
Baru satu hari Kang In Joo pergi, hati Aluna terasa kosong. Seperti ada yang pergi, ada yang hilang. Aluna memutuskan untuk tidur sendiri dirumah, dia tidak mau membebani pembantunya itu. Matanya menerawang jauh mengingat hal-hal manis yang telah ia lalui bersama suaminya. Kian hari hatinya selalu dibuat kaget oleh sikap Kang In Joo, tapi Aluna senang. Kadang Aluna khawatir jika waktunya sudah dekat dengan perceraian dia tidak akan sanggup untuk pergi.
1 Pesan
Joo oppa
Aluna melirik Hpnya yang bergetar, ternyata pesan dari laki-laki yang dirindukannya dari tadi
From: Joo oppa
Lagi apa?
Senyum tersungging di bibir Aluna, tangannya langsung membalas sms dari Kang In Joo
From: Istriku
Mau tidur. Kenapa? Rindu aku ya?
Ponsel Aluna bergetar lagi
From: Joo oppa
Kalau iya?
Diseberang sana Kang In Joo sedang menunggu rekan bisnisnya, baru satu hari di Jerman dia sudah merindukan Aluna. Bagaimana bisa jika wanita itu meninggalkannya? Kang In Joo sungguh tidak bisa membayangkannya
Aluna sempat ragu-ragu mengetik balasan sms dari Kang In Joo, tapi kenyataan bahwa dirinya juga rindu dengan suaminya
From: Istriku
Aku juga rindu padamu
Senyum Kang In Joo mengembang, hatinya melonjak ketika membaca sms balasan dari Aluna. Ternyata Aluna merindukannya
Drttt drttt
Joo oppa is calling
Secepat kilat Aluna mengangkatnya
“Halo..” Sapa Aluna lembut
“Hai.. lagi apa?” Tanya Kang In Joo
“Proses mau tidur..”
“Mimpikan aku ya.. miss you..” Ucap Kang In Joo lembut dari seberang sana
Hati Aluna berdesir hebat. Miss you.. itulah yang dikatakan Kang In Joo. Bolehkah Aluna berharap sekarang jika cintanya yang bertepuk sebelah tangan dulu sekarang sudah ditanggapi? Aluna tersenyum bahagia
“Miss you too..” Jawab Aluna pelan
“Tunggu aku pulang, akan aku telpon lagi nanti..”
Tut tut tut
Sembungan telpon telah terputus. Tapi Aluna sudah rindu lagi pada orang yang baru saja menelpon
-----
Seoul, Pukul 08.15
Hari kedua kepergian Kang In Joo ke Jerman
Aluna melangkah keluar kamar setelah berganti baju. Rencananya dia akan main ke tempat Ye Na. Mereka sudah janjian untuk hangout. Tiba-tiba terdengar suara bel apartement berbunyi. Siapa pagi-pagi begini yang datang, padahal Bibi Yoon kan sudah datang daripagi
“Nona ada dr. Louis datang..” Suara Bibi Yoon dari luar kamar
“Ya bi.. aku segera keluar..” Jawab Aluna
Aluna keluar kamar untuk menemui dr. Louis, ada apa pagi-pagi begini orang itu datang kemari.. gumam Aluna dalam hati
“Hai dokter..” Sapa Aluna berjalan mendekat. Terlihat kondisi Louis yang sangat kacau, kantong matanya terlihat jelas kemudian rambutnya yang acak-acakan
“Kau baik-baik saja?” Tanya Aluna ragu
“Ponselku dikamar kenapa?”
“Kang In Joo menelponku untuk mengecek keadaanmu, katanya ponselmu tidak bisa dihubungi.. telpon rumah juga tidak diangkat..” Jelas Louis
“Bibi Yoon mungkin didapur jadi tidak mendengar terus ponselku.. aku ambil dulu ya..” Pamit Aluna
Ternyata ponsel Aluna mati karena baterainya habis
“Maaf.. batrenya habis..” Ucap Aluna meminta maaf pada dr. Louis
“Dasar Kang In Joo.. posesifnya kumat..”
Drrt drrt
Ponsel Louis bergetar, ternyata Kang In Joo yang menelpon
“Halo Joo..”
“Iya aku sudah dirumahmu.. Ponsel istrimu batrenya habis..”
“Ok ok..”
Louis mendekati Aluna kemudian menyerahkan ponselnya
“Joo ingin berbicara denganmu..”
Aluna mengambil alih ponsel Louis
“Ya oppa..” Sapa Aluna
“Dari mana saja kamu?’ Suara Kang In Joo terdengar meninggi
“Aku tidak tahu kalau baterai ponselku habis..” Jelas Aluna
“Perhatikan keadaan Hpmu mulai sekarang.. aku tidak mau lagi hal seperti ini terjadi lagi.. ok?”
“Iya.. akan aku perhatikan mulai sekarang..”
“Anak baik.. hari ini dirumah saja kan?” Selidik Kang In Joo
“Aku ada janji dengan Ye Na, bolehkan?”
“Ye Na saja kan? Tidak ada Chris itu kan?”
“Iya hanya Ye Na..”
“Ok, berikan ponselnya ke Louis, aku ingin berbicara dengannya..” Pinta Kang In Joo. Segera Aluna mengembalikan ponselnya Louis
“Ya Joo?”
“Ok ok aku mengerti..” Sambungan telpon telah diputus sepihak oleh Kang In Joo
Fiuh.. Louis menarik nafas dalam-dalan. Bisa-bisanya temannya itu memaksanya untuk kerumahnya untuk mengecek apakah istri temannya itu baik-baik saja atau tidak. Louis kenal sekali dengan sifat Kang In Joo, laki-laki itu jika suka dengan seseorang akan keluar sikap posesif dan protektifnya
“Mau kemana kamu?” Louis bertanya kepada Aluna karena wanita itu terlihat membawa tas dan berpakaian rapi
“Aku ada janji ketemu dengan temanku.. mau ikut?” Ajak Aluna
“Ke?” Louis bertanya lagi
“Ke Kafe temanku.. bagaimana?”
“Okay aku ikut.. aku juga sudah lapar sekali..” Gerutu Louis memegang perutnya
Mereka berdua terlihak akrab seperti seorang teman. Aluna juga tidak takut berteman dengan Louis karena pada dasarnya dia adalah tipe orang yang bisa berteman dengan siapapun
Bersambung...
Chapter selanjutnya pertemuan Louis dan Ye Na
Happy reading ^-^