
Setelah dari rumah sakit Louis, Kang In Joo melajukan mobilnya pulang ke apartementnya. Dia berharap ketika dia pulang nanti sudah ada Aluna yang menunggunya untuk makan malam.
Kang In Joo membuka pelan pintu apartementanya. Gelap, sepi, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Nafasnya berat, tidak Aluna disini, Kang In Joo merasa kosong, dadanya sesak.
“Kamu dimana sayang?” Gumam Kang In Joo dengan suara frustasi “Aku bisa mati jika tidak bisa melihatmu.. kamu dimana? Pulanglah sayang..” Bulir demi bulir air mata Kang In Joo mengalir pelan melewati pipi halusnya.
-----
“In Joo..” Nyonya Jung terkejut melihat putranya datang.
“Ibu.. Luna pergi dariku..” Ucap Kang In Joo mendekati ibunya.
“Apa maksudmu sayang? Aku sudah menyuruh Aluna pulang kerumah..” Jawab Nyonya Jung seraya memeluk putranya.
“Aluna tidak pulang bu.. dia pergi.. itu karena kesalahanku..” Suara Kang In Joo bergetar, kini dirinya menangis di pelukan ibunya.
Tangan Nyonya Jung mengelus pelan pundak Kang In Joo. Kang In Na yang melihatnya juga tidak mampu berbuat banyak, hatinya juga ikut bersedih. Semuanya memang kesalahan Kang In Joo, tapi melihat keadaan Kang In Joo yang berantakan, Kang In Na tidak tega untuk memarahi adiknya.
Kang In Joo memutuskan untuk tinggal di rumah ibunya sementara waktu. Dadanya sesak berada di rumah, setiap sudut rumah mengingatkannya pada Aluna. Dimana mata Kang In Joo memandang disana pula hadir bayangan Aluna. Kang In Joo sungguh dibuat gila oleh Aluna.
-----
Hari ini adalah jadwal keberangkatan Kang In Joo ke Jepang, tapi Kang In Joo enggan pergi. Hidupnya telah kacau semenjak kepergian Aluna. Kang In Joo memerintahkan sekretaris Yang yang datang untuk mewakili. Secara khusus Kang In Joo sudah meminta maaf kepada Tuan Iru Nakajima karena suatu hal dia tidak bisa datang sendiri kesana. Bagaimana bisa Kang In Joo pergi jika dia saja tidak tahu dimana istrinya. Asisten Oh sudah pulang beberapa waktu lalu tapi tidak membawa hasil, Aluna tidak ada di Indonesia. Kang In Joo sekarang memerintahkan asistennya untuk pergi ke Australia, kata kakaknya, Kang In Na, adik Aluna sedang kuliah di Australia, kemungkinan besar Aluna menemui adiknya disana. Pasalnya Kang In Joo sudah mencarinya ke seluruh penjuru Korea tapi dia tidak menemukannya. Dan nama Aluna tidak ada disemua penerbangan kemanapun hari itu.
Kepergian Aluna membuat Kang In Joo kehilangan semangat untuk hidup. Berkali-kali Hong Moo Ne menelponnya tapi Kang In Joo sekalipun tidak pernah mengangkatnya. Dia tidak mau berurusan dengan wanita itu, sebisa mungkin.
Mata Kang In Joo menatap lekat pemandangan kota Seoul dari jendela kantornya ketika pintunya diketuk, kemudian masuklah Louis.
“Joo..” Sapa Louis.
Kang In Joo tersenyum tipis.
“Tidak baik.. aku tidak pernah bisa tidur nyenyak Lou.. Bayang-banyang Aluna selalu hadir dimimpiku.. aku merindukannya..” Ucap Kang In Joo lirih. Kang In Joo sadar jika hatinya sudah bertekuk lutut dihadapan Aluna.
Louis menatap dalam temannya itu, Kang In Joo sungguh sudah terkena virus budak cinta. Ckckck.. Louis berdecak heran. Padahal Kang In Joo yang dulu ia kenal adalah lelaki dingin.
“Aku membawa sedikit kabar untukmu..”
Kang In Joo menatap lurus mata Louis.
“Aluna?” Kang In Joo terlihat antusias.
“Tidak.. tapi ini tentang Cloud Nine.. Nico ternyata bersekongkol dengan Moo Ne untuk menjebakmu.. mereka memberimu obat tidur didalam wine yang kamu
minum..” Jelas Louis.
Mata Kang In Joo melotot mendengar penjelasan Louis.
“Aku rasa kamu harus menanyakannya sendiri pada Moo Ne.. hanya itu saja yang aku dapat dari orang suruhanku.. aku sejak lama memang tidak suka dengan Nico.. tapi aku tidak menyangka dia tega melakukan ini pada temannya..” Lanjut Louis. Mereka bertiga, Joo, Louis, dan Nico adalah teman dari jaman mereka sekolah menengah atas. Louis memang sudah tahu jika Nicolas Wang, temannnya itu licik.
Kang In Joo tak bergeming, otaknya sedang mencoba mencerna ucapan Louis.
“Terimakasih Louis..” Kang In Joo buka suara.
“Semoga beruntung Joo..” Louis pamit pada Kang In Joo.
Benar kata Louis, Kang In Joo harus mencari tahu semuanya sendiri. Sekretris Yang di Jepang, kemudian Oh Baek dan Oh Soo sedang dia perintahkan untuk ke Australia mencari Aluna, itu artinya dia harus bertindak sendiri. Semuanya memang mencurigakan, tidak mungkin Kang In Joo langsung tidak sadarkan diri hanya dengan beberapa gelas wine saja.
Bersambung.....