THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 51 Datang Kembali



Kang In Joo baru saja selesai makan siang masakan yang


dikirimkan Aluna. Akhir-akhir ini kantor disibukkan dengan persiapan pembangungan


resort di Jepang. Kalau boleh mengeluh, Kang In Joo ingin bilang kalau dia


sangat lelah dan sangat rindu istrinya. Hanya sekedar untuk menelponnya saja


Kang In Joo tidak sempat, benar-benar menyiksa. Matanya sudah sangat lelah


menatap layar komputer seharian ini tapi posisi dia sebagai CEO memaksanya untu


terus bertahan. Tidak terasa waktu sudah berganti, dari pagi menjadi siang,


siang menjadi sore. Matahari perlahan-lahan menenggelemkan dirinya.


Banyak sekali hal yang harus Kang In Joo selesaikan


sebelum pembangunan resort di Jepang, pihak dari Jepang juga kooperatif dan


aktif kerjasama. Pihak Kangin Grup dan pihak Nakajima Building saling


berkomunikasi lewat telpon dan e-mail. Kang In Joo sedang sibuk memeriksa


berkas-berkas dari Nakajima Building yang kirim via e-mail, tiba-tiba saja matanya


dipaksa beralih dari layar komputer ke wajah wanita yang sekarang sedang berdiri


didepannya.


“Neya...”


Mata Kang In Joo terbelalak melihat wanita didepannya.


Hong Moo Ne, wanita yang dulu pernah dicintainya tapi setelah berjanji untuk


menikah, wanita itu tiba-tiba meninggalkannya tanpa sepatah katapun.


“Kenapa kamu kembali?”


Sorot mata Kang In Joo tajam menatap wanita itu. Setelah memporak-porandakan


hatinya, kemudian dia sudah bangkit lagi dengan menemukan wanita yang sangat ia


cintai, dengan wajah polos tak berdosa, wanita itu datang menemui Kang In Joo


dan mengatakan jika dia bisa menjelaskan semua perbuatannya.


Cinta Kang In Joo padanya sudah hilang entah kapan. Cintanya


sekarang hanya untuk Aluna, istrinya. Wanita itu terus saja menangis sambil


memeluk tubuh Kang In Joo. Pertahanan Kang In Joo hampir saja roboh, tapi hatinya


tidak akan mungkin menghianati wanita yang sekarang menjadi istrinya. Tapi wanita


itu terus saja meracau dengan tangisannya, dia meminta untuk kembali ke Kang In


Joo. Kang In Joo jelas saja menolak, karena sekarang dia sudah menikah, dan


Kang In Joo sangat mencintai istrinya.


“Aku divonis kanker perut..” Hong Moo Ne mencoba menarik


perhatian Kang In Joo yang daritadi tak bergeming. Hong Moo Ne berbohong, padahal


bukan kanker perut tapi kanker rahim.


“Apa maksudmu?” Kang In Joo menoleh


“Aku meninggalkanmu karena aku harus menerima pengobatan,


serak karena menangis


Tangan Kang In Joo memijit pelipisnya. Apa-apaan wanita


ini, sangat egois. Setelah meninggalkan sekarang meminta kembali.. Kang In Joo


terdiam.


“Bagaimana kondisimu sekarang?”


“Aku sudah sembuh. Aku sudah siap untuk menikah denganmu


Joo.. terimalah aku kembali. Siapa wanita itu? Akulah orang yang kamu cintai.. begitu


cepatnya hatimu berpaling dariku Joo.. kenapa? Bukankah kamu sudah berjanji


untu menikahiku?” Ucap Hong Moo Ne putus asa


“Kamu yang meninggalkan aku Neya.. dia istriku sekarang,


aku tidak mungkin meninggalkannya. Aku mencintainya..”


‘aku mencintainya’ ucapan Kang In Joo itu mengiris hati Hong


Moo Ne. Kenapa hati seseorang mudah sekali berubah, kenapa?


“Bukan. Orang yang kamu cintai adalah aku Joo.. bukan


wanita itu..” Hong Moo Ne berterik, dia benar-benar tidak bisa melepaskan Kang


In Joo begitu saja


“Maaf..”


Hong Moo Ne menangis sekencang-kencangnya. Dalam waktu sekejap


cintanya hilang.


-----


Dengan langkah gontai Kang In Joo berjalan menuju


apartemennya. Hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus ia tangani, ditambah


lagi kedatangan masa lalunya. Fikirannya menerawang jauh, haruskah dia memberi


tahu istrinya jika wanita yang dulu pernah dia cintai kembali atau tidak, Kang In


Joo bergumul dengan pikirannya sendiri. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak


memberitahunya, tidak ada yang berubah jika istrinya tahu. Toh dia tidak akan


menerima Hong Moo Ne kembali,  hatinya


sudah dimiliki oleh istrinya. Dia tidak akan mungkin berpaling.


Setelah masuk ke dalam apartement, mata Kang In Joo menatap


lurus punggung yang sangat dia rindukan, punggung Aluna. Langkahnya pasti


mendekati istrinya yang sedang mencuci piring. Tangan Kang In Joo mendarat


sukses di pinggang Aluna, menciumi harum strawberry dari tubuh istrinya. Inilah


yang membuat Kang In Joo tergila-gila dengan Aluna, segala sesuatu tentangnya


adalah candu untuk Kang In Joo.


Bersambung...