THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
[Bonus] Fantastic Four



O Fantastic Four Grup O


Will


Aku mengundang semua anggota grup ini untuk datang ke No One Sky Lounge pukul 4.00 PM. Wajib datang!


Ryu


Ada masalah apa Will? Aku sibuk, hari ini jadwal Ah Reum ke dokter.


Thomas


Kapan kamu akan segera pulang kerumah Willem? Ibu menanyakanmu terus.


Will


Jika kalian tidak datang, aku akan menyeret kalian satu persatu-satu. Aku serius!


Thomas


Ok ok! Aku akan datang bersama Ji. Memangnya ada apa kami sampai harus menemuimu Will?


Will


Demi kelangsungan hidup Will. Aku juga ingin bahagia dan menikah seperti kalian semua brengsek! Tepati janjimu untuk datang bersama Jiya Thom.. dan untuk Tuan Kang Ryu yang terhormat, anda boleh mengajak istri anda.


Pesan terakhir yang dikirim Will di grup chat media sosial membuat semua anggota grup tercekat tak mampu berkata-kata. Grup chat yang diberi nama Fantastic Four ini beranggotakan empat orang, seperti namanya. Anggotanya adalah Ryu, Thomas, Jiya, dan Will.


Grup chat tersebut sempat mati suri ketika Jiya memutuskan hubungannya dengan Thomas, bahkan Jiya memutuskan untuk keluar dari grup chat yang telah lama mereka buat sebagi tanda kedetakan antara mereka masing-masing. Pepatah mengatakan jika darah lebih kental dari pada air, nyatanya hal itu salah melihat hubungan keempat anak manusia didalam grup chat Fantastic Four. Mereka bahkan saling peduli satu sama lain, sebelum Jiya memutuskan untuk pergi dari kehiduapn Thomas. Namun peristiwa itu tak berlangsung lama, berkat pengakuan Thomas yang ternyata juga menyukai Jiya. Perselisihan mereka pun hanya sebatas hal remeh temeh.


Tak seperti biasanya, pagi ini Will memulai percakapan grup dengan sebuah undangan yang tak jelas maksudnya. Thomas yang sedang praktek di Alexander Hospital mengernyitkan dahinya. Memiliki satu adik seperti Will membuat Thomas seperti punya dua lusin adik yang susah diatur dan keras kepala. Saat jari Thomas hendak menjawab pesan Will yang terakhir, pesan Jiya mendahului ketikannya.


Jiya


Will, kamu mengenal Lyla? Kemarin dia menanyakan tentang dirimu. Sejak kapan kalian saling kenal?


Ryu


Kang In Ji, apa maksudmu? Lyla tidak cerita padaku.


Jiya


Kemarin Lyla mengirimkan e-mail padaku kak, dia bertanya tentang Willem Alexander. Sepertinya Lyla tidak tahu kalau Willem Alexander adalah Will adik kak Thomas. Lyla belum membalas e-mailku lagi.


Thomas


Lyla?? Alyla anak paman Tara Ji?


Jiya


Iya kak. Aku juga kaget membaca e-mail Lyla semalam.


Ryu


Will jelaskan apa yang dimaksud Jiya. Kamu tidak mengganggu Lyla kan?


Tak ada jawaban dari orang yang tengah digunjingkan di grup chat, Will.


Ryu


Will?!!!!


Thomas


Will jangan membuat kami salah faham. Tidak terjadi apa-apakan antara kamu dan Lyla?


Will tampak berfikir sejenak sebelum membalas grup chat. Otaknya sedang mencerna pesan dari Kang In Ji. Will, kamu mengenal Lyla? Kemarin dia menanyakan tentang dirimu. Sejak kapan kalian saling kenal? Ternyata gadis itu bergerak lebih cepat dari dirinya. Pesan Jiya yang kedua membuat mata Will menyipit. Shit! Will kalah satu langkah.


Will sangat berhati-hati dalam membalas pesan di grup chat, tak boleh salah langkah jika ingin mendapat bantuan. Anggap saja Will sedang mengambil hati orang terdekat Lyla.


Will


-----


Sky Lounge No One Hotel and Resort


4.00 PM


Langit di Kota Seoul terlihat sangat indah di sore hari. Will duduk bersandar di salah satu sofa. Dia memilih tempat duduk yang sama ketika dia bertemu pertama kali dengan Lyla. Bahkan Will mengarah kepada tempat dimana Lyla pingsan.


"Kalian sudah datang.." Will melambai ketika melihat Thomas dan Jiya memasuki Sky Lounge.


"Cepat jelaskan Will. Jangan buat kami berfikir macam-macam.." Thomas langsung membuka suaranya ketika dia telah duduk di depan Will.


"Tenanglah Thom.. kamu bahkan belum memesan minum. Kamu mau minum apa Ji? Thomas kamu pesan minum dulu saja. Kita tunggu sampai Ryu datang.."


Selang beberapa menit Ryu datang dengan Ah Reum.


"Wah pengantin baru.." Celetuk Will. Ucapannya sangat lembut hingga terdengar tulus. Ryu sempat menoleh mendengar ucapan Will.


"Kamu baik-baik saja Will? Suaramu terdengar menjijikkan.." Thomas menyela.


Bukk


Will melempar bantal kecil penghias sofa tepat di muka Thomas. Dia sedikit kesal karena Thomas tak mau melihat ketulusan hati Will.


"Sudah hentikan! Aku tidak mau anakku melihat pertengkaran kalian.." Ryu melerai perselisihan Will dan Thomas.


"Iya aku setuju dengan kak Ryu, kalian seperti anak kecil saja. Bukan ini kan tujuan kita berkumpul?" Jiya buka suara karena tidak tahan melihat tingkah kekanak-kanakan Thom dan Will.


"Jadi apa yang terjadi antara kamu dan Lyla?" Tanya Ryu.


"Aku butuh bantuan!"


"Bantuan apa?" Tanya Thomas dan Ryu bersamaan


Will memijat pelipisnya pelan.


"Aku ingin belajar bahasa Indonesia dan Jepang.." Jawab Will dengan wajah datar.


"Untuk apa?!" Tanya Thomas, Ryu, dan Jiya bersamaan.


"Kalian kenapa sih? Telingaku bisa pecah mendengar teriakan kalian.." Tutur Will berkacak pinggang.


"Untuk apa kamu mau belajar bahasa Indonesia?" Ryu menatap tajam pada Will.


"Karena dia tidak bisa berbahasa Korea, tidak nyaman juga berbahasa Inggris.. aku ingin berkomunikasi dengan nyaman.." Jawab Will membalas tatapan Ryu.


"Dengan siapa Will? Bicara yang jelas! Jangan berputar-putar!" Ucap Thomas dengan suara geram. Adiknya ini memang pantas dijitak.


"Lyla! Alyla Kim!" Will ikut meninggikan suaranya.


"Apa?!"


Ryu, Jiya, dan Thomas kompak berteriak. Ah Reum yang sejak tadi diam saja menyimak percakapan Fantastic Four ikut terkejut karena teriakan tiga orang tadi bersamaan.


*****


FINAL~


-----


Terima kasih telah membaca The Way Love. Cerita ini takkan sampai sejauh ini tanpa dukungan kalian semua.


Salam sayang,


Eva ^^