THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 44 Possessive Husband (2)



Dalam waktu beberapa menit saja mobil Kang In Joo sudah memasuki parkiran apartemetnya. Kang In Joo segera turun kemudian membukakan pintu untuk Aluna. Aluna tersenyum lebar mendapat perlakuan manis dari suaminya.


“Silahkan tuan putri..” Ucap Kang In Joo.


“Terimakasih tuan..” Jawab Aluna terkekeh.


Tangan Kang In Joo menggenggam erat tangan Aluna selama perjalanan mereka ke apartement, dimulai dari parkiran kemudian didalam lift sampai sudah masuk didalam rumah pun Kang In Joo tidak melepaskannya sama sekali.


“Sayang mau makan malam?” Tanya Aluna setelah masuk kedalam.


Kang In Joo mengangguk.


“Mau aku masakkan apa?”.


Sekarang Kang In Joo menggeleng. Melihat itu Aluna dibuat gemas sekali, Kang In Joo benar-benar seperti anak kecil. Perlahan dirinya mendekati Kang In Joo kemudian menatapnya lurus.


“Sayang mau apa?” Aluna mendekatkan wajahnya pada Kang In Joo, Aluna baru tahu jika Kang In Joo punya sisi manja seperti ini, padahal ketika pertama bertemu yang ia tunjukkan adalah sikap sadis tanpa ampun.


“Mau kamu..” Kang In Joo mengeluarkan suaranya pelan.


Aluna terhenyak, apa juga maksud suaminya mau dirinya? Atau jangan-jangan?.


Sekali tarik tubuh Aluna terjatuh dipangkuan Kang In Joo. Bibir Kang In Joo mulumat habis bibir Aluna dengan kasarnya, pelan-pelan Aluna membalas ciuman Kang In Joo. Tangan Kang In Joo sudah bergerilya menyusuri setiap jengkal tubuh Aluna.


“Ahh..” Aluna mendesah geli.


Aluna pasrah dibawah tindihan Kang In Joo, tubuhnya benar-benar tidak mempunyai ruang gerak, pasalnya mereka sekarang sedang bercinta diatas sofa ruang televisi. Nafas Kang In Joo memburu, menciumi setiap jengkal tubuh Aluna sambil menyatukan tubuh mereka.


“Kamu canduku sayang..” Kang In Joo berucap lirih sambil menciumi bibir Aluna


Aluna memeluk erat punggung Kang In Joo karena merasa nikmat. Kang In Joo terus saja memompa tubuhnya, tubuh Aluna benar-benar menyukai setiap hal yang diberikan oleh Kang In Joo.


“Sayang..” Aluna berteriak karena ada cairan hangat yang memasuki tubuhnya. Tubuhnya juga mencapai pelepasan berkali-kali, bersamaan dengan pelepasan Kang In Joo


Setelah pelepasan pertama Kang In Joo, tubuh Aluna diangkat Kang In Joo menuju kamar mereka. Disana Kang In Joo terus saja berbagi kenikmatan dengan Aluna. Benih-benih cinta Kang In Joo terus saja memenuhi rahim Aluna.


“Berikan aku segera penerus Kangin Grup sayang..” Ucap Kang In Joo disela-sela aktivitasnya.


Aluna mengangguk pelan, dirinya tidak bisa lagi mengimbangi nafsu Kang In Joo yang membuncah tanpa lelah. Aluna hanya bisa menerimanya pasrah. Semalaman kamar itu dipenuhi dengan desahan dan suara decitan ranjang yang bergoyang keras.


------


Aluna terbangun karena suara alarm ponselnya. Tangannya meraba mencari Kang In Joo tapi ternyata kosong, Aluna membuka mata perlahan mencari sosok laki-laki yang semalaman mengajaknya olah raga tanpa henti.


“Kemana dia..” Gumam Aluna seraya bangkit dari posisinya. Matanya menyapu seluruh ruangan tapi nihil. Dengan malasnya Aluna mencoba berdiri, sedikit nyeri diselangkangannya tapi dia masih bisa berjalan mencari pakaiannya. Dalaman sudah robek tidak berbentuk, kemeja yang dia gunakan entah dimana sekarang. Matanya menangkap seonggok kemeja putih di lantai, milik Kang In Joo. Aluna terlalu malas untuk mencari pakaiannya, dia mengambil kemeja itu kemudian memakainya, tanpa dalaman.


Perut Aluna mulai keroncongan, dia baru sadar jika dia belum makan dari kemarin sore. Sepulang dari kafe milik Ye Na, Kang In Joo langsung menyerangnya tanpa peringatan.


“Mungkin oppa sudah kekantor, aku masak sesuatu ah..” Ucap Aluna pada dirinya sendiri seraya berjalan menuruni tangga menuju dapur tanpa memperhatikan sekitar dengan santainya memakai kemeja Kang In Joo yang tangan dan panjangnya kebesaran.


-----


Ketika beberapa menit memejamkan mata setelah beraktivitas dengan Aluna, Kang In Joo terpaksa bangun karena telpon dari Yang. Waktu menunjukkan dini hari tapi Yang berani mengganggu waktu istirahatnya dirumah. Ditelpon Yang mengatakan jika ada kendala pada proyek mereka di Jerman. Dan itu sangat krusial, kendala itu berimbas pada penurunan dari saham Kangin Grup sebesar 1%. Karena pentingnya kendala tersebut, Kang In Joo menyuruh sekretaris Yang Yeol, Oh Baek dan Oh Soo untuk kerumahnya dalam rangka membicarakan keperluan-keperluan yang harus disiapkan daalam menghadapi somasi dewan direksi pagi ini.


Suasana tegang menyelimuti ruang tv apartement Kang In Joo. Baik Yang ataupun asisten Oh mereka sedang berfikir keras dalam mencari jalan dalam memecahkan masalah proyek Jerman. Terlihat Kang In Joo juga menghubungi beberapa orang untuk koordinasi. Ternyata proposal kerjasama dari proyek Jerman tersebut dimanipulasi oleh salah satu oknum yang ingin menjatuhkan Kangin Grup. Kang In Joo memerintahkan asiten Oh untuk mencari ulah siapa itu, berani-beraninya mereka menantang duel seorang Kang In Joo.


Ditengah-tengah keseriusan mereka berfikir tiba-tiba mata empat orang tersebut menangkap sesosok wanita yang sedang menuruni tangga lewat didepannya kemudian menuju dapur dengan menggunakan kemeja putih kebesaran tanpa menggunakan celana, wanita itu telanjang kaki berjalan dengan santainya seperti tidak menghiraukan keadaan sekitarnya.


Aluna yang tiba-tiba dibopong Kang In Joo terkesiap, mencoba untuk meronta.


“Turunkan aku!” Aluna berteriak.


“Tidak!” Kang In Joo tidak mau kalah.


“Apa-apan kamu..” Aluna masih mencoba untuk lepas dri gendongan Kang In Joo.


Kang In Joo diam saja, langkahnya cepat menuju ke kamar, dilemparnya tubuh Aluna ke atas ranjang kemudian Kang In Joo menindihnya.


“Apa yang kamu lakukan hah?” Kang In Joo membentak Aluna.


“Aku lapar, aku mau makan..” Jawab Aluna dengan suara tinggi juga. Aluna kesal kenapa Kang In Joo begitu menyebalkan, dia hanya ingin makan, kenapa membawanya kembali ke kamar.


“Di depan Yang, Baek, dan Soo?” Tutur Kang In Joo dengan rahang yang mengeras.


Aluna bingung, apa pula yang dibicarakan Kang In Joo. Matanya menatap lurus mata Kang In Joo mencari jawaban.


“Dibawah ada Yang, Baek dan Soo sayang.. apa yang kamu pakai ini? Kamu ingin menggodaku didepan orang lain hm?” Suara Kang In Joo kembali normal. Kang In Joo tahu jika Aluna melakukannya tidak sengaja, dia bisa melihat dari tatapan mata Aluna.


“Aku tidak tahu.. aku belum memindahkan bajuku kemari..” Jelas Aluna.


Cup


Kang In Joo mencium kening Aluna pelan.


“Ada sedikit masalah dikantor.. aku harus segera berangkat untuk menyelesaikannya..”


Aluna mengangguk patuh.


“Dirumah saja tunggu aku pulang ya..” Titah Kang In Joo “Pakai ini ketika hanya ada kita berdua.. ok?” Lanjutnya sambil menunjuk baju yang Aluna kenakan.


“Iya..” Aluna menjawab pelan.


“Aku akan segera berangkat.. turun setelah kami pergi..” Pamit Kang In Joo kemudian melangkah keluar kamar.


Hati Aluna berdegub kencang, memalukan sekali, berarti keadaannya yang kacau tadi dilihat oleh sekretaris dan asisten Kang In Joo.. rasanya Aluna ingin menghilang saja.


Kang In Joo menuruni tangga berjalan menuju ke tempat dia diskusi tadi dengan sekretaris dan asistennya.


“Ehem.. kita diskusi saja dikantor..” Perintah Kang In Joo sedikit canggung, kini dia ketahuan jika sudah tidur dengan Aluna.


“Kami tadi tidak melihat apa-apa Tuan..” Celetuk Oh Soo. Seketika mulutnya di bungkam dengan tangan Oh Baek. Soo benar-benar tidak bisa membaca situasi.


“Apa kamu bilang? Mulai sekarang kalian dilarang kerumahku tanpa ijin dariku!” Suara Kang In Joo meninggi, dia kesal karena tubuh wanita yang dia cintai dilihat juga oleh orang lain.


“Baik Tuan!” Dijawab serempak oleh mereka bertiga kemudian bergegas keluar apartement diikuti oleh Kang In Joo dibelakang.


Bersambung....