberapa orang
menyalaminya tapi Aluna tidak menggubrisnya
“Apakah itu Hong Moo Ne?” Aluna bergumam dalam hati “Wanita
itu sudah kembali..” Lanjutnya
Seketika tubuhnya hilang tenaga dan ambruk. Bagaimana ini?
Apa Joo oppa akan meninggalkanku? Tapi bukankah dia bilang mencintaiku? Apa oppa
akan menerimanya kembali? Banyak sekali pertanyaan yang memenuhi fikiran Aluna.
Air matanya mengalir deras.
Bersambung....