
Keadaan Ryu sudah memabaik setelah diberi perwatan dr. Louis. Walaupun begitu, dr. Louis belum mengijinkan Ryu untuk dibawa pulang. Louis menyarankan agar Ryu dua hari ini istirahat saja di rumah sakit, setelah itu hari ketiga baru boleh pulang.
Hari ini adalah hari kedua Ryu dirumah sakit. Wajahnya sudah kembali cerah dan sudah tampak sehat. Aluna selalu menemani Ryu, pasalnya Kang In Joo tidak selalu bisa menemani mereka. Contohnya seperti hari ini, pagi-pagi buta tadi Kang In Joo pamit untuk ke kantor karena ada meeting dengan perusahaan yang akan membantu finansial Kangin Grup, yang jelas bukan Han Seo Ri. Kang In Joo langsung memblock beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan Han Korea Financial dalam menjatuhkan Kangin Grup, tidak terkecuali Han Financial sendiri. Kang In Joo tidak akan mengampuni mereka yang berusaha menjegal karir bisnisnya. Jangan sebut Kang In Joo sebagai raja bisnis di Korea jika tidak bisa.menyelesaikan masalah kecil begini.
Ceklek
Pintu kamar perawatan Ryu terbuka. Aluna sontak menoleh. Saat ini Aluna sedang menyuapi makan siang Ryu dengan bubur.
“Kakak..” Teriak suara laki-laki yang melangkah masuk.
“Tara?” Aluna mencoba menerka.
“Kakak.. kak Luna..” Tara menghambur mendekati Aluna.
“Tara kan? Benar Tara kan?” Aluna memeluk adiknya itu, Tara.
“Aku rindu kak Luna.. maaf tidak bisa menjenguk kakak selama ini.. setelah dapat promosi aku tidak punya banyak waktu istirahat kak..” Keluh Tara dengan suara rendah. Jelas sekali beban kerjanya yang berat.
“Kakak baik-baik saja Tara.. tidak apa-apa.. kakak tahu kamu sibuk..” Ucap Aluna sambil mengelus kepala adiknya. Aluna melepaskan pelukannya kemudian menyuruh Tara duduk di sebelahnya.
“Bagiamana keadaan Ryu kak? Tadi kakak ipar bilang Ryu di rawat di rumah sakit.. apa yang terjadi?” Tanya Tara melihat keponakannya yang tidak dilihatnya dua tahun ini.
“Tadi aku menemani bosku meeting dengan kakak ipar.. kenapa kakak tidak bilang padaku sih kalau Kangin Grup sedang butuh bantuan dana? Tadi aku sudah mendengar cerita dari kakak ipar. Kakak itu kan punya aku, kenapa malah mau mengorbankan diri? Dulu kakak yang selalu melindungiku, sekarang biarkan aku yang melindungi kak Luna.. jangan pernah sungkan meminta bantuan kak..” Jelas Tara panjang lebar. Ternyata meeting Kang In Joo hari ini adalah dengan Nakajima Building, Kang In Joo beberapa minggu lalu mengirimkan proposal kerjasama dengan perusahaan yang bekerjasama dengannya dulu di Jepang. Awalnya Kang In Joo ragu, namun baru kemarin Kang In Joo menerima telpon dari Tara jika proposal mereka di acc oleh bos Tara, Tuan Iru Nakajima.
Nakajima Building bukan hanya perusahaan pembangunan namun mereka juga memiliki beberapa pusahaan afiliasi di Jepang yang bergerak dalam bidang finansial. Dengan mudahnya jika bekerjasama dengan perusahaan induk Nakajima Building secara otomastis juga akan mendapat kerjasama dengan perusahaan finansial di bawah Nakajima. Kang In Joo sedikit lambat menyadarinya, karena dulu waktu kerjasama dengan perusahaan Jepang itu, Kang In Joo sedang dibuat gila oleh kepergian Aluna, maka detail yang seperti itu sampai terlupakan olehnya.
Aluna mengangguk pelan. Keputusannya itu memang salah, Aluna menyadarinya sekarang.
“Dimana Joo oppa? Kamu kesini tidak bersamanya?” Tanya Aluna.
“Kakak ipar masih harus berdiskusi dengan Tuan Iru Nakajima, aku pamit duluan kesini setelah mendengar cerita kakak ipar. Aku mengkhawatirkan kak Luna dan Ryu..” Jelas Tara.
“Maafkan kakak.. sekarang kalau ada apa-apa kakak pasti akan minta bantuan Tara.. maafkan kak Luna..” Aluna menyadari semua kesalahannya selama ini.
Tara tersenyum.
Sebelum kembali ke Jepang, Tara menyempatkan diri untuk bermain dengan Ryu. Awalnya Ryu sangat asing dengan Tara, namun karena bantuan Aluna, sekarang Ryu akrab dengan Tara. Sudah dua tahun Tara tidak ke Korea, terakhir Tara ke Korea adalah panggilan dari Kang In Joo ketika Aluna meningglkannya. Walaupun begitu, kadang satu bulan sekali Tara dan Aluna saling berbagai kabar lewat telpon atau via Video Call.
Bersambung....