THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Sekuel Chapter 1



KEGALAUAN ALYLA


From : Alyla Kim


To : Kang In Ji


Ji aku ingin menanyakan sesuatu.


Apa kamu kenal dengan orang yang bernama Willem Alexander?


Kalau kamu kenal balas e-mailku ya.


Love,


Lyla


-----


From : Kang In Ji


To : Alyla Kim


Ya aku kenal Willem Alexander. Nama panggilannya Will.


Kamu kenal dia darimana Lyla?


-----


Lyla tak bisa melupakan pertemuannya dengan orang yang bernama Willem Alexander ketika dia berkunjung ke Korea. Ingatan pada malam itu berputar dikepalanya. Setiap memejamkan mata, ingatan itu akan beputar seperti video.


Penasaran yang mengasai dirinya memaksa Lyla untuk mencari tahu siapa itu Willem Alexander. Dia ingat jika laki-laki itu datang ke pesta pernikahan Ryu dan terlihat akrab dengan keluarganya di Korea. Segera Lyla mengirim e-mail untuk Jiya, mungkin Jiya mempunyai jawaban atas semua pertanyaannya.


Ternyata benar jika Jiya mengenalnya, nama panggilan orang itu adalah Will. Ingatan Lyla kembali ke acara makan malam di Korea sebelum dia ke No One Hotel and Resort.


"Will? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.." Gumam Lyla lirih. Matanya menatap lurus pada layar komputer di kamarnya.


"Will adalah adiknya Thomas yang sedang menginap di No One juga.."


Ucapan Ryu yang terngiang di telinga Lyla membuyarkan lamunannya. Will adik kak Thomas, jadi itu dia. Dia orang yang dibicarakan kak Ryu yang juga sedang menginap di salah satu villa No One.


"Astaga.. bagaimana ini.." Pekik Lyla dalam hati.


-----


From : Alyla Kim


To : Kang In Ji


Aku bertemu dengannya di pernikahan kak Ryu dan kak Ah Reum. Aku hanya penasaran saja.


Jangan khawatir, tidak ada apa-apa diantara kami.


Bagaimana kabar paman dan tante?


Kak Ah Reum kapan melahirkan?


Kabari aku ya Ji.. aku akan ke Korea jika kak Ah Reum sudah melahirkan.


I miss you all..


Salam sayang,


Lyla


-----


O Fantastic Four Group O


Jiya


Will.. apa yang terjadi antara kamu dan Lyla sebenarnya? Aku tiba-tiba saja khawatir.


Jiya mengirimkan pesan ke chat grup miliknya. Sudah lewat beberapa hari sejak pertemuan tak terduga yang diadakan oleh Will. Jiya masih dilliputi rasa penasaran tentang hubungan Will dan Lyla. Masing-masing dari mereka tidak ada yang mau bercerita. Lyla dengan kediamannya, Will dengan segala teka-tekinya berhasil mengoyak rasa penasaran Jiya. Mungkin bukan hanya Jiya, Thomas dan Ryu pun dibuat penasaran akan hubungan mereka berdua.


Pesan Jiya tak ada yang merespon. Jiya pun mengirim pesan lagi yang diambil dari e-mail yang dikirim Lyla.


Jiya


Aku bertemu dengannya di pernikahan kak Ryu dan kak Ah Reum. Aku hanya penasaran saja.  Jangan khawatir, tidak ada apa-apa diantara kami.


Baru saja aku mendapat e-mail dari Lyla. Aku curiga dengan hubungan mereka. Kalian ada sesuatu yang dirahasiakan dari kami kan Will?


Will!! Keluar kamu!!!


Kekesalan Jiya terbit. Rasa penasaran memaksanya untuk mencari informasi sendiri. Bukan hanya rasa penasaran, tapi ada rasa takut juga jika Lyla dipermainkan oleh Will. Jiya cukup tahu sepak terjang Will didunia yang berisi godaan dan main perempuan.


Ryu


Apakah Will menggoda Lyla? Beraninya dia menggoda adikku Lyla.


Thomas


Thomas terlihat cukup geram dari bahasa di dalam pesan yang dia kirimkan di chat grup.


Kegaduhan di chat grup Fantastic Four direspon dengan santai oleh seorang Willem Alexander. Ingin sekali Will merahasiakan hubungannya dengan Lyla. Hubungan? Mereka berdua kan memang ga punya hubungan apa-apa. Tapi seolah semua pihak memaksa Will untuk menceritakan apa yang dia lakukan dengan Lyla malam itu.


Will


Benar kata Lyla. Tidak ada apa-apa diantara kami.


Will tersenyum sinis ketika mengirim pesan. Memang kenyataan mereka tak ada apa-apa.


Jiya


Bohong. Aku tahu seperti apa Lyla. Kamu pasti menggodanya kan waktu di pernikahan kak Ryu. Aku peringatkan kamu jangan macam-macam dengan Lyla. Dia itu gadis baik-baik Will. Kalau kamu berani menyentuhnya sedikit saja, aku akan membuatmu membayarnya seumur hidup!


Will mengerutkan dahinya membaca pesan yang dikirkan Jiya. Apa salahnya? Bahkan Will membantu Lyla malam itu. Kenapa sekarang aku yang disalahkan? Sebrengsek itu kah aku dimata mereka? Ah Sial!. Batin Will mengumpat lantang.


Will


Kenapa kalian memojokkan aku terus? Aku tidak mengganggunya kok. Jiya jada ucapanmu. Aku memang pria brengsek, tapi aku tidak mungkin menggoda saudara temanku.


Thomas


Tapi kalau itu kamu aku yakin Will. Sudah berapa banyak wanita yang kamu permainkan.


Will


Aku brengsek Thomas! Aku kan adikmu, kenapa kamu malah menyalahkanku. Malam itu dia yang menggodaku duluan. Puas kalian!


Rahang Will mengeras. Cukup sudah kesabarannya. Sebenarnya dia tidak ingin membuka aibnya dengan Lyla malam itu. Tapi keadaan memaksanya.


Ryu


Malam itu? Dia yang menggodamu duluan? Maksudmu Lyla?


Jiya


Tidak mungkin Lyla menggodamu duluan Will. Dia itu gadis baik-baik.


Thomas


Will ceritakan pada kami apa yang terjadi. Sekarang!


Situasi mulai memanas.


Will yang terus didesak akhirnya malah memberikan bahan kepada tiga anggota lain untuk menyerangnya dengan bermodalkan pertanyaan dari Lyla melalui e-mailnya ke Jiya. "Apakah kamu mengenal Willem Alexander?" Bermodal pertanyaan singkat dari Lyla, mereka menyerang Will tanpa ampun. Seolah Will telah melakukan kesalahan besar. Will yang terkenal playboy memunculkan kekhawatiran konyol. Hanya dengan pertanyaan yang tidak menjurus ke apapun, mereka bertiga percaya jika Will telah melakukan sesuatu pada Lyla. Malang sekali nasib Will.


"Sial!" Will berteriak lantang di dalam kamarnya. "Mereka benar-benar membuatku tak punya pilihan lain. Aku juga tak mau dicap sebagai pria brengsek. Kamu yang membuatku melakukan ini Lyla. Jangan salahkan aku.." Lanjutnya lirih. Tangan Will meraih ponsel yang sejak tadi dia biarkan namun matanya tak lepas menatap benda pipih berwarna hitam itu.


Will


Malam itu aku dan Lyla tidur bersama. Aku rasa kalian sudah faham apa yang aku maksud dengan tidur bersama sebagai dua orang dewasa. Satu hal yang harus kalian tahu jika bukan aku yang menggodanya. Lyla duluan yang menggodaku.


Will melempar ponselnya kesembarang tempat. Tangannya memijit pelan pelipisnya. Sudah tidak ada jalan untuk kembali lagi. Kini rahasianya dengan Lyla telah diketahui oleh Ryu, Thomas dan Jiya. Padahal sebenarnya Will serius ingin mendekati Lyla bukan karena kejadian malam itu. Tapi sekarang dimata tiga aggota Fantastic Four yang lain nama Will telah tercoreng.


Jiya


Hah? Kamu serius Will?


Thomas


Will jangan bercanda!


Jiya


Will!


Ryu


Dimana kamu? Kita perlu bicara!


Thomas


Willem!!!


Ryu


Will!!! Cepat balas!!!


Jiya


Will!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Orang yang digunjingkan di dalam chat grup tidak membaca kehebohan baru yang telah dia buat.


Bersambung...