THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 29 Menyadari Perasaan



Esok harinya Aluna masih belum sadar. Badannya masih panas, sekujur tubuhnya basah karena keringat. Kang In Joo terlihat mondar-mandir diruang tengah rumahnya. Wajah panik terlihat jelas diwajahnya sekarang. Sesekali dia mengecek ponselnya, entah siapa yang dia tunggu. Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi


“Halo Yang..” Ternyata Kang In Joo sedang menunggu telpon dari sekretarisnya


“Semua sudah dihandle Tuan, meeting semua sudah kami undur dua hari kedepan..”


“Ok baiklah.. segeralah kemari bersama Baek dan Soo..” Titah Kang In Joo


“Baik Tuan..”


Kang In Joo memutuskan sambungan telponnya. Dia menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya kasar. Tangannya masih memegang ponsel dan kemudian menghubungi seseorang


“Lou.. berapa menit lagi kau sampai disini?” Ucap Kang In Joo. Ternyata dia sedang menghubungi Louis


“sepuluh menit lagi...”


“Ok aku tunggu..” Kang In Joo memutuskan telpon sepihak


Sejak membuka mata pagi tadi Kang In Joo dibuat panik, pasalnya ketika dia mengecek keadaan Aluna dia mendapati suhu tubuh Aluna masih panas dan wanita itu sama sekali belum mau bangun. Untung saja Bibi Yoon datang pagi-pagi sekali, jadi Kang In Joo bisa menyuruhnya mengganti pakaian Aluna yang sudah basah karena keringat dan meminta Bibi Yoon untuk menemani Aluna. Ada banyak hal yang harus Kang In Joo selesaikan terlebih dahulu, yaitu pekerjaan kantor. Hari ini Kang In Joo tidak mungkin meninggalkan Aluna yang belum sadarkan diri. Kang In Joo segera menelpon sekretarisnya untuk mengundur semua jadwalnya dan menyuruh membawakan dokumen penting kerumahnya barangkali membutuhkan tandatangan Kang In Joo segera


Beberapa menit kemudian dr. Louis datang dan langsung memeriksa kondisi Aluna


“Aku rasa istrimu terkena trauma Joo, tubuhnya menolak obat yang aku beri. Kondisi dia sekarang kelelahan yang kronis..” Tutur dr. Louis


“Lalu apa solusinya Lou? Cepat katakan.. kau bilang pagi ini dia sudah bisa bangun.. tapi kenapa tidak?” Kata-kata Kang In Joo meninggi karena cemas setengah mati. Kang In Joo takut Aluna tidak bisa lagi membuka matanya


“Kita tunggu sampai besok, kalau dia tidak siuman langsung bawa ke rumah sakit. Aku akan menambahkan cairan obat lewat infusnya. Semoga obatnya mau bekerja..” Jelas Louis


----


Diruang tengah ada pembicaraan serius tentang urusan kantor. Kang In Joo memang menyuruh sekretaris dan asistennya untuk datang kerumah. Kang In Joo memerintahkan mereka untuk mengambil alih sementara urusan kantor karena dia tidak ingin meninggalkan Aluna yang dalam keadaan kritis. Tiga bawahan Kang In Joo mengangguk hormat menerima perintah dari Tuannya. Setelah pembicaraan itu dianggap cukup, tiga bawahannya pamit kembali kekantor untuk menyelesaikan beberapa tugas yang terbengkalai


Jam dinding menunjukkan pukul 16.00


Tidak disangka hari begitu cepat berlalu, Bibi Yoon pamit pulang kepada Kang In Joo. Sepeninggal Bibi Yoon, Kang In Joo masuk kamar mendekati Aluna yang masih betah terpejam


“Apa kau sedang menghukumku?” Ucap Kang In Joo lirih seraya mengelus pipi pucat Aluna


Dipandanginya wajah pucat istrinya itu. Suhu tubuh Aluna sudah menurun tapi matanya masih belum mau terbuka, itulah yang mebuat Kang In Joo khawatir setengah mati


“Bangunlah sayang.. ijinkan aku meminta maaf padamu ketika matamu terbuka..”


“Aku sakit kalau kamu sakit.. jangan siksa aku begini..” Kali ini Kang In Joo mengecup pelan tangan Aluna


Hatinya berdesir. Kini dia sadar sepenuhnya jika hatinya telah berpaling menuju ke wanita yang ada didepannya sekarang, Aluna Kim


 


 


Bersambung...