THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 47 Go Public



Aluna sedang mematut dirinya didepan kaca. Jantungnya


berdegub kencang, ada ketakutan terpancar kuat dari dirinya. Apakah ia pantas? Kata


itu terus saja terngiang-ngiang di otaknya semenjak Kang In Joo akan membawanya


ke pesta ulang tahun Kangin Grup.


Beberapa jam lalu Kang In Joo mengirimkan satu set gaun


pesta lengkap dengan sepatu dan aksesoris yang lain. Aluna hanya menggunakan


gaun dan sepatunya saja, dia tidak begitu suka terlihat berlebihan dengan


aksesoris juga. Gaun yang dikirimkan Kang In Joo adalah gaun pesta one piece


bertangan panjang selutut berwarna merah maroon dan stiletto berhak tidak


terlalu tinggi dengan warna yang senada. Aluna hanya merias wajahnya tipis


kemudian menggerai rambut panjangnya. “Kurasa sudah cukup..” Gumam Aluna. Tangannya


mencoba membuka laci meja riasnya, tampak ragu dia mengambil kotak cincin dan


membukanya. Selama menikah dengan Kang In Joo cincin itu hanya ia gunakan


ketika pernikahan dan satu hari setelahnya. Saat Kang In Joo memberinya perjanjian


dan surat perceraian Aluna langsung melepas cincin itu. Fikirannya masih ragu


untuk memakainya. Setelah pergumulan panjang dengan fikirannya sendiri,


akhirnya Aluna memakainya juga.


Krek


Suara pintu dibuka


“Sayang sudah selesai?” Suara Kang In Joo rendah


Mendengar suara Kang In Joo, Aluna serentak berdiri


“Sudah..”


Mata Kang In Joo terpukau melihat Aluna yang begitu


cantik mengenakan gaun yang telah dia berikan, sempurna


“Sayang kamu cantik sekali..” Puji Kang In Joo


“Emm?” Mendengar pujian Kang In Joo, Aluna menyelidik


dirinya sendiri


“Kenapa bisa begitu cantik sih? Aku takut kamu direbut


orang lain?” Suara rendah Kang In Joo tersebut membuat wajah Aluna memerah


karena malu


Aluna tersenyum salah tingkah mendengarnya


“Apaan sih.. jangan bikin aku malu..” Ucap Aluna


“Ok ok.. sudah siap? Yuk berangkat!” Ajak Kang In Joo seraya


menggenggam tangan wanitanya menuju ke parkiran mobil


Di dalam mobil tangan Aluna terasa dingin, sedari tadi


tangannya tergenggam erat karena dia gemetar. Tanpa dia ketahui, kondisinya itu


tak luput dari perhatian Kang In Joo.


“Tenanglah ada aku..” Suara Kang In Joo membuyarkan


lamunan Aluna


“Iya..” Aluna menjawab lemah, dirinya benar-benar takut


Perlahan-lahan Kang In Joo menarik tangan Aluna mencoba


untuk mengurangi rasa tegang istrinya. Matanya tiba-tiba menatap lekat tangan


istrinya, ada sebuah cincin yang sangat tidak asing baginya terpasang di jari


manis Aluna. Kang In Joo tersenyum senang melihatnya, tangannya menarik tangan


Aluna kemudian menciumnya pelan


Aluna menatapnya dengan tersenyum, sedikit kekhawatiran


Aluna pudar karena dukungan dari Kang In Joo


***


Terdengar suara riuh rendah di dalam aula perusahaan


Kangin Grup. Semua karyawan dan keluarganya diundang untuk menghadiri peringatan


hari ulang tahun perusahaan. Mereka semua sedang menunggu kehadiran pemilik


perusahaan, Keluarga Kang. Nyonya Jung Yu Mi, Kang In Na beserta suami dan


anaknya sudah hadir lebih dulu, semuanya sedang menunggu kedatangan Kang In


Joo, karena dialah yang akan memberikan sambutan.


Ceklek


Terdengar suara pintu dibuka, semua hadirin yang datang


menoleh ke arah sumber suara.


Masuklah Kang In Joo menggandeng tangan Aluna diikuti sekretaris


Yang, Oh Baek dan Oh Soo. Hadirin bertepuk tangan menyambut kehadiran CEO


Kangin Grup. Setelah suara tepuk tangan hilang, timbulah suara bisik-bisik yang


sangat jelas terdengar oleh telinga Aluna. “Siapa wanita disebelah Tuan Kang?” “Oh


itu yang katanya istri Tuan Kang” “Cantik juga ya..” “Aku rasa wanita itu


makanya berhasil menikah dengan Tuan Kang” dan masih banyak bisik-bisik yang


lain. Aluna menggigit bibir bawahnya, inilah kekhawatirannya selama ini.


Kang In Joo dan Aluna terus saja berjalaan tanpa


menghiraukan bisik-bisik dari karyawan Kangin Grup. Tibalah mereka dikursi yang


diduduki oleh keluarganya


“Hai sayang sudah sampai..” Ucap Nyonya Jung ibu Kang In


Joo


Aluna tersenyum memberi salam kepada keluarga suaminya


“Ibu aku titip Aluna sebentar, aku harus memberikan sambutan..”


Tutur Kang In Joo pada ibunya


Ibunya mengangguk


“Aku tinggal sebentar ya..” Ucap Kang In Joo pada Aluna


kemudian melepaskan genggaman tangannya


Semua mata tertuju kedepan, diatas panggung telah berdiri


seorang laki-laki yang menjadi CEO dari perusahaan ini. Semua khitmad, siap


mendengarkan sambutan Kang In Joo


“Selamat malam semuanya! Terimakasih telah hadir untuk


merayakan ulang tahun Kangin Grup yang ke 55 tahun. Perusahaan ini adalah


perusahaan turun temurun dari keluarga Kang, tapi saya harap kalian semua yang


bekerja disini menganggap bahwa perusahaan ini juga bagian dari kalian. Aku akan


sangat berterimakasih jika anda semua berbuat demikian..” Bak sihir. Suara Kang


In Joo menggelegar memenuhi seluruh ruangan. Terdengar suara riuh tepuk tangan


“Hari ini selain hari ulang tahun Kangin Grup, ada hal spesial


yang akan saya umumkan..” Lanjut Kang In Joo, ucapannya itu menimbulkan


bisik-bisik dari hadirin yang datang. Tidak tahu kenapa tiba-tiba Aluna merasa


dirinyalah hal yang diucapkan Kang In Joo, tubuhnya gemetar takut


“Mohon hadirin memperhatikan apa yang akan saya umumkan..”


Kang In Joo menyela bisik-bisik itu “Saya akan memperkenalkan istri saya, saya sebenarnya


sudah menikah empat bulan yang lalu, dan hari ini saya mengajaknya untuk saya


perkenalkan dengan keluarga Kangin Grup..” Terdengar lagi suara bisik-bisik


dari hadirin yang datang


“Nyonya Kang.. istriku, bersediakah kamu maju kedepan


untuk memperkenalkan dirimu?” Tutur Kang In Joo mengarahkan tatapan matanya


pada Aluna yang berdiri mematung “Kemarilah sayang..” Kang In Joo mengulurkan


tangannya, meminta Aluna maju kedepan


Aluna masih mematung, suaranya tercekat. Benar dugaannya.


Kang In Joo akan berbuat begitu


“Maju sayang, suamimu memanggilmu..” Bisik Nyonya Jung seraya


mendorong badan Aluna kedepan


Kang In Joo yang mendapati istrinya masih meematung


ditempat mengambil inisiatif. Dirinya turun tangga kemudian menuntun istrinya naik


ke atas panggung


“Perkenalkan ini istriku, Aluna Kim. Kami bertemu ketika


kami sekeluarga pindah ke Indonesia. Lihat mata coklat milik istriku,


didarahnya mengalir darah orang Asia Tenggara. Walaupun tidak sepenuhnya dia berdarah


Korea, aku yakin dia orang yang setia. Aku jamin itu..” Jelas Kang In Joo,


tangannya menggenggam erat tangan Aluna. Aluna menatap lekat Kang In Joo yang


sedang berpidato, hatinya berdesir


“Jadi semuanya, tolong restui kami, dan terima dia


menjadi Nyonya Kang. Aku sangat mencintainya.. Kami sedang berusaha membuat


Tuan Kang kecil, penerus dari perusahaan. Mohon do’a dan dukungannya. Sebelumnya


terimakasih..” Ucap Kang In Joo menutup pidatonya. Tangannya masih menggenggam


erat tangan istrinya


Aluna terkesima melihat semua perbuatan Kang In Joo,


tanpa terasa air matanya mengalir. Bukan karena dia sedih tapi karena dia


bahagia, dia bisa melihat ketulusan hati Kang In Joo


“Oppa terimakasih..” Ucap Aluna lirih


Cup


Kang In Joo mencium lembut kening Aluna dan disambut


dengan tepuk tangan dari hadirin yang datang


Bersambung....