
“Oppa.. Joo oppa..” Aluna menggoyang-goyangkan tubuh Kang In Joo, hari sudah siang tapi suaminya itu belum mau bangun. Apa Kang In Joo tidak bekerja?
“Mmmm...” Kang In Joo menggeliat malas.
“Oppa ga ke kantor? Sudah jam 11 siang oppa..” Aluna masih berusaha membangunkan Kang In Joo.
“Tidak... aku libur hari ini, aku sudah menyuruh Yang untuk mengurus kantor hari ini..” Kang In Joo membuka matanya.
“Oh....” Aluna membulatkan bibirnya sambil mengangguk.
“Makan dulu oppa.. opaa belum makan seharian ini..” Ajak Aluna.
Kang In Joo menggelengkan kepalanya. “Aku maunya makan kamu..” Jawab Kang In Joo.
Aluna tersenyum kecil. Suaminya ini tidak ada lelahnya mengajaknya berolahraga.
Mendapat sinyal baik oleh Aluna, Kang In Joo langsung menarik istrinya ke atas kasur.
“Kita buat adik untuk Ryu sayang..” Ucap Kang In Joo yang sudah menindih Aluna. Bibirnya menciumi bibir istrinya. Siang ini pun mungkin akan menjadi siang yang panjang.
Ketika dua orang itu sedang dimabuk cinta, tanpa mereka sadari masuklah tubuh mungil yang menatap aktivitas Aluna dan Kang In Joo.
“Ayah jangan sakiti ibu!” Teriak Ryu sambil menangis, Ryu melihat ibunya dikungkung ayahnya.
Kang In Joo dan Aluna sontak terkejut. Mereka seperti pasangan yang tertangkap basah sedang berselingkuh. Kang In Joo gelagapan, Aluna panik salah tingkah. Untung saja mereka masih dalam tahan forplay. Coba saja jika mereka sudah telanjang bulat, pasti akan sulit untuk menjelaskan pada Ryu.
“Hikss hikss.. ayah jahat.. jangan sakiti ibu.. hikss.. hiks..”
Kang In Joo sontak berdiri dan menghampiri Ryu. Digendongnya Ryu oleh Kang In Joo. Sedangkan Aluna tengah sibuk mengancingkan baju yang dia pakai.
“Cup cup.. sayang.. maafkan ayah.. ayah tidak menyakiti ibu..” Jelas Kang In Joo menenangkan Ryu.
“Ryu yang salah.. jangan sakiti ibu lagi.. hiks hiks..” Ryu kecil masih menangis di pelukan Kang In Joo. Dimatanya, ibunya sedang disakiti oleh ayahnya. Karena kedua tangan ibunya di ikat oleh tangan ayahnya dan tubuh ibunya berada di bawah ayahnya.
“Cup cup cup.. ayah tidak akan menyakiti ibu lagi.. ayah janji..” Ucap Kang In Joo menepuk pelan punggung Ryu.
Aluna yang melihat suaminya menggendong Ryu hingga Ryu tertidur merasa bahagia. Dia menyesali keputusannya dulu yang melarikan diri ketika mengandung Ryu, bahkan Aluna berusaha memisahkan Ryu dari ayahnya. Sungguh jahat sekali pikiran Aluna dulu. Sekarang Aluna bersyukur, dia bisa diberi kesempatan untuk bahagia bersama Kang In Joo.
Setelah menidurkan Ryu di kamarnya, Kang In Joo melangkah ke meja makan. Seharian belum makan mebuatnya kelaparan. Sudah ada Aluna menunggunya di sana, istrinya itu sedang menuangkan nasi untuk Kang In Joo.
“Oppa.. makan sekarang?”
Kang In Joo mengangguk.
“Sayang.. kamu tidak menutup pintu tadi?” Kang In Joo bertanya.
“Aku lupa oppa.. maafkan aku..” Jawab Aluna yang tangannya masih sibuk mengisi piring Kang In Joo dengan makanan.
Aluna mendengar tertawa kecil. “Jangan lupa dia juga keras kepala sepertimu oppa..”
“Iya kamu benar..” Kang In Joo ikut tertawa.
Drtt drtt drttt
Ponsel Kang In Joo tiba-tiba berbunyi.
“Halo Yang..”
“.....”
“Ok kirimkan alamatnya padaku..”
“...”
“Persiapkan dengan baik nanti malam..”
Kang In Joo mematikan ponselnya. Aluna yang duduk disebalah Kang In Joo menatap suaminya penasaran.
“Telpon dari sekretaris Yang.. proposal yang kami ajukan ke perusahaan finansial kenalanku mendapatkan respon.. nanti malam kami akan bertemu..” Jelas Kang In Joo sambil menyantap makanannya.
Aluna terdiam, tidak merespon. Dia memang tidak faham dengan urusan kantor Kang In Joo. Yang dia tahu hanya mengurus Ryu, memasak, atau membuat kue.
“Kangin Grup sedang butuh bantuan finansial sayang.. proyek resort China diluar perkiraan kami. Peneyerapan dana disana sangat besar..” Kang In Joo menjelaskan.
Aluna masih terdiam, dia selalu mendengarkan jika Kang In Joo bercerita tentang perusahaan. Hal yang selalu disyukuri oleh Aluna adalah Kang In Joo selalu menceritakan apapun yang suaminya itu lakukan padanya.
“Maafkan aku oppa..” Aluna buka suara. Sebenarnya Aluna ragu-ragu. Aluna sangat tahu jika kelurga kaya pewaris perusahaan biasanya mereka akan menikah dengan kalangan yang sama, untuk mendukung satu sama lain. Tapi Kang In Joo malah mau menerimanya menjadi istri. Aluna merasa tidak berguna. Tidak bisa membantu sama sekali, dia hanya anak perempuan yatim piatu. Jangan mendukung Kangin Grup, Aluna malah seperti aib karena menjadi istri CEO Kangin Grup.
Kang In Joo menghentikan makannya, matanya menyipit. “Maaf untuk?”
“Tidak bisa membantu apa-apa. Aku hanya perempuan biasa yang tidak berguna. Coba oppa menikah dengan anak pewaris perusahaan juga, pasti Kangin Grup tidak akan kesusahan mencari-cari kerjasama..” Tutur Aluna menundukkan kepalanya.
“Sayang.. tarik ucapanmu kembali. Apa maksudmu tidak berguna? Jangan berpikiran lagi seperti itu.. aku tidak suka.. kamu dan Ryu adalah keberkahan yang Tuhan berikan untukku..”
Aluna terdiam sejenak kemudian mengangguk. Senyumnya terbit.
“Jangan pernah lupa jika aku mencintaimu..”
Aluna mengangguk lagi.
Bersambung....