
“Sayang ikut akau kesuatu tempat, mau kan?” Kang In Joo buka suara ditengah kediaman tempat makan rumahnya.
“Hmm? Kemana?” Aluna mengangkat wajahnya. Tangannya masih sibuk menyuapi Ryu.
Kemarin Ryu sudah diperbolehkan dr. Louis untuk pulang kerumah. Ryu sudah dinyatakan sembuh total atau sehat, tapi Aluna tentu masih khawatir.
“Kamu akan tahu ketika sudah sampai disana..” Jawab Kang In Joo.
“Ok.. tapi Ryu baru saja sembuh oppa.. apa tidak apa-apa?” Aluna ragu-ragu mengiyakan. Pasalnya Aluna takut jika Ryu sakit lagi.
“Kita tidak akan mengajak Ryu sayang.. kita hanya pergi berdua..” Jelas Kang In Joo menampilkan senyum manis dengan deretan gigi yang rapi nan putih.
Aluna mengernyitkan alisnya. Meminta penjelasan pada Kang In Joo.
Ting Tong Ting Tong
“Nah itu bala bantuan datang..” Celetuk Kang In Joo seraya berdiri kemudian berjalan menuju pintu.
Aluna masih terdiam dengan rasa penasarannya.
“Sayang ibu datang..” Tutur Kang In Joo kembali ke ruang makan.
Aluna sontak berdiri mendengar ibu mertuanya datang.
“Luna sayang..” Sapa ibu mertuanya, Nyonya Jung Yu Mi.
“Ibu..” Aluna berjalan mendekati ibunya kemudian memeluknya.
“Kalian sudah boleh berangkat sekarang.. ibu akan menjaga Ryu.. ibu sudah membawa dua asisten dirumah, sesuai dengan permintaanmu In Joo..” Ucap Nyonya Jung.
Ada apa ini? Tanda tanya tergambar besar di atas kepala Aluna.
“Oppa.. ada apa ini?” Aluna menatap tajam Kang In Joo. Dia benar-benar dibuat penasaran oleh suaminya. Apa yang terjadi sampai harus dirahasiakan.
“Kita akan berangkat bulan madu sayang...” Kang In Joo berbisik di telinga Aluna. Bisikan itu sukses membuat mata Aluna membulat.
“Tapi Ryu?”
“Ssstttt... ibu yang akan menjaga Ryu.. jadi kamu tidak perlu khawatir.. semenjak ada Ryu kita tidak pernah pergi berdua.. anggap ini liburan ok?” Kang In Joo berkedip pada Aluna.
Pertahanan Aluna runtuh. Kedipan mata suaminya itu sungguh menggoda. Bagaimana dia bisa menolak ajakan pria tampan itu.
“Tapi aku belum siap-siap oppa.. kemana kita akan pergi?” Ucap Aluna mengamati pakiannya yang sekarang. Dress rumahan yang biasa saja.
“Tidak perlu ganti sayang, kamu sudah cantik apa adanya..” Kang In Joo menggoda Aluna. Senyum menggodanya menari-nari di mata Aluna.
“Oppa..” Tangan Aluna mencubit perut Kang In Joo, namu terasa keras. Ah Aluna lupa jika perut suaminya itu sixpack. “Malu tahu.. ada ibu disini..” Lanjutnya.
Kang In Joo senyum-senyum sendiri melihat pipi Aluna merona karena malu.
“Ok kita berangkat sekarang.. ibu aku serahkan Ryu padamu..” Pamit Kang In Joo menarik tangan Aluna.
“Siap Nyonya..” Jawab Kang In Joo berjalan menuju parkiran mobil.
“Oppa mau kemana kita?” Aluna bertanya karena saking penasarannya.
“Jerman..”
Jika diingat-ingat, setelah menikah Kang In Joo tidak pernah mengajak Aluna berbulan madu. Dulu ketika awal menikah Kang In Joo tidak tertarik sama sekali dengan Aluna, namun dengan ketegaran hati Aluna itu membuat Kang In Joo jatuh cinta, sampai-sampai bisa mati jika tidak melihat istrinya. Kali ini Kang In Joo ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu, dengan langkah pertama adalah mengajak Aluna ke Jerman untuk bulan madu. Kang In Joo ingin menunjukkan tempatnya kuliah magister disana.
-----
Germany
Kang In Joo dan Aluna sampai di Jerman dini hari. Sejak dipesawat Aluna tidak bisa tidur, dia terus saja khawatir dengan Ryu yang ditinggal dirumah. Pasalnya anak itu tidak pernah ditinggal oleh Aluna. Kang In Joo dengan ekstra sabar harus menenangkan Aluna jika Ryu akan baik-baik saja dengan ibunya.
Karena selama dipesawat Aluna tidak bisa tidur akibat cemas dan gelisah, alhasil ketika perjalanan ke hotel Aluna tertidur di mobil.
Kang In Joo membuang nafas kasar ketika melihat Aluna yang tengah tidur pulas di sebelahnya. Hancur sudah rencana yang dia susun. Harusnya setelah tiba Kang In Joo akan langsung mengajak Aluna berjalan-jalan, kemudian malamnya Kang In Joo akan membawa Aluna untuk dinner romantis. Namun melihat wajah istrinya yang kelelahan, Kang In Joo tidak sampai hati membangunkannya.
Tangan Kang In Joo terselip di belakang leher Aluna, kemudian tangan yang satunya mengangkat kaki Aluna. Dengan sekali tarikan tubuh Aluna sudah berada di gendongannya. Kang In Joo mengangkat tubuh Aluna ala bridal style meunju kamar hotel. Dia tidak mungkin menyuruh Aluna berjalan menuju kamar mereka.
"Dasar wanita keras kepala.. tapi aku sangat mencintaimu.." Lirih Kang In Joo merebahkan tubuh Aluna di atas kasur. Jiwa pengganggunya tiba-tiba bangun, namu Kang In Joo tidak mungkin mengusik istrinya yang sedang tidur. "Ok tunggu beberapa jam lagi.." Gumamnya dalam hati.
-----
"Sayang bangun.."
Aluna merasa ada benda berat yang sedang menindih tubuhnya. Rasanya tidak bisa bergerak sama sekali. Matanya ingin terbuka namun rasanya sangat malas untuk membukanya. Tubuhnya lelah sekali. Namun beban berat diatasnya itu memaksanya untuk bangun dan membuka matanya walaupun berat.
"Oppa!" Teriak Aluna.
Membuka mata pertama kali setelah bangun tidur dengan wajah Kang In Joo tepat didepannya mengagetkan Aluna.
Kang In Joo tersenyum nakal.
"Sayang bangun.. kamu mengabaikanku sejak tadi.." Ucap Kang In Joo mencium pipi Aluna.
Kesadaran Aluna langsung kembali melihat tubuh Kang In Joo ada diatasnya. Bagimana tidak, suaminya itu sukses membuat Aluna kaget setengah mati. "Oppa.. oppa apa-apaan sih.. berat tahu.. aku masih ngantuk.." Aluna mencoba menyingkirkan tubuh Kang In Joo namun gagal, tubuh itu bak balok besi.
"Ayo bangun.. aku udah ga tahan.." Kang In Joo berbisik di telinga Aluna. Setelah itu Kang In Joo menciumi daun telinga Aluna, perlahan turun ke leher, dicium kemudian digigit pelan yang meninggalkan tanda kebiruan.
"Ahh oppa.." Aluna mendesah pelan.
Mendengar desahan Aluna, nafsu Kang In Joo semakin terbakar. Bibir mereka saling melilit, menghisap dan saling mengeluarkan desahan pelan. Tangan Kang In Joo sudah masuk ke dalam baju yang Aluna kenakan, dengan sekali tarikan, lembar-lembar baju itu sudah berserakan di lantai.
Apapun yang diberikan Kang In Joo tidak pernah di tolak oleh Aluna. Rasa itu tidak pernah berubah walaupun sudah lama berlalu. Begitupun cinta yang diberikan Aluna pada Kang In Joo, tidak akan usang dimakan usia.
Desahan demi desahan terdengar saling bersautan. Aluna dan Kang In Joo merasakan kenikmatan bersama. Kenikmatan yang penuh cinta dan kasih sayang, hingga lahirlah para penerus mereka.
Fin.