
Aluna sedang mematut dirinya didepan kaca. Jantungnya
berdegub kencang, ada ketakutan terpancar kuat dari dirinya. Apakah ia pantas? Kata
itu terus saja terngiang-ngiang di otaknya semenjak Kang In Joo akan membawanya
ke pesta ulang tahun Kangin Grup.
Beberapa jam lalu Kang In Joo mengirimkan satu set gaun
pesta lengkap dengan sepatu dan aksesoris yang lain. Aluna hanya menggunakan
gaun dan sepatunya saja, dia tidak begitu suka terlihat berlebihan dengan
aksesoris juga. Gaun yang dikirimkan Kang In Joo adalah gaun pesta one piece
bertangan panjang selutut berwarna merah maroon dan stiletto berhak tidak
terlalu tinggi dengan warna yang senada. Aluna hanya merias wajahnya tipis
kemudian menggerai rambut panjangnya. “Kurasa sudah cukup..” Gumam Aluna. Tangannya
mencoba membuka laci meja riasnya, tampak ragu dia mengambil kotak cincin dan
membukanya. Selama menikah dengan Kang In Joo cincin itu hanya ia gunakan
ketika pernikahan dan satu hari setelahnya. Saat Kang In Joo memberinya perjanjian
dan surat perceraian Aluna langsung melepas cincin itu. Fikirannya masih ragu
untuk memakainya. Setelah pergumulan panjang dengan fikirannya sendiri,
akhirnya Aluna memakainya juga.
Krek
Suara pintu dibuka
“Sayang sudah selesai?” Suara Kang In Joo rendah
Mendengar suara Kang In Joo, Aluna serentak berdiri
“Sudah..”
Mata Kang In Joo terpukau melihat Aluna yang begitu
cantik mengenakan gaun yang telah dia berikan, sempurna
“Sayang kamu cantik sekali..” Puji Kang In Joo
“Emm?” Mendengar pujian Kang In Joo, Aluna menyelidik
dirinya sendiri
“Kenapa bisa begitu cantik sih? Aku takut kamu direbut
orang lain?” Suara rendah Kang In Joo tersebut membuat wajah Aluna memerah
karena malu
Aluna tersenyum salah tingkah mendengarnya
“Apaan sih.. jangan bikin aku malu..” Ucap Aluna
“Ok ok.. sudah siap? Yuk berangkat!” Ajak Kang In Joo seraya
menggenggam tangan wanitanya menuju ke parkiran mobil
Di dalam mobil tangan Aluna terasa dingin, sedari tadi
tangannya tergenggam erat karena dia gemetar. Tanpa dia ketahui, kondisinya itu
tak luput dari perhatian Kang In Joo.
“Tenanglah ada aku..” Suara Kang In Joo membuyarkan
lamunan Aluna
“Iya..” Aluna menjawab lemah, dirinya benar-benar takut
Perlahan-lahan Kang In Joo menarik tangan Aluna mencoba
untuk mengurangi rasa tegang istrinya. Matanya tiba-tiba menatap lekat tangan
istrinya, ada sebuah cincin yang sangat tidak asing baginya terpasang di jari
manis Aluna. Kang In Joo tersenyum senang melihatnya, tangannya menarik tangan
Aluna kemudian menciumnya pelan
Aluna menatapnya dengan tersenyum, sedikit kekhawatiran
Aluna pudar karena dukungan dari Kang In Joo
***
Terdengar suara riuh rendah di dalam aula perusahaan
Kangin Grup. Semua karyawan dan keluarganya diundang untuk menghadiri peringatan
hari ulang tahun perusahaan. Mereka semua sedang menunggu kehadiran pemilik
perusahaan, Keluarga Kang. Nyonya Jung Yu Mi, Kang In Na beserta suami dan
anaknya sudah hadir lebih dulu, semuanya sedang menunggu kedatangan Kang In
Joo, karena dialah yang akan memberikan sambutan.
Ceklek
Terdengar suara pintu dibuka, semua hadirin yang datang
menoleh ke arah sumber suara.
Masuklah Kang In Joo menggandeng tangan Aluna diikuti sekretaris
Yang, Oh Baek dan Oh Soo. Hadirin bertepuk tangan menyambut kehadiran CEO
Kangin Grup. Setelah suara tepuk tangan hilang, timbulah suara bisik-bisik yang
sangat jelas terdengar oleh telinga Aluna. “Siapa wanita disebelah Tuan Kang?” “Oh
itu yang katanya istri Tuan Kang” “Cantik juga ya..” “Aku rasa wanita itu
makanya berhasil menikah dengan Tuan Kang” dan masih banyak bisik-bisik yang
lain. Aluna menggigit bibir bawahnya, inilah kekhawatirannya selama ini.
Kang In Joo dan Aluna terus saja berjalaan tanpa
menghiraukan bisik-bisik dari karyawan Kangin Grup. Tibalah mereka dikursi yang
diduduki oleh keluarganya
“Hai sayang sudah sampai..” Ucap Nyonya Jung ibu Kang In
Joo
Aluna tersenyum memberi salam kepada keluarga suaminya
“Ibu aku titip Aluna sebentar, aku harus memberikan sambutan..”
Tutur Kang In Joo pada ibunya
Ibunya mengangguk
“Aku tinggal sebentar ya..” Ucap Kang In Joo pada Aluna
kemudian melepaskan genggaman tangannya
Semua mata tertuju kedepan, diatas panggung telah berdiri
seorang laki-laki yang menjadi CEO dari perusahaan ini. Semua khitmad, siap
mendengarkan sambutan Kang In Joo
“Selamat malam semuanya! Terimakasih telah hadir untuk
merayakan ulang tahun Kangin Grup yang ke 55 tahun. Perusahaan ini adalah
perusahaan turun temurun dari keluarga Kang, tapi saya harap kalian semua yang
bekerja disini menganggap bahwa perusahaan ini juga bagian dari kalian. Aku akan
sangat berterimakasih jika anda semua berbuat demikian..” Bak sihir. Suara Kang
In Joo menggelegar memenuhi seluruh ruangan. Terdengar suara riuh tepuk tangan
“Hari ini selain hari ulang tahun Kangin Grup, ada hal spesial
yang akan saya umumkan..” Lanjut Kang In Joo, ucapannya itu menimbulkan
bisik-bisik dari hadirin yang datang. Tidak tahu kenapa tiba-tiba Aluna merasa
dirinyalah hal yang diucapkan Kang In Joo, tubuhnya gemetar takut
“Mohon hadirin memperhatikan apa yang akan saya umumkan..”
Kang In Joo menyela bisik-bisik itu “Saya akan memperkenalkan istri saya, saya sebenarnya
sudah menikah empat bulan yang lalu, dan hari ini saya mengajaknya untuk saya
perkenalkan dengan keluarga Kangin Grup..” Terdengar lagi suara bisik-bisik
dari hadirin yang datang
“Nyonya Kang.. istriku, bersediakah kamu maju kedepan
untuk memperkenalkan dirimu?” Tutur Kang In Joo mengarahkan tatapan matanya
pada Aluna yang berdiri mematung “Kemarilah sayang..” Kang In Joo mengulurkan
tangannya, meminta Aluna maju kedepan
Aluna masih mematung, suaranya tercekat. Benar dugaannya.
Kang In Joo akan berbuat begitu
“Maju sayang, suamimu memanggilmu..” Bisik Nyonya Jung seraya
mendorong badan Aluna kedepan
Kang In Joo yang mendapati istrinya masih meematung
ditempat mengambil inisiatif. Dirinya turun tangga kemudian menuntun istrinya naik
ke atas panggung
“Perkenalkan ini istriku, Aluna Kim. Kami bertemu ketika
kami sekeluarga pindah ke Indonesia. Lihat mata coklat milik istriku,
didarahnya mengalir darah orang Asia Tenggara. Walaupun tidak sepenuhnya dia berdarah
Korea, aku yakin dia orang yang setia. Aku jamin itu..” Jelas Kang In Joo,
tangannya menggenggam erat tangan Aluna. Aluna menatap lekat Kang In Joo yang
sedang berpidato, hatinya berdesir
“Jadi semuanya, tolong restui kami, dan terima dia
menjadi Nyonya Kang. Aku sangat mencintainya.. Kami sedang berusaha membuat
Tuan Kang kecil, penerus dari perusahaan. Mohon do’a dan dukungannya. Sebelumnya
terimakasih..” Ucap Kang In Joo menutup pidatonya. Tangannya masih menggenggam
erat tangan istrinya
Aluna terkesima melihat semua perbuatan Kang In Joo,
tanpa terasa air matanya mengalir. Bukan karena dia sedih tapi karena dia
bahagia, dia bisa melihat ketulusan hati Kang In Joo
“Oppa terimakasih..” Ucap Aluna lirih
Cup
Kang In Joo mencium lembut kening Aluna dan disambut
dengan tepuk tangan dari hadirin yang datang
Bersambung....