
"Sepertinya aku membuat kesalahan Luna.."
Kata itulah yang aku ucapkan ketika aku meminta saran pada Aluna, teman dari wanita yang aku cintai. Aku baru sadar jika cara menunjukkan cintaku padanya salah. Ada rasa dia membenciku bukan karena dia tidak menyukaiku, dia hanya mencoba untuk menghindariku karena pengalaman buruknya di masa lalu. Hal itu pun baru aku tahu dari Aluna. Jika dari awal aku tahu, aku tidak mungkin terus mengejarnya dan memaksa untuk bersamaku. Aku salah, aku sadar sepenuhnya.
Nam Ye Na, gadis itulah yang membuat hari-hariku berwarna sekarang. Entah sejak kapan aku mulai memperhatikan wanita itu. Padahal aku sama sekali tidak mau terikat dengan yang namanya cinta, tapi ketika melihat temanku Kang In Joo yang tiba-tiba menjadi budak cinta pada istrinya, aku menjadi penasaran, kenapa seseorang harus rela menderita hanya karena cinta. Cinta dulunya adalah hal yang tidak wajar buatku. Tanpa cinta seseorang mampu hidup bersama, contohnya adalah kedua orangtuaku. Mereka menikah untuk menyatukan dua keluarga, buktinya lahir aku walaupun mereka tidak saling mencintai.
"Kamu sedang berpikiran mesum ya?"
Kata itu membuatku terkejut. Baru kali ini ada seorang wanita muda yang berani berkata kasar padaku. Aku adalah pewaris Alexander Hospital Seoul, semua orang menghormatiku, disamping aku adalah seorang dokter. Mereka semua tunduk dan mereka semua menuruti apa yang aku katakan. Tapi kenapa wanita yang baru beberapa menit ku kenal melalui istri dari temanku ini berani-beraninya memandangku sinis? Hatiku tertampar, tanpa aku sadari aku tertarik padanya.
Setelah pertemuan pertama kami itu, aku selalu berusaha mencari informasi tentang wanita itu. Walaupun aku tidak menunjukkan jika aku langsung menyukainya, tapi aku sangat tertarik dengannya. Wanita yang mempunyai sorot mata tajam ketika memandang laki-laki asing dan mulutnya yang selalu berkata dingin. Aku penasaran dengan kepribadian wanita ini. Perlahan tapi pasti, aku selalu memperhatikannya ketika punya kesempatan.
“Tolong temanku dr. Louis.. aku tidak ingin melihat dia hancur..”
Sorot mata wanita itu ketika meminta bantuanku untuk menolong temannya membuat dinding pertahananku runtuh. Aku yang tidak mau berhubungan lebih jauh dengan wanita setelah melihat sorot mata yang memohon menjadi lemah. Baru pertama kali ini aku melihat sorot mata yang begitu sedih, sorot mata tak berdaya. sorot mata yang mampu membuat orang yang melihatnya tersihir. Mungkin dari sinilah aku jatuh cinta pada wanita itu, Nam Ye Na. Wanita yang selalu terlihat sinis dan dingin itu seperti punya sesuatu yang pilu dibaliknya.
Tapi aku membuat kesalahan besar ketika aku cemburu pada seorang laki-laki muda yang tidak aku tahu ternyata adalah adik Aluna yang datang ke Korea. Setelah kejadian itu, tidak ada sikap lembut dan bersahabat lagi dari Ye Na untukku. Sikapnya kembali kesaat kami baru pertama kali bertemu dulu.
Aku sadar aku harus ekstra sabar untuk mendapatkanmu. Nona Nam.. tunggu aku.. tunggu aku membuat hatimu luluh pada Louis Alexander..
Bersambung....