
01.00 waktu Korea
Kang In Joo menginjakkan kakinya lagi di Korea, saat ini sudah tengah malam, tapi dia tidak terlihat mengantuk ataupun lelah. Dirinya sekarang diselimuti oleh rasa cemburu yang sangat besar. Kang In Joo langsung pulang ke Korea setelah menyelesaikan tugasnya bertemu dengan klien dari Jerman. Dalam benaknya hanya ada Aluna, dia akan memberi hukuman kepada wanitanya karena berani berselingkuh.
Setelah turun dari jet pribadi, Kang In Joo langsung melesat ke apartementnya. Tangannya membuka pintu dengan kasar, menaiki tangga dengan tergesa-gesa menuju kamarnya mencari Aluna. Tapi yang dicari tidak ada disana, kemarahan Kang In Joo sampai kepada batasnya. Dengan setengah berlari Kang In Joo menuruni tangga menuju kearah kamar Aluna. Ternyata benar, Aluna tidur dikamarnya. Padahal beberapa hari yang lalu Aluna berjanji untuk tidur dikamar Kang In Joo.
Dengan tatapan yang membunuh dan langkah kaki yang pasti, Kang In Joo mendekati Aluna kemudian melumat habis bibir wanita yang dicintainya.
-----
Aluna merasa sedang bermimpi. Didalam mimpinya Kang In Joo tiba-tiba datang kemudian mencium bibirnya. Lama-kelamaan mimpinya itu menjadi terasa nyata karena sekarang seperti ada yang menyentuh bibirnya. Aluna membuka matanya perlahan. Matanya menangkap wajah Kang In Joo yang sudah berada di depannya.
“Oppa..” Ucap Aluna lirih disela-sela ciuman Kang In Joo.
Tidak ada jawaban dari Kang In Joo, bibirnya masih saja menciumi bibir Aluna dengan kasar. Aluna merasa bahwa nafasnya hampir habis karena ciuman Kang In Joo.
“Oppa lepaskan..” Aluna mendorong menjauh tubuh Kang In Joo.
“Kamu beraninya..” Mata Kang In Joo melotot ke arah Aluna.
Deg
Tubuh Aluna menciut, Aluna takut karena sepertinya Kang In Joo sedang marah padanya.
“Kenapa kamu bertemu dengan Chris lagi?!!!” Suara Kang In Joo meninggi, dia tidak bisa lagi menguasai dirinya sendiri
“Aku tidak sengaja bertemu dengannya pas lagi jalan-jalan sama Ye Na, ada dr. Louis juga oppa.. oppa bisa bertanya padanya..” Aluna mencoba memberi penjelasan pada Kang In Joo
“Tapi aku tidak suka! Jangan bertemu lagi dengannya!” Kang In Joo menghardik “Apa aku harus memberi tahumu jika kamu adalah milikku hm?” Ucap Kang In Joo dengan suara lantang.
Tubuh Aluna menciut karena melihat sorot mata Kang In Joo.
Aluna yang merasa terpojok tidak bisa melawan karena tenaga Kang In Joo yang kuat. Bibirnya sudah dilumat habis oleh Kang In Joo, tangannya mencoba memukul dada Kang In Joo tapi sia-sia, tangannya langsung dikunci oleh tangan Kang In Joo. Bibir Kang In Joo sekarang turun menyusuri leher mulus Aluna, meninggalkan tanda kepemilikannya.
Menyadari tubuh Aluna bergetar hebat dan terdengar suara tangis Aluna, Kang In Joo menghentikan kegiatannya menciumi leher Aluna, perlahan melepaskan tangan Aluna juga.
“Oppa aku mohon hiks.. hentikan hiks...” Ucap Aluna sambil menangis.
“Kamu sengaja menggodaku hm?” Tanya Kang In Joo mendekatkan keningnya ke kening Aluna “Aku sudah bilang jangan keluar rumah dan tidur dikamarku, tapi tidak ada satupun perkataanku yang kamu lakukan.. bahkan hari ini kamu bertemu dengan Chris.. apa kamu tahu aku cemburu? Jika saja aku tidak ada proyek yang penting, saat aku tahu kamu bersama Chris, aku pasti akan langsung pulang menemuimu..” Jelas Kang In Joo mencium lembut kening Aluna
“Hikss.. hikss..” Aluna masih menangis, matanya terpejam kuat
“Buka matamu dan lihat aku.. tidakkah kamu bisa melihat jika aku cemburu hmm?” Kang In Joo menatap lurus mata Aluna yang masih terpejam
Perlahan-lahan Aluna membuka matanya, menatap lurus kearah dua bola mata yang sedang menatapnya dalam-dalam
“Maafkan aku.. aku tidak bertemu Chris dengan sengaja..” Aluna mencoba menjelaskan lagi dengan harapan Kang In Joo bisa mengerti
“Tapi kau tertawa riang dengannya..” Ucap Kang In Joo seraya menghapus air mata dari sudut mata Aluna
Aluna terdiam, dia bisa merasakan nafas berat milik Kang In Joo yang berjarak tiga inchi dari wajahnya. Wajah Kang In Joo diselimuti dengan kemarahan, Aluna bisa melihanya
“Maaf... aku tidak akan mengulanginya lagi...” Suara Aluna memelas
“Tidak cukup dengan maaf sayang.. berikan aku sesuatu untuk membuktikannya..” Senyum Kang In Joo kepada Aluna
“Apa yang oppa inginkan?”
Kang In Joo tersenyum penuh arti, bibirnya mendekat ke daun telinga milik Aluna “Aku ingin kamu memberikan hakku sebagai suamimu sayang..” Ucap Kang In Joo lirih
Mata Aluna terbelalak mendengar permintaan Kang In Joo, yang dimaksud Kang In Joo adalah hubungan intim suami istri kan? Aluna bergumul dengan pikirannya sendiri. Belum sempat dia menjawab, Kang In Joo sudah melumat habis bibirnya.
Aluna pasrah. Dia kalah tenaga dengan Kang In Joo, diam-diam air matanya mengalir deras.
Bersambung....