
Ingat dengan pepatah yang mengatakan "cinta tidak harus memiliki"?
Pepatah itu salah besar. Cinta yang tidak termiliki itu sakit sekali rasanya.
Setiap orang akan selalu berusaha mewujudkan mimpinya memiliki cintanya ataupun mempertahankan cintanya.
Joo_
****
Aluna sedang memandang bergantian Kang In Joo nomor 1 dan Kang In Joo nomor 2 yang sedang melahap makanan mereka masing-masing. Kang In Joo nomor 1 makan satu pirih nasi penuh dengan lahapnya. Kang In Joo nomor 2 tak mau kalah, dengan mulut kecil yang penuh dan pipi yang belepotan mencoba untuk meniru ayahnya, Kang In Joo nomor 1. Aluna akhir-akhir ini tidak berselara makan, entah kenapa. Perutnya terasa lapar, tapi ketika melihat suami dan anaknya makan dengan lahapnya, tiba-tiba rasa lapar itu menguap begitu saja.
Matanya menatap sendu pada kedua laki-laki didepannya. Tapi hati dan pikirannya melayang dimana-mana, ucapan Nona Han Seo Ri tadi berhasil membuatnya tidak enak hati. Ingin bertanya pada Kang In Joo dia ragu. Tapi jika tidak bertanya, Aluna penasaran setengah mati.
“Oppa.. siapa wanita tadi?” Aluna buka suara.
“Hmm? Teman lamaku..” Ucap Kang In Joo tidak jelas karena mulutnya masih sibuk mengunyah makanan. Apapun yang dimasak Aluna, akan di babat habis oleh Kang In Joo. Dan sikap itu juga menurun pada Ryu, apapun makanan yang diberika oleh Aluna, Ryu akan menghabiskannya.
“Oh...” Aluna membulatkan bibirnya.
“Oppa.. apakah krisis keuangan Kangin Grup masih belum bisa teratasi?” Tanya Aluna.
Kang In Joo mengangkat wajahnya.
“Tenang saja sayang.. aku tidak akan membuat Kangin Grup bangkrut.. aku sedang berusaha mencari cara..” Jawab Kang In Joo penuh optimis.
“Andai saja aku putri orang kaya.. oppa pasti tidak akan susah payang untuk mencari bantuan..” Suara Aluna merendah. Aluna sadar jika perkataan Nona tadi ada benarnya. Dia hanyalah seorang istri yang tidak bisa apa-apa.
Dia hanya punya cinta untuk Kang In Joo.
“Sayang jangan mulai lagi.. ada Ryu.. Ryu bisa mendengarnya.. kamu tidak tahu jika anak ini sama pintarnya denganku..” Jelas Kang In Joo.
Aluna tersenyum getir. Andai saja dia bisa meringankan beban Kang In Joo, sedikit saja. Aluna pasti akan sangat senang. Selama ini dia tidak pernah membantu Kang In Joo, apapun kesusahan Kang In Joo, pria itu selalu bisa mengatasinya. Tapi masalah kali ini.. Aluna merasa Kang In Joo sangat kesulitam.
“Oppa.. aku tidak masalah jika oppa menikah lagi..” Ucap Aluna dengan suara lirih tapi masih bisa terdengar oleh Kang In Joo.
“Sayang apa yang kamu bilang barusan?” Tanya Kang In Joo dengan mata menyipit dan dahi berkerut.
“Aku mendengar semua yang kamu bicarakan dengan Nona tadi.. sepertinya dia bisa membantumu.. untuk tawarannya aku tidak apa-apa jika oppa menikahinya.. setidaknya Kangin Grup akan terselamatkan..” Jelas Aluna masih menunduk.
“Aluna!” Kang In Joo meninggikan suaranya. Ryu yang mendengar ayahnya terkejut, matanya memandang ayah dan ibunya bergantian, tidak faham akan situasinya saat ini.
“Korbankan saja aku oppa.. biarkan aku membantumu.. aku juga ingin membantu oppa.. tapi aku selalu tidak bisa karena keterbatasanku.. jika syarat yang Nona itu tawarkan bisa membantu oppa aku tidak apa-apa oppa.. aku hanya ingin membantu Kangin Grup.. aku ingin berguna oppa..” Tutur Aluna dengan suara hampir menangis. Hatinya tidak mengijinkan hal ini, tapi akal dan rasionalnya memaksa untu melakukannya. Dia tahu akibatnya, di tahu akan kehilangan Kang In Joo jika dia menyuruh Kang In Joo untuk menikah dengan Nona Han. Mau bagaimana lagi.. mungkin itu satu-satunya jalan.
“Cukup!”
Brak! Kang In Joo menggebrak meja.
Aluna terkejut dan Ryu sontak menangis. Anak itu ketakutan melihat ayahnya yang marah.
“Cukup Aluna! Aku sudah menolak kerjasama dengan Seo Ri.. hilangkan pikiran buruk di kepalamu. Aku tidak mau membahasnya lagi..” Ucap Kang In Joo berdiri dari kursinya.
“Hiks hiks.. Nona Han mengatakan jika tawaran itu akan sangat membantu oppa.. pertimbangkanlah.. aku akan tetap menjadi istrimu, dan Ryu akan tetap menjadi putramu.. benar kata Nona itu, selain cinta tidak ada lagi yang aku punya. Aku akan tetap menjadi orang yang mencintaimu oppa.. jadi jangan khawatir jika aku merasa kesepian kamu tinggalkan. Aku tahu jika kamu juga mencintaiku dan Ryu.. ayolah oppa.. ini demi Kangin Grup..” Racau Aluna sambil menangis, tangannya memeluk erat tubuh Ryu yang juga menangis.
“Kamu.. hentikan Luna! Keputusanku tidak akan berubah. Mau sampai matipun aku tidak akan meninggalkanmu..” Tutur Kang In Joo mendekati Aluna.
“Aku mecintaimu sayang.. aku tidak mau kehilangan dirimu. Jangan sakiti hatiku.. jangan buat aku menyesal mencintaimu..”
“Oppa? Oppa menyesal mecintaiku? Kenapa?”
“Karena aku hanya bisa menyakitimu.. andai saja aku tidak mencintaimu.. kamu tidak akan terluka karenaku..”
“Kalau begitu lepaskan aku oppa.. kamu takut menyakitiku bukan? Aku lebih sakit lagi melihatmu dalam masalah.. melihat oppa kesusahan hatiku sakit oppa.. jika oppa tidak mau begitu, lepaskan aku, biarkan aku membantumu oppa.. sekali ini saja.. aku tidak akan menyesalinya. Aku senang bisa membantumu oppa.. hikss hikss..” Aluna lagi-lagi meracau. Dan itu membuat kesabaran Kang In Joo habis.
“Aku anggap aku tidak mendengar ini Aluna.. kamu membuatku kecewa.. aku mempertahankan dirimu mati-matian, tapi apa yang aku dapat? Sama sekali kamu tidak menghargai usahaku.. aku kecewa padamu..” Ucap Kang In Joo
meninggalkan Aluna dan Ryu yang masih menangis. Pikiran Kang In Joo penuh sekali hari ini. Hatinya begitu sakit mendengar wanita yang dia perjuangkan selama ini malah tidak menghargainya sama sekali.
Bersambung...