THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 54 Jarak



“Sayang aku pulang!” Suara Kang In Joo memenuhi apartementnya. Matanya mencari sosok istrinya. Di kamar tidak ada, diruang tv juga tidak ada, Kang In Joo tahu.. pasti istrinya ada di dapur. Benar sekali dugaannya, istrinya sedang membersihkan dapur, sepertinya baru saja selesai memasak.


“Sayang.. aku sudah pulang..” Ucap Kang In Joo manja seraya melingkarkan tangannya di pinggang Aluna


“Oh sudah pulang? Mau makan sekarang?” Aluna menoleh pada Kang In Joo. Cepat-cepat dia melepaskan pelukan Kang In Joo. Kang In Joo kaget menerima penolakan Aluna.


“Aku tidak lapar!” Kang In Joo sedikit kesal.


“Katanya tadi mau makan malam dirumah.. kenapa? Sudah makan malam diluar?” Jleb. Ucapakan Aluna bak pisau yang dilempar ke jantung Kang In Joo. Tepat sasaran.


“Aku mau makan kamu!” Suara Kang In Joo meninggi. Tangannya menarik tubuh Aluna mendekat, tangannya melingkar posesif di pinggang Aluna, dilumatlah bibir Aluna.


“Oppa.. aku capek.. “ Aluna mencoba melepaskan diri dari ciuman Kang In Joo.


Kang In Joo melepas ciumannya, matanya menatap lurus mata Aluna.


“Aku naik ke atas ya.. aku capek oppa.. oppa bisa makan sendiri kan?” Aluna tersenyum tipis kemudian meninggalkan Kang In Joo yang tengah mematung tanpa menoleh sedikitpun.


Aluna tidak tahu kenapa dia sampai bertindak seperti itu. Dia memang marah dan kesal pada Kang In Joo, tapi kali ini Aluna benar-benar tidak bisa menahannya.


Mendapat penolakan dari Aluna untuk pertama kalinya Kang In Joo tertegun. Biasanya, apapun yang dilakukan Kang In Joo, Aluna tidak akan pernah menolaknya. Aluna selalu berusaha memenuhi keinginan Kang In Joo dengan baik, tanpa protes, dan selalu mencoba mengerti. Hati Kang In Joo berdesir,


apakah Aluna marah padanya? Kenapa? Tentang kejadian tadi siang? Bukankah dirinya sudah menjelaskan? Kang In Joo memijit pelan pelipisnya, kepalanya mendadak terasa nyeri.


Kang In Joo masuk ke dalam kamarnya. Matanya tertuju pada Aluna yang sudah tertidur pulas dengan tubuh tertutupi selimut. Kang In Joo mendekati Aluna, perlahan naik ke atas kasur kemudian ikut terlelap bersama istrinya.


-----


Pagi-pagi sekali Aluna sudah selesai membuat sarapan untuk Kang In Joo. Dirinya kini juga sudah rapi untuk berangkat ke Nam Kafe.


“Sayang good morning..” Sapa Kang In Joo mendekati Aluna yang sedang menikmati teh hangatnya di meja makan.


“Good morning..” Aluna membalas Kang In Joo


Cup


Kang In Joo mencium pelan kepala Aluna


“Mau sarapan sekarang?” Tanya Aluna


“Iya..” Kang In Joo mengangguk seraya duduk disamping Aluna


Dengan cekatan Aluna mengambilkan nasi goreng yang dia buat untuk sarapan, tidak lupa Aluna juga membuatkan Kang In Joo teh hijau kesukaannya.


"Sayang kamu tidak makan?" Tanya Kang In Joo melihat Aluna hanya mengambil satu piring nasi, dan itu untuknya.


“Tidak, aku akan makan di Kafe Ye Na..” Jawab Aluna berdiri mengambil tasnya.


“Oppa.. aku berangkat dulu ya.. oppa bisa sarapan sendiri kan? Sepertinya nanti aku tidak bisa membuatkan oppa makan siang..” Ucap Aluna sambil lalu meninggalkan Kang In Joo. Tanpa Aluna sadari jika Kang In Joo memperhatikan tindakannya lekat-lekat.


Prang!


Kang In Joo melemparkan piring nasi yang diberikan Aluna


tadi.


“Oppa...” Aluna berteriak kaget.


“Apa maksudmu ha? Kamu lupa jika kamu adalah istriku.. kamu lupa kewajibanmu melayani suami?” Suara Kang In Joo meninggi. Matanya menatap lurus ke arah Aluna.


“Aku sudah menjalankan kewajibanku sebagai istrimu oppa.. apa lagi yang kamu inginkan?” Suara Aluna ikut meninggi. Dia tidak terima dibentak Kang In Joo. Sudah cukup kemarin Kang In Joo membuat dirinya sakit hati, Aluna tidak mau lagi.


“Kamu berani-beraninya!!!” Suara Kang In Joo menggelegar


Prang! Prang!


Kang In Joo membuang semua yang ada di meja makan. Dia tidak bisa lagi menguasai dirinya.


Aluna ketakutan melihat emosi Kang In Joo, tangannya gemetar.


“Coba ulangi lagi apa yang kamu katakan tadi..” Kang In Joo mendekati Aluna. Dengan tubuh gemetar Aluna memundurkan tubuhnya mencoba menghindari Kang In Joo.


“Jika kamu sudah makan siang diluar tolong beritahu aku oppa.. agar aku tidak mengkhawatirkanmu.. hahaha.. kemarin aku khawatir setengah mati karena tidak sempat membuatkan makan siang.. tapi ternyata aku salah.. oppa terlihat baik-baik saja dengan Nona Hong..” Keluar sudah kata-kata yang terganjal dihati Aluna. Aluna mencoba tertawa, tapi getir.


“Aku sudah katakan jika aku hanya menemaninya.. dia baru saja keluar dari rumah sakit..” Jelas Kang In Joo


“Oh begitu.. apa oppa berencana untuk kembali padanya? Kalau iya tolong beritahu aku oppa, agar aku siap-siap bercerai denganmu..” Aluna sudah hilang kendali, kata-katanya tidak bisa difilter lagi. Dia dikuasi amarah sepenuhnya.


“Kamu..” Mata Kang In Joo memerah menahan amarah. B~~~~ercerai? kata-kata itulah yang paling tidak ia sukai. Kakinya melangkah maju menuju Aluna.


Aluna mecoba menghindar tapi sayang tubuhnya sudah menabrak tembok.


“Aku sudah tahu semuanya oppa.. aku tahu dia menangis dikantormu, aku tahu dia memelukmu. Aku tahu kalian sudah bertunangan, aku tahu kalian akan menikah jika saja Nona Hong tidak meninggalkanmu. Dan tiba-tiba aku


datang mengalihkanmu.. aku pasti hanya pelampiasan ketika hati oppa sedang kesepian bukan? Aku tahu oppa.. aku tahu oppa masih mencintainya..” Lancar sekali kata-kata itu meluncur dari mulut Aluna, apapun yang ada dipikirannya, ia keluarkan semuanya.


“Cukup Aluna!” Kang In Joo kembali berteriak.


Brak!


Tangan Kang In Joo mengepal memukul tembok dibelakang Aluna. Darah segar mengalir di sela-sela jari Kang In Joo. Aluna terkesiap, tubuhnya gemetar.


“Oppa.. apa yang kamu lakukan..” Aluna meraih tangan Kang In Joo yang teluka. Tapi Kang In Joo menepisnya. Tanpa menoleh Kang In Joo keluar apartement meninggalkan Aluna.


Seketika tubuh Aluna ambruk “Apa yang aku lakukan tadi?” “Oppa.. maafkan aku..” Aluna menangis meratapi kesedihannya.


Hancur sudah semuanya, seharusnya Aluna tidak mengatakan hal yang tidak-tidak pada Kang In Joo. Setelah ini akan ada lubang besar diantara mereka, akan ada jarak yang memisahkan mereka. Aluna menangis sesenggukan menyadari kesalahannya.


Bersambung....