
Xia Ou Restaurant
Kang In Joo duduk disalah satu ruangan privat sebuah restaurant China. Dia sedang menunggu PD Han Korea Financial, Han Min Suk.
Klang!
Suara pintu ruangan yang di pesan Kang In Joo berbunyi, sontak Kang In Joo berdiri kemudian menyalami pria paruh baya yang rambutnya telah berwarna putih.
“Senang bertemu dengan anda Tuan Han..” Sapa Kang In Joo.
“Saya juga Tuan Kang..” Balas PD Han Min Suk. PD Han mepersilahkan Kang In Joo untuk duduk.
“Terimakasih telah merespon proposal yang saya ajukan Tuan Han..”
“Saya tertarik dengan ajuan kerjasama dari Kangin Grup..”
Kang In Joo menyimak.
“Saya langsung menyetujuinya ketika Soe Ri mengatakan anda adalah teman putri saya satu-satunya..”
Kang In Joo mengangguk.“Ya Tuan Han, saya dan Seo Ri satu kelas ketika kuliah S1..”
“Seberapa dekat hubungan kalian Tuan Kang?” Tanya PD Han.
“Kami cukup akrab waktu itu, karena pemikiran kami sama soal manajemen perusahaan, kami juga pernah beberapa kali satu kelompok diskusi..” Jelas Kang In Joo dengan wajah penasaran. PD Han menanyakan kedekatannya dengan Seo Ri. Seingat Kang In Joo, dia hanya sebatas mengenal Han Seo Ri, anak perempuan dari Han Korea Financial.
“Saya menerima tawaran ini karena Seo Ri.. sudah lama saya ingin mewariskan perusahaan padanya.. saya rasa sekaranglah waktu yang tepat.. aku akan langsung tandatangan jika anda bisa memenuhi satu syarat..”
“Ya Tuan Han?” Kang In Joo terkesiap, syarat?
“Besok temuilah Seo Ri. Dia yang akan memberitahu syarat itu Tuan Kang..” Ucap PD Han. “Senang bertemu dengan anda Tuan Kang, anda persis seperti apa yang Seo Ri ceritakan..” Lanjut PD Han dengan senyum penuh misteri.
Kang In Joo mengangguk tanda mengiyakan. Setelah kepergian PD Han, Kang In Joo juga segera meninggalkan restaurant tersebut. Mobilnya melaju di jalanan Kota Seoul yang masih ramai meski langit telah gelap. Kang In Joo menghembuskan nafas kasar. Pertemuannya dengan PD Han bisa dibilang sukses, tapi ada satu hal yang mengganjal di hatinya. Syarat yang diberikan PD Han, syarat apa itu?
-----
Tuxedo hitam dengan kemeja putih bergaris halus di tambah dasi hitam satin yang mengkilap telah terpakai rapi di badan atletis Kang In Joo. Wanita manapun pasti tidak akan bisa menolak pesona CEO Kangin Grup, Kang In Joo. Menjadi seorang pembisnis sukses mengantarkan dirinya menjadi pria kondang nomor satu di Korea, kerja sukses kisah cinta juga sukses. Sayangnya, harus banyak hati wanita yang patah hati, karena CEO Kangin Grup sangat mencintai keluarganya. Kang In Joo juga menjadi simbol setia dari para suami di Korea. Sosoknya menjadi familiar di kalangan masyarakat. Seorang bos yang ramah di perusahaan dan penuh kasih sayang di keluarga. Satu kata, perfect!
Aluna sedang menggendong Ryu di dapur ketika Kang In Joo keluar kamar. Matanya menyipit ketika melihat istrinya yang kesusahan menata meja makan dengan Ryu dalam gendongannya. Persis apa yang dikatakan Kang In Joo kemarin, jika Ryu sangat menyayangi ibunya.
“Sayang biar Ryu aku yang urus..” Aluna menoleh ketika mendengar suara Kang In Joo.
“Aku bisa gila oppa.. anakmu ini tidak mau turun dari gendonganku sejak bangun tidur..” Aluna mendesah halus.
Kang In Joo berjalan mendekati Aluna, tangannya mencoba mengangkat Ryu dari gendongan ibunya. Tapi sayangnya Ryu menolak. Semakin erat pelukan tangan Ryu di pundak ibunya.
Kang In Joo terkesiap, Aluna apa lagi. Lagi-lagi Aluna mengela nafas, kali ini lebih panjang.
“Sudahlah oppa.. kamu tidak akan menang melawan anakmu.. dia sama keras kepalanya dengan dirimu..” Aluna pasrah. Dia seperti sedang menghadapi Kang In Joo nomor 2.
Kang In Joo tertawa kecil, tangannya menarik kursi kemudian duduk.
“Ryu sayang.. anak baik.. kita sarapan dulu ya? Ayah mau berangkat kerja, jadi Ryu harus menemani ayah makan.. ok?” Suara Aluna lembut pada Ryu.
Ryu kecil mengangguk.
Aluna mengambil piring kemudian mengisinya dengan nasi dan lauk. Satu piring dia berikan kepada Kang In Joo, dan satu piring kecil dia berikan pada Ryu. Sedangkan Aluna duduk menonton Kang In Joo nomor 1 dan Kang In Joo nomor 2 bergantian. Sejak kecil Ryu memang dibiasakan untuk mandiri, mulai dari makan. Ryu sudah terbiasa untuk makan sendiri tanpa disuapi.
“Sayang kamu tidak makan?” Kang In Joo buka suara setelah dia menyadari Aluna hanya terdiam menatap mereka berdua.
“Aku sedang tidak nafsu makan oppa.. makanlah.. aku akan makan nanti. Melihat kalian berdua makan aku sudah kenyang..” Jawab Aluna.
Kang In Joo mengangguk pelan seraya menghabiskan sarapannya.
Cup. Cium untuk Aluna.
Cup. Cium untuk Ryu kecil.
Aluna mengantar keberangkatan Kang In Joo ke kantor dengan Ryu masih digendongannya. Aluna bingung dengan sikap Ryu hari ini. Anaknya itu sangat manja sekali hari ini.
“Aku mungkin akan pulang malam sayang.. aku ada janji bertemu dengan teman lama untuk membicarakan urusan bisnis..” Ucapk Kang In Joo diambang pintu rumah.
“Mmmm..” Aluna mengangguk.
Matanya menatap lekat mobil suaminya meninggalkan pekarangan rumah. Rasanya Aluna tidak ingin merelakan Kang In Joo berangkat
kerja.
-----
“Joo..” Suara lembut seorang wanita membuat Kang In Joo menoleh.
“Seo Ri..” Ucap Kang In Joo berjalan menuju wanita itu, Han Seo Ri. “Lama tak bertemu.. bagaimana kabarmu?” Kang In Joo menjabat tangan teman lamanya sewaktu S1.
“Aku baik... bagaimana kabarmu?” Seo Ri menjawab jabatan tangan Kang In Joo.
“Luar biasa.. kamu telah berubah banyak teman.. terakhir kita bertemu mungkin 10 tahun yang lalu ya..” Kang In Joo bernostalgia masa-masa kuliahnya dulu. Yang Kang In Joo ingat, Seo Ri dulu adalah gadis pemalu dan pendiam, tapi sekarang setelah 10 tahun, mata Kang In Joo sampai menyipit karena tidak bisa mengenali Seo Ri, pasalnya wanita itu sekarang berubah menjadi wanita dewasa yang sangat cantik dan tubuh yang seksi.
“Oh iya.. kemarin PD Han menyuruhku untuk menemui kamu..” Ucap Kang In Joo. “Apa syaratnya? PD Han menyuruhku bertanya padamu..” Lanjut Kang In Joo.
“Jadikan aku istrimu....”
Bersambung.....