THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
[Bonus] Alyla Kim



Mata Lyla memandang tak percaya pada e-mail yang baru saja dia terima dari saudaranya di Korea. Pesan itu berisi undangan pernikahan. Lyla berkali-kali memastikan jika pesan ini benar.


From : Kang In Ji


To : Alyla Kim


Hai Lyla, apa kabar?


Aku membawa kabar bahagia, aku akan menikah dengan kak Thomas. Aku lampirkan undangannya. Kamu akan datang kan? Katanya ayah sudah menelpon paman Tara. Kami akan menunggumu di Korea. Pastikan kosongkan jadwal kalian.


Love you,


Jiya


Lampiran: Thom and Ji Wedding


Berkali-kali Lyla membaca pesan dari saudaranya dengan mulut ternganga. Padahal satu bulan yang lalu, saudaranya di Korea yang bernama Jiya itu datang mengunjunginya di Jepang dengan cerita yang menyedihkan. Umur keduanya tak jauh beda, mereka bisa dibilang saudara sebaya. Jiya adalah anak kedua dari kakak ayahnya. Karena umur mereka hanya selisih bulan, menjadikan Lyla dan Jiya akrab.


"Dad.. Daddy sudah dapat telpon dari paman Joo jika Jiya akan menikah bulan depan?" Ucap Lyla setengah berteriak dari kamarnya.


Apartement sederhana yang berisi dua kamar itu dipenuhi dengan suara teriakan Lyla yang tertuju pada ayahnya.


"Oh iya kemarin.." Jawab ayahnya ikut berteriak.


"Kenapa daddy tidak cerita pada Lyla?" Tanya Lyla dengan suara normal seraya mendekati ayahnya yang tengah duduk di sofa dengan televisi yang menyala.


"Daddy lupa sayang.." Jawab ayah Lyla dengan lembut.


Lyla kini duduk di sebelah ayahnya. "Andai saja mommy masih ada, pasti kita bisa ke Korea bertiga daddy.." Celoteh Lyla seraya merangkul tangan ayahnya.


Beberapa hari setelah melahirkan Lyla, ibunya meninggal dunia karena pendaharan hebat setelah melahirkan. Lyla berkali-kali menyuruh ayahnya untuk menikah lagi tapi ayahnya bersikeras membesarkan Lyla seorang diri. Bagi Lyla ayahnya adalah segala-galanya.


Karena pekerjaan ayahnya, mereka berdua menetap di Jepang. Padahal kakak ayahnya sudah membujuk ayahnya untuk tinggal bersama di Korea. Lyla pun tak bisa berbuat banyak karena watak ayahnya yang keras kepala, jika ayahnya mengatak tidak mungkin selamanya akan tidak.


----


Tara adik Aluna bersikeras untuk membesarkan anaknya sendirian. Kang In Joo lah yang datang saat pemakaman istri Tara di Jepang. Pada saat yang bersamaan Aluna sedang proses penyembuhan pasca melahirkan jadi tidak memungkinkan dirinya ikut, apalagi saat itu Ryu juga masih kecil. Selesai prosesi pemakaman Kang In Joo menyampaikan pesan Aluna jika Tara dan anaknya sebaiknya pindah ke Korea untuk tinggal berasama mereka. Namun keinginan Aluna itu ditolak oleh Tara, Tara tak mungkin membebani kakaknya lagi. Cukup dulu ketika dia masih kuliah Tara membebani Aluna. Sekarang ini Tara sudah punya pekerjaan dan penghasilan yang memadai, Tara merasa sangat mampu untuk mengurus anak perempuannya.


Kang In Joo dan Aluna tentu saja menerima keputusan Tara. Beberapa kali dalam setahun mereka berdua pasti akan terbang ke Jepang untuk menemui Tara dan anak perempuannya yang bernama Lyla, Alyla Kim. Istri Tara orang Indonesia, lebih tepatnya teman masa kecil Tara. Wajah Lyla mewarisi gen ibunya, wajah khas orang Indonesia dengan warna bola mata coklat, hanya mata saja yang mirip Tara, sipit. Kang In Joo dan Aluna sudah menganggap Alyla adalah anak kandung mereka.


"Daddy.. cepatlah sedikit. Kita bisa terlambat ke bandara.." Ucap Lyla mengetuk pintu kamar ayahnya. Lyla sudah siap dengan dua koper kesayangannya. Hari ini dia dan ayahnya akan terbang ke Korea untuk menghadiri pesta pernikahan suadaranya yang akan berlangsung tiga hari lagi.


"Ok.. daddy sudah siap.. yuk kita berangkat.." Jawab Tara dengan tangan menarik satu koper hitam besar. "Pastikan barangmu tidak ada yang terlewatkan sayang.." Lanjutnya.


"Aku rasa sudah semua daddy.. yuk kita berangkat.. aku sudah rindu dengan tante Luna, paman Joo, kak Ryu dan Jiya.." Celoteh Lyla dengan senyum yang mengembang. Akhirnya dia bisa berkunjung ke Korea, karena selama ini mereka yang di Korea yang datang ke Jepang. Ini adalah kali pertama Lyla ke Korea. Malam sebelumnya Lyla sempat tak bisa tidur saking bahagianya. Korea i'm coming.


-----


"Welcome!!!"


Kang In Joo menyambut Tara dan Lyla di depan gerbang rumahnya.


"Bagaimana kabarmu sayang?" Kang In Joo membalas pelukan Lyla.


Aluna yang menyaksikan kedekatan Kang In Joo dengan Lyla tersenyum bahagia, melihat Lyla besar dengan baik membuat Aluna bersyukur. Aluna memang selalu berusaha membuat Lyla tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu. Dia dan Kang In Joo memang sudah menganggap Lyla seperti anak ketiganya, adik Jiya.


"Aku baik paman. Aku senang sekali bisa ke Korea.." Celoteh Lyla kemudian melepaskan pelukannya karena melihat Aluna di belakang yang berjalan mendekat. "Tante Luna!!" Lyla lagi-lagi berteriak dan berhambur ke dalam pelukan Aluna.


"Tante senang kamu bisa ada disini sayang.." Aluna membelai rambut Lyla pelan.


"Ehem!!" Suara deheman seorang pria membuat Lyla dan Aluna menoleh. "Hanya ayah dan ibu saja yang dapat pelukan? Aku tidak?" Protes Ryu yang baru saja keluar dari dalam.


"Mana mungkin.. aku kan juga rindu kakak. Sudah lama kak Ryu tidak ke Jepang. Kak Ryu sibuk dengan pacarnnya sih.. makanya lupa sama Lyla.." Jawab Lyla sedikit merajuk. Sudah dua tahun terakhir Ryu memang tidak ke Jepang, alasan pekerjaan lah yang memaksanya tak punya waktu ke Jepang.


"Jadi? Kakak tidak dapat pelukan nih?" Tutur Ryu dengan tangan melebar.


"Iya dapat.." Lyla berjalan mengahmpiri Ryu kemudian memeluknya. Tangan besar Ryu membuat Lyla nyaman. Tangan inilah yang sering memeluk Lyla ketika Lyla masih kecil.


"Dimana Jiya kak? Pasti sedang sibuk mengurus pernikahannya ya?" Tanya Lyla setelah melepas pelukannya.


"Yang menikah kakak, bukan Jiya.." Jawab Ryu dengan senyum mengembang.


"Hah?" Bukan hanya Lyla yang terlihat kaget. Tara yang berdiri disamping Kang In Joo pun ikut kaget.


"Masuklah.. kami akan menceritakan semuanya.." Jelas Aluna menggandeng tangan Lyla untuk masuk kedalam rumah.


-----


Mata Lyla memandang takjub pada bangunan besar yang berdiri di hadapannya, air liurnya hampir saja menetes karena mulutnya yang reflek terbuka. Diatas bangunan itu bertuliskan No One Hotel and Resort.


Ryu merekomendasikan No One pada Lyla ketika gadis kecil itu meminta Ryu mengantarnya keliling Kota Seoul. Ketika Ryu bertanya tempat seperti apa yang disukai Lyla, Lyla menjawab jika dia suka dengan tempat tenang dan bernuansa pedesaan. Pemandangan Kota Seoul sendiri tidak begitu disukai oleh Lyla, pada dasarnya dia memang tidak suka dengan kebisingan. Cukup Kota Tokyo yang membuatnya penat, harus berjalan-jalan di ramainya Kota Seoul bukan pilihan yang tepat untuk Lyla.


"Aku sudah menelpon pihak hotel untuk menyiapkan villa untukmu Lyla. Dua hari cukup?" Tanya Ryu pada Lyla yang tengah meminum susu hangatnya.


"Cukup kak.. aku akan kembali pada hari pernikahan kakak.." Jawab Lyla singkat. "Daddy tidak apa-apa kan Lyla tingkat sebentar?" Tanya Lyla pada ayahnya yang sedang menikmati sarapannya.


Pagi ini semua keluarga lengkap berkumpul di meja makan rumah Aluna. Bahkan Thomas yang biasanya jarang sarapan di rumah Jiya pun ikut setelah mendapat kabar jika saudara Jiya dari Jepang yang sering diceritakan Jiya datang. Thomas penasaran dengan cerita Jiya yang mengatakan bahwa Lyla lah yang cocok menjadi anak Aluna, karena wajah mereka khas orang Indonesia. Benar sekali ucapan Jiya, Thomas diam-diam memperhatikan gerak-gerik Lyla, Lyla memang cantik. Cantik alami yang jarang dijumpai di Korea. Jika Aluna dan Lyla jalan bersama orang yang tidak tahu pasti mengira mereka adalah ibu dan anak. Tapi tetap ya pemirsa, cinta Thomas hanya untuk Kang In Ji seorang.


"Oh iya.. sepertinya Will masih disana.." Thomas buka suara.


"Will?" Tanya Lyla pelan. Siapa Will?


"Adiknya Thomas, dia juga menginap di salah satu villa No One.." Jelas Ryu. "Perlu aku kenalkan kalian? Barangkali kalian bisa menjadi teman ngobrol selama di sana?" Lanjutnya.


"Tidak kak.. aku hanya ingin sendiri menikmatinya.. akupun takut mengganggu adik kak Thomas itu.." Jawab Lyla.


"Ok baiklah.."


*****