THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 52 Bertemu



Sarapan pagi sudah tertata rapi di meja makan. Pagi


ini Aluna sangat ingin sekali memasak, entah kenapa. Biasanya dia hanya membuat


roti bakar atau makanan simpel untuk sarapan. Tapi berbeda untuk hari ini, semangatnya


menggebu-gebu dalam memasak.


Kang In Joo yang baru saja keluar kamar tercengang, matanya


melihat ada banyak sekali makanan di atas meja makan.


“Sayang banyak sekali yang kamu masak..” Kang In Joo buka


suara melihat masakan Aluna


“Apa?” Teriak Aluna yang masih sibuk menyelesaikan


masakannya di dapur


“Ada acara apa?” Ucap Kang In Joo berjalan mendekati


Aluna yang masih berkutat dengan pekerjaannya “Kenapa masak banyak sekali? Kamu


tidak capek sayang?” Lanjutnya sembari memeluk pinggang istrinya


“Kenapa? Tidak suka?” Ucapan Aluna sedikit meninggi


“Tidak, aku suka kok.. siapa yang akan menghabiskan


semuanya?” Tanya Kang In Joo


“Kamulah.. siapa lagi..” Jawab Aluna polos


“Apa?” Kang In Joo sedikit terkejut seraya melepas


pelukannya


“Kenapa? Ga mau? Ok.. aku tinggal buang aja semuanya..”


Suara Aluna sedikit emosi. Dia memasak untuk Kang In Joo, tapi laki-laki itu tidak


menghargainya sama sekali.


Kang In Joo terhenyak mendengar jawaban istrinya. Apa yang


terjadi pada istrinya? Akhir-akhir ini sepertinya mudah sekali marah dan


tersinggung. Kang In Joo menghembuskan nafas pelan, dirinya selalu kalah dengan


kemauan istrinya. Kang In Joo tidak mau menyakiti hati istrinya sekecil apapun


itu.


“Siapa bilang? Aku siap menghabiskannya..” Tutur Kang In


Joo melangkah menuju meja makan.


Aluna tersenyum tipis melihat kelakuan suaminya.


-----


Kafe Nam rame sekali hari ini, Aluna sedikit kewalahan


didapur. Ibu Ye Na memang sudah sembuh dan kembali bekerja, tapi Aluna masih datang


untuk membantu. Aluna semata-mata khawatir dengan keadaan bibinya itu. Peluh keringat


menetes dari pelipis Aluna, hari ini dia merasa jika tubuhnya panas sekali dan


mudah berkeringat. Rasa hausnya juga tidak terkontrol, setiap beberapa menit


sekali dia merasa sangat haus.


Drrtt drrttt


No name is calling..


Tangan Aluna merogoh saku apronnya, ponselnya terasa bergetar.


Matanya menyipit menatap layar ponsel, no name is calling? Siapa yang


menelponnya? Nomor itu tidak tersimpan di kontak ponselnya.


“Haloo.. Aluna disini.. ini siapa ya?”


“Halo aku Hong Moo Ne, bisa bertemu?”


Tenggorokan Aluna seketika tercekat. Mulutnya terdiam tak


mampu berkata.


-----


Dua perempuan duduk saling berhadapan tanpa kata, hening.


Mereka berdua sedang berada di salah satu restaurant di daerah Gangnam. Uap panas


dari masing-masing gelas mereka menjadi saksi bisu kediaman dua wanita tersebut.


Siang tadi Aluna mendapat telpon dari seseorang yang bernama


Hong Moo Ne, walaupun Aluna tidak mengenal wanita itu secara personal tapi


Aluna sangat tahu siapa dia. Wanita itu adalah masa lalu suaminya.


“Mmm.. maaf Nona Kim, aku mengganggu waktumu.. ada yang


Aluna yang awalnya menatap nanar teh panas di gelasnya


mengalihkan pandangannya kepada wanita yang bersuara didepannya. Senyumpun ia


sunggingkan.


“Bisakah kamu melepaskan Kang In Joo? Maaf jika aku


egois. Tapi dialah yang aku butuhkan sekarang..” Singkat, padat, dan jelas,


tanpa basa-basi. Tapi ucapan Hong Moo Ne itu mampu meremas hati Aluna


“Maaf.. maksud anda Nona Hong?” Aluna meminta penjelasan


“Mungkin Joo sudah pernah bercerita tentang diriku


padamu.. aku adalah tunangannya, tapi aku harus pergi meninggalkannya karena


suatu hal. Tapi kini aku sudah kembali, jadi aku harap keadaan juga bisa


kembali lagi..” Jelas Hong Moo Ne tanpa memperdulikan perasaan Aluna


Aluna terdiam, mencoba mencerna setiap perkataan Hong Moo


Ne.


“Aku mohon lepaskan Joo.. aku akan sangat berterimakasih


padamu.. Joo tidak mau menghianatimu.. tapi jika kamu yang meninggalkan Joo


pasti akan lain ceritanya..” Terus saja Hong Moo Ne menjejali telinga Aluna


dengan hal yang membuatnya sakit hati


“Maaf Nona Hong, aku adalah istrinya sekarang..” Tutur


Aluna dengan menekankan kata ‘sekarang’


“Aku tahu.. tapi aku adalah orang yang dulu dia cintai..”


Hong Moo Ne tidak mau kalah


“Aku mencintainya dan Joo oppa juga mencintaiku.. kenapa


dulu anda pergi meninggalkannya? Boleh jadi anda dulu adalah orang yang ia


cintai, tapi sekarang aku lah masa depannya.. maaf aku tidak bisa melepaskannya..”


Suara Aluna bergetar. Jantunganya berdetak tidak karuan ketika mengatan hal


tersebut. Dia tidak mau melepaskan Kang In Joo, Kang In Joo adalah miliknya. Hanya


miliknya.


“Ada sebabnya kenapa aku meninggalkannya, kalian baru


menikah beberapa bulan. Cintamu pada Joo tidak lebih besar dari cintaku Nona


Kim.. kami sudah tiga tahun bersama.. cintamu itu pasti hanya rasa nyaman sesaat..”


Mata Aluna terbelalak mendengar ucapan Hong Moo Ne. Rasa nyaman


sesaat? Maksudnya? Aluna sudah menyukai Kang In Joo sejak dia remaja, cintanya


pada laki-laki itu jika dihitung dengan angka berjumlah 10, 10 tahun. Atas dasar


apa wanita ini mengambil kesimpulan seenaknya sendiri tanpa tahu apa-apa? Aluna


sudah tidak tahan lama-lama berhadapan dengan Hong Moo Ne, dia memutuskan untuk


menyudahi perdebatan ini dengan tetap memperhankan suaminya, Kang In Joo.


“Maaf Nona Hong.. aku tidak akan melepaskan suamiku,


sampai kapanpun, aku harap kita tidak akan bertemu kembali..” Aluna pamit


seraya berdiri mengambil tasnya.


“Aku divonis kanker perut!” Teriak Hong Moo Ne setengah


menangis. Dia tidak tahu lagi bagaimana caranya agar Aluna mau menyerahkan Kang


In Joo, terpaksa dia mengatakan penyakitnya walaupun itu dengan sedikit


berbohong. Kanker perut dan kanker rahim sama saja, sama-sama diperut pikir


Hong Moo Ne. Jika dia mengatakan bahwa dia tidak punya rahim lagi, dia takut


Kang In Joo tidak akan menerimanya kembali. Satu-satunya jalan adalah


berbohong.


Kaki Aluna berhenti, telinganya mendengar teriakan Hong


Moo Ne, hatinya berdesir. Tapi dia tidak akan goyah. Tanpa menoleh Aluna terus


melangkahkan kakinya keluar restaurant.


 


Bersambung....


Maaf jika ada typo ya kak.. author juga manusia biasa ^-^