
“Senang bekerja sama dengan anda Mr. Kang..”
“Saya juga Mr. Nakajima, semoga proyek ini membawa keuntungan untuk kita semua..” Kang In Joo mengulurkan tangannya untuk menyalami mitra bisnisnya dari Jepang Mr. Iru Nakajima
“Semoga.. sampai bertemu tiga bulan lagi di Tokyo..” Mr. Nakajima membalas salam Kang In Joo
Sepeninggal Mr. Nakajima, Kang In Joo langsung mengambil ponselnya dari saku jas yang ia kenakan
“Baek.. siapkan mobil untukku.. beritahu Yang aku akan pergi sendiri, suruh dia balik ke kantor sendiri..” Kang In Joo mengakhiri panggilannya sepihak
Kang In Joo sudah cukup baik menahan dirinya untuk tidak meninggalkan pertemuan dengan klien dari Jepang itu, pasalnya dirinya dibuat sangat rindu pada istrinya. Tadi siang ketika ditelpon wanita itu sedang berada diluar, hampir saja Kang In Joo meledak emosinya mengetahui wanitanya diluar rumah, tapi ketika dia mendengar wanitanya sedang membantu temannya, Kang In Joo baru bisa mengerti. Setelah pertemuan dengan klien itu Kang In Joo melajukan mobilnya memasuki jalanan Kota Seoul untuk menjemput wanitanya
Aluna masih sibuk didapur Kafe Nam milik Ye Na, hari ini ada banyak orang yang datang. Biasanya pekerjaan ini dipegang oleh ibu Ye Na, Kafe Nam hanya memiliki dua koki termasuk ibu Ye Na, dan lima pelayang depan, sedangkan Ye Na ada di meja kasir. Walaupun lelah tapi Aluna merasa senang, beberapa bulan ini dia tidak pernah ke dapur sama sekali, ketika hari ini dia memakai apron dan ada di dapur, hatinya sungguh bahagia.
Mobil sport hitam milik Kang In Joo terparkir rapi di halaman depan Kafe Nam, perlahan dia keluar dari mobil dan berjalan menuju ke pintu Kafe
Klang!
Bel pintu Kafe Nam berbunyi, beberapa pelayan menyapa
“Selamat datang!”
Kang In Joo membalasnya dengan tersenyum
Sebuah kafe yang tiba-tiba dimasuki oleh seorang laki-laki tampan bak artis itu mendadak menjadi riuh rendah, mayoritas yang datang adalah para kaula muda, termasuk perempuan. Kafe Nam milik Ye Na memiliki tempat yang strategis, yaitu dekat dengan Seoul National University, maka dari itu Kafe Nam sering dikujungi para mahasiswa
Ada beberapa mata yang mengenali sosok laki-laki yang baru masuk ke Kafe tersebut. Kang In Joo adalah pengusaha muda sukses di Korea maka tidak ayal jika wajahnya sering terpampang di cover majalah bisnis atau majalah entertaiment di Korea. Bahkan namanya bisa disandingkan dengan artis-artis seperti Lee Min Ho, Song Jong Ki, Lee Dong Wook dll.
Mata Kang In Joo menyapu seluruh ruangan, tapi yang dicari tidak ketemu “Dimana wanita itu..” Gumam Kang In Joo dalam hati
“Tuan Kang?” Suara dari arah belakang membuat Kang In Joo menoleh
“Ya..?” Kang In Joo seperti pernah bertemu dengan wanita muda yang sedang berdiri didepannya tapi lupa dimana dan siapa namanya
“Kamu mencari Luna kan?” Tanya wanita itu
“Iya.. anda siapa ya?” Kang In Joo balik bertanya pada wanita itu
“Ya Tuhan...” Ye Na menghembuskan nafasnya kasar, yang benar saja suami temannya itu tidak mengenalinya. Padahal Ye Na dan ibunya hadir di hari pernikahan mereka “Aku Ye Na..” Jelas Ye Na
“Oh Nona Nam Ye Na, teman Aluna ya?” Kang In Joo baru mengingatnya, nama itu sering diucapkan oleh Aluna, tapi Kang In Joo memang tidak ambil pusing dengan itu
“Ya aku temannya.. keluarganya juga di Korea..” Ucap Ye Na agak kesal
“Dimana istriku Nona Nam?” Tanya Kang In Joo tanpa basa-basi
“Ikut aku.. dia ada didapur..”
“Apa? Jadi kamu meminta bantuan istriku untuk kerja didapur?” Kang In Joo kaget, berani-beraninya teman istrinya itu menyuruh wanitanya kerja didapur
“Maafkan aku.. biasanya ibuku yang ada disana tapi hari ini ibuku tidak enak badan, jadi aku terpaksa meminta bantuan Luna...” Suara Ye Na merendah, dia mungkin salah meminta bantuan Aluna, tapi dia tidak punya pilihan lain
“Aku berikan ijin untuk kali ini, tapi tidak untuk lain kali Nona Nam..” Kang In Joo memperingatkan Ye Na, Kang In Joo hanya tidak mau Aluna kelelahan atau melupakan kewajibannya sebagai istri karena sibuk membantu Ye Na
“Dia ada didalam, masuklah..” Ye Na menunjukkan arah pintu putih yang bertuliskan ‘Dapur’ “Sebelumnya terimakasih atas pengertian anda Tuan Kang..” Sambung Ye Na
“Never mind, kamu adalah teman istriku..” Ucap Kang In Joo sambil berlalu menuju pintu yang ditunjukkan Ye Na
Aluna terlihat sedang merapikan piring yang berisi toasted bread dengan coklat dan parutan keju di meja dapur, tanpa menyadari jika gerak-geriknya sedang diperhatikan sepasang mata Kang In Joo
“Sayang..” Tangan Kang In Joo mendarat mulus di pinggang ramping Aluna
Aluna sontak menoleh karena kaget, tiba-tiba saja pinggangnya di peluk dari belakang
“Oppa..” Celetuk Aluna lirih
Kang In Joo tengah asyik menciumi leher belakang Aluna, kemudian menggigitnya pelan meninggalkan tanda kebiruan
“Ahh..” Aluna teriak pelan
“Kamu memang minta dihukum.. panggil aku sayang..” Tutur Kang In Joo membenamkan wajahnya di ceruk leher Aluna
Aluna tersenyum tipis, benar-benar suami posesif
“Iya sayang.. kok sudah datang menjemput?” Tanya Aluna masih melanjutkan pekerjaannya
“Aku rindu kamu.. pulang yuk..” Suara Kang In Joo sedikit merengek
“Tapi ini belum sele..” Belum sempat Aluna berucap tiba-tiba tubuhnya sudah diputar Kang In Joo untuk menghadapnya
Cup
Kang In Joo melumat bibir Aluna pelan
“Jangan disini, ada banyak karyawan..” Aluna menjauhkan tubuh Kang In Joo kebelakang
“Kalu gitu ayo pulang.. aku tunggu diluar..”
Fiuh... Apapun yang diinginkan laki-laki ini benar-benar tidak bisa ditolak, jika ditolak entah apa yang akan terjadi. Suaminya itu sangat pintar memojokkan lawannya
Aluna bergegas pamit pada Ye Na tidak lupa meminta maaf karena tidak bisa membantu lebih banyak, dia berjanji akan membantu lagi jika Ye Na memang memerlukan bantuannya. Ye Na mengangguk mendengar ucapan Aluna. Aluna buru-buru keluar Kafe kemudian masuk ke dalam masuk ke mobil sport yang diparkir didepan Kafe. Jika dia lama-lama didalam bisa dipastikan dia akan habis ditangan Kang In Joo
Mobil sport hitam Kang In Joo segera meninggalkan Kafe Nam menuju ke apartemennya
Bersambung....