THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 48 Macaroon



Macaroon adalah biskuit kecil/kue yang biasanya dibuat


dari kacang tanah almond, kelapa dan atau kacang-kacangan lainnya atau bahkan


kentang, dengan gula dan kadang-kadang bumbu, pewarna makanan, ceri, selai,


atau lapisan coklat.


Beberapa hari ini Aluna merasa bahwa nafsu makannya


sedikit meningkat, dia mendadak suka dengan sesuatu yang manis. Hal yang paling


ia sukai adalah memandangi wajah suaminya.


Hari-hari berlalu semenjak aksi Kang In Joo yang


memperkenalkan dirinya ke khalayak. Berita istri CEO Kangin Grup pun menjadi


trending topik dalam beberapa hari, karena yang datang ke pesta perusahaan waktu


itu bukan hanya para karyawan tapi ada juga beberapa reporter. Namun Aluna


tidak ambil pusing, banyak yang tidak mengenali dirinya. Dikehidupan sehari-hari


Aluna memang hanya berdandan sederhana. Sedangkan foto yang terpampang dimedia


adalah foto wanita cantik, walaupun itu dirinya.


Pagi ini Aluna sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk Kang


In Joo, sikap Kang In Joo juga agak manja akhir-akhir ini, dia hanya mau makan


masakan Aluna. Jika tidak, dia tidak akan makan seharian. Hal itu membuat Aluna


sedikit kewalahan, pasalnya dia harus mengantarkan makan siang ke kantor


suaminya, setiap hari. Bukan apa-apa, Aluna hanya merasa canggung ketika dia


masuk ke kantor suaminya dan semua orang yang melihatnya akan memberikan


hormat.


Aluna masih bekerja di Nam Kafe milik Ye Na. Siang ini


Aluna tidak sempat mengantar makan siang ke kantor, dia menyurus asisten Oh


untuk mengambilnya. Kang In Joo juga tidak mempermasalahkannya, karena Kang In


Joo juga sedang sibuk mengurus proyek pembangunan resort di Jepang.


Sebagai gantinya, sekarang ini Aluna sedang membuat


macaroon untuk dibawa ke kantor Kang In Joo sore nanti. Sudah beberapa hari


yang lalu Aluna sangat ini memakan kue kecil yang berwarna-warni itu. Tidak tahu


kenapa hari ini dia merasa sangat lelah sekali, tubuhnya gampang keringatan dan


sedikit pusing.


“Kamu baik-baik saja kan Lun?” Tanya Ye Na sedikit


khawatir karena wajah Aluna terlihat pucat


“Iya..” Aluna menjawab sambil mengemas macaroon yang ia


buat ke dalam plastik-plastik kecil


“Kalau capek istirahat, aku tidak mau berurusan dengan


suamimu yang posesif itu..”


Aluna terkekeh kecil mendengar Ye Na mengatai suaminya


“Aku pulang lebih awal ya.. aku mau mampir ke tempat oppa


untuk memberikan ini..” Tutur Aluna sambil menunjuk jejeran macaroon yang


berwarna-warni


untuk mencegah Aluna. Aluna disini hanya untuk membantunya, Ye Na sudah senang


Aluna mau repot-repot begitu


Beberapa jam kemudian Aluna sudah sampai di depan pintu


masuk kantor suaminya. Dirinya mengambil nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.


Kakinya mantap melangkah masuk. Semua orang yang melihatnya masuk memberi hormat


kepadanya, bahkan resepsionis yang dulunya sinis kepadanya juga sekarang ikut


memberi salam, bahkan mereka tidak berani memandang Aluna.


Ting!


Suara lift terbuka


Lantai 30 sekarang Aluna berada. Wajahnya tersenyum cerah


karena sebentar lagi akan bertemu dengan suami yang sangat ia rindukan. Tangannya


membawa tas kecil berisi beberapa macaroon. Sampailah dia di meja sekretaris,


disana terliha sekretaris Yang. Raut wajahnya sedikit aneh melihat Aluna


datang, tapi Aluna tidak mempermasalahkannya


“Sekretrais Yang, oppa didalam?” Tanya Aluna


“Maaf Nona.. Tuan sedang..” Jawab sekretaris Yang


ragu-ragu


“Tidak perlu memberitahunya aku datang, aku akan memberi


kejutan..” Jelas Aluna sambil lalu menuju pintu ruangan Kang In Joo


“Nona tunggu.. Tuan sedang..”


Ceklek


“Say...” Ucapan Aluna terhenti ketika matanya menangkap


sesosok perempuan yang sedang menangis dengan memeluk dari belakang tubuh


seorang laki-laki. Dan laki-laki itu sangat ia kenal, Kang In Joo


Aluna mematung sesaat. Ditutupnya pintu itu kembali


kemudian memutar badannya dan berjalan pergi


“Jangan bilang ke Joo oppa aku datang kesini, tolong..”


Titah Aluna pada sekretaris Yang. Sekretaris Yang mengangguk pelan, ada wajah


bersalah dari anggukannya


Langkah kaki Aluna gontai keluar dari kantor. Beberapa orang


menyalaminya tapi Aluna tidak menggubrisnya


“Apakah itu Hong Moo Ne?” Aluna bergumam dalam hati “Wanita


itu sudah kembali..” Lanjutnya


Seketika tubuhnya hilang tenaga dan ambruk. Bagaimana ini?


Apa Joo oppa akan meninggalkanku? Tapi bukankah dia bilang mencintaiku? Apa oppa


akan menerimanya kembali? Banyak sekali pertanyaan yang memenuhi fikiran Aluna.


Air matanya mengalir deras.


Bersambung....