
“Oppa.. aku besok mau ke tempat Ye Na, boleh?” Ucap Aluna pada Kang In Joo yang tengah serius dengan laptopnya.
Kang In Joo terkesiap. Seketika dia menghentikan aktivitasnya.
“Tidak.” Singkat padat dan jelas. Penolakan Kang In Joo terpampang nyata.
“Satu kali ini aja.. aku merindukan Ye Na.. opaa.. boleh ya?”
“Ryu bagaimana?”
“Aku ajalah.. tidak mungkin aku meninggalkan Ryu dirumah sendirian..”
“Tidak.” Penolakan lagi. Aluna hilang kesabaran.
“Ok.. aku akan tidur di kamar sebelah dengan Ryu mulai malam ini.. aku tidak pernah mau tinggal bersama laki-laki kaku..” Tutur Aluna acuh.
“Kamu..!!” Suara Kang In Joo meninggi.
“Oppa.. kamu bisa menakuti Ryu dengan suaramu.. kalau tidak memberi ijin jangan berbicara dengan nada tinggi.. aku tidak suka..” Aluna menekankan kata ‘aku tidak suka’
Kang In Joo yang menyadari kesalahannya terdiam. Dia hilang kontrol. Perlahan dia mencoba mengendalikan dirinya. Dia tidak suka Aluna keluar rumah tanpa dirinya, apalagi mengajak Ryu. Hal itu dia lakukan karena dia khawatir dengan istri dan anaknya.
“Ok aku ijinkan satu kali ini saja. Seterusnya kalau keluar harus bersamaku..” Kang In Joo mengernyitkan dahinya.
“Setuju..” Aluna tersenyum penuh kemenangan.
“Tapi ada satu syarat..”
“Apa lagi? Bukankah tadi sudah kasih ijin, kenapa sekarang kasih syarat segala?”
“Kalau tidak mau ya sudah. Bisa kupastikan kamu dan Ryu tidak bisa kemana-mana, aku akan menyuruh Baek dan Soo menjaga kalian disini..”
“Oppa!” Sontak Aluna berteriak kesal.
“Sayang.. kamu bisa membangunkan Ryu..” Ucap Kang In Joo menoleh ke arah Ryu yang masih terlelap.
“Ok aku terima syaratnya, apa?” Aluna berdecak kesal.
“Berikan hakku setiap hari.. aku ingin segera mempunyai penerus kedua Kangin Grup” Jelas Kang In Joo dengan tatapan menggoda Aluna.
Aluna menghembuskan nafas kasar. Jika tidak kasar dan seenaknya sendiri bukan Kang In Joo. Dia kira melahirkan anak gampang? Kenapa tidak Kang In Joo sendiri saja yang hamil dan melahirkan. Aluna mengumpat kesal dalam hati.
“Ok..” Benteng pertahanan Aluna runtuh. Jika tidak setuju, Kang In Joo pasti akan menepati ucapannya. Aluna yakin itu.
----
Nam Kafe
Klang!
Bunyi khas Nam Kafe ketika ada pengunjung datang.
“Ye Na..” Sapa Aluna pada temannya yang berada di belakang meja kasir.
“Luna..” Ye Na menyapa balik Aluna yang masuk kafe dengan menggendong Kang In Joo kecil.
“Aku rindu kamu..”
“Aku juga.. kamu boleh suamimu keluar dengan membawa Ryu?” Ye Na bertanya. Ye Na sangat tahu jika Kang In Joo sangat posesif pada Aluna apalagi sekarang ada anak mereka Ryu.
“Boleh tapi dengan kerja keras.. Joo oppa semakin posesif pada kami.. huft..” Aluna membuang nafas berat. Kang In Joo bukan hanya menjadi suami yang posesif, tapi menjadi ayah yang posesif juga sekarang.
Nam Ye Na yang mendengarnya tertawa geli.
Ye Na terkesiap dengan pertanyaan Aluna. Kok Aluna bisa tahu jika Louis sedang berusaha mendekatinya? Dari mana?.
“Kok?...” Ye Na bertanya ragu.
“Louis meminta saranku untuk mendekatimu.. aku rasa dia tulus menyukaimu Ye Na..” Jelas Aluna.
Ye Na terdiam. Dia tahu jika Louis berusaha mendekatinya akhir-akhir ini. tapi Ye Na selalu mengindari Louis, Ye Na hanya belum bisa menerima kehadiran Louis, ada sesuatu di masa lalunya yang selalu mencegah Ye Na membuka hati untuk Louis. Tapi sebenarnya Ye Na juga ingin dekat dengan Louis. Seperti sekarang ini, sudah beberapa hari ini Louis tidak mengganggunya. Ye Na merasa kosong, biasanya Louis akan datang ke Nam Kafe untu sekedar ‘say hai’ atau kalau tidak Louis akan menelpon dan mengirim sms yang tidak penting. Tapi kebiasaan itu membuat Ye Na senang. Ketika Louis tidak melakukannya lagi, Ye Na merasa kehilangan. Tapi jauh dilubuk hatinya itu melarang Ye Na untuk menghubungi Louis duluan.
“Bukalah hatimu Ye Na.. lupakan masa lalu.. aku rasa Louis adalah orang yang tepat untukmu..” Ucap Aluna seraya menggenggam tangan Ye Na.
Kepala Ye Na menunduk. Mulutnya tidak mampu menjawab. Hatinya bergumul dengan pikirannya, apakah Louis adalah orang yang tepat untuknya?
Drrt drrt drtt
Ponsel Aluna berdering
“Halo.. oppa?”
“....”
“dr Louis? Kenapa?”
“....”
“Perlukah aku kesana?”
“....”
“Ya sebentar lagi aku akan pulang..”
“....”
“Aku masih bersama Ye Na..”
“....”
“Ok..”
Aluna menutup telponnya sepihak.
“Louis dirawat dirumah sakit, tapi Joo oppa menelpon..”
“Apa?” Ye Na terkejut. Ketika mendengar nama Louis tadi hati Ye Na berdetak kencang, sekarang mendengar Louis masuk rumah sakit, hati Ye Na seperti akan meledak. “Kenapa bisa?”
“Joo oppa bilang Louis keracunan makanan...” Jelas Aluna.
“Di rumah sakit mana?” Ye Na sontak berdiri.
“Di rumah sakitnya sendiri, Alexander Hospital. Katanya sudah tidak apa-apa kok..” Lanjut Aluna. Aluna bisa melihat wajah khawatir Ye Na.
“Lun.. aku ada suatu hal yang harus aku kerjakan. Aku lupa tadi.. kamu tidak apa-apa kan pulang sendiri?” Ucap Ye Na gusar.
“Tidak kok.. oppa akan segera menjemputku..” Jawab Aluna.
“Ok bye.. aku tinggal sekarang..” Tutur Ye Na berlari keluar kafe kemudian menyetop taksi.
Aluna tahu Ye Na akan kemana. Aluna tahu jika temannya itu sedang gelisah. Aluna tersenyum kecil.
“Good luck Louis..”
Bersambung....