
Besok adalah hari dimana Kang In Joo akan berangkat ke Jepang. Segala sesuatu sudah dia persiapkan. Kang In Joo juga sudah memberitahu jika Aluna sedang hamil pada ibu dan kakaknya. Mereka sangat bahagia mendengar kabar ini, bahkan mereka sampai berencana untuk ikut menyusul Aluna tapi dicegah oleh Kang In Joo. Kang In Joo berjanji akan membawa Aluna pulang, jadi Kang In Joo meminta semuanya untuk tidak ikut campur usahanya yang satu ini. Nyonya Jung Yu Mi dan Kang In Na terpaksa mengurungkan niatnya, mereka memang tidak mungkin mengganggu urusan Kang In Joo.
“Segera bawa menantuku dan calon cucuku pulang dengan selamat ke sini lagi In Joo..” Ucap Nyonya Jung.
“Tentu saja bu.. tidak perlu khawatir. Akan aku bawa pulang mereka..” Jawab Kang In Joo.
“Kakak bangga padamu Joo, tidak kakak sangka kamu akan menjadi pria yang hebat, pria yang bertanggungjawab..” Tutur Kang In Na seraya memeluk adiknya.
“Terimakasih kak.. aku siap-siap berangkat dulu..” Kang In Joo pamit pada ibu dan kakaknya.
Urusan kantor Kang In Joo percayakan pada sekretaris Yang selama dia pergi ke Jepang, tentu saja atas persetujuan ibunya. Kang In Joo memilih sekretaris Yang bukan tanpa alasan. Kang In Joo sudah tahu kinerja sekretaris Yang selama dia bekerja dengan Kang In Joo, jadi dia sama sekali tidak ragu meninggalkan pekerjaan kantor kepada sekretaris Yang.
-----
“Tuan saya sudah menyewa rumah di dekat flat tempat tinggal Nona Kim.. jam berapa anda akan tiba di Jepang? Soo akan menjemput anda di bandara..” Jelas Oh Baek di telpon pada Tuannya.
“.....”
“Ok baiklah Tuan.. sampai bertemu nanati..” Oh Baek memutus sambungan telponnya.
-----
Aluna merasa seperti ada yang mengawasi dirinya. Tara akan pulang dari Korea besok. Aluna sebenarnya takut sendirian dirumah, dirinya merasa tidak nyaman. Contohnya saja pagi ini ketika Aluna berada di toko bunga tempatnya bekerja, ada dua pria berjas hitam dan berkacamata hitam mondar-mandir di depan toko. Ketika Aluna memperhatikan mereka, mereka akan lari menghindar. Hati Aluna was-was dan takut. Saking takutnya Aluna sampai meminta ijin kepada pemilik toko untuk pulang cepat karena merasa tidak enak badan.
Kini tubuh Aluna meringkuk di atas kasurnya. Pikirannya melayang kemana-mana. Air mata Aluna mengalir deras melewati pipi halusnya.
Ting tong ting tong
Bel flatnya berbunyi.
Mendengar bel berbunyi Aluna sontak terkejut, tubuhnya gemetar.
“Siapa?” Dengan tertatih Aluna bertanya pada orang yang memencet bel.
“Aku kak, Tara.. buka pintunya..” Jawab Tara dari luar pintu.
“Tara.. hiks.. hiks...” Aluna membuka pintu dengan cepat kemudian memeluk adiknya.
“Ada apa kak? Kakak baik-baik saja?” Tara terlihat khawatir.
“Kakak takut sendirian.. jangan tinggalkan kakak lagi.. hikss hikss..” Suara Aluna bergetar.
“Maafkan aku kak.. tenanglah.. aku sudah pulang..” Ucap Tara menuntun kakaknya duduk di sofa ruang tamu.
“Kakak takut Tara.. seperti ada orang yang mengawasiku terus.. kakak takut..” Ucap Aluna masih dengan menangis.
“Mereka pasti suruhan Joo oppa untuk mengambil anakku..”
Tara menghembuskan nafasnya berat. Memang dia harus membantu kakaknya. Tara takut kakaknya trauma pada Kang In Joo.
“Kak.. apa kakak masih mencintai laki-laki itu?” Tanya Tara.
Aluna seketika menunduk dengan sesenggukan.
“Kakak masih mencintinya kan? Kakak tidak merindukannya?”
“Aku sangat mencintainya Tara.. sudah pasti kakak merindukannya..” Jawab Aluna lantang.
“Lalu? Jika dia datang menjemput kakak.. kakak bagaimana?” Tara mencoba bertanya kepada kakaknya.
Aluna menggeleng pelan “Dia sudah bahagia dengan orang lain Tara.. tidak mungkin dia akan datang menjemput kami..” Suara Aluna rendah, tangannya mengelus perut besarnya.
“Bagaimana jika apa yang kakak tahu itu hanya salah faham? Maukah kakak memaafkannya?”
Aluna mengangkat wajahnya mendengar apa yang Tara ucapkan. Bagaimana mungkin dia salah faham? Jika dia salah faham, harusnya laki-laki itu sudah menjemputnya. Tapi sekarang? Laki-laki itu tidak pernah datang menemuinya.
Aluna mengangkat bibirnya membentuk senyuman, tanpa mengeluarkan kata-kata apapun.
“Aku harap kakak bisa berdamai dengan hati kakak.. jika dia datang bertemu kakak.. bicaralah baik-baik dengannya kak.. mungkin dia punya alasan tersendiri sampai sekarang belum menemui kakak..”
-----
“Halo Tuan Kang...” Sapa Tara pada orang disebarang telponnya.
“Halo Tara..” Jawab Kang In Joo.
“Aku sudah berbicara dengan kak Luna, besok temuilah dia.. tapi aku harap anda tidak memaksanya.. aku takut kak Luna trauma dengan anda..” Jelas Tara.
“Terimakasih adik ipar.. aku pasti akan menemuinya besok..” Ucap Kang In Joo.
Setelah menutup sambungan telponnya hati Kang In Joo teriris, sebegitu terlukanya kah Aluna pada dirinya. Bulir-bulir air mata tak sanggup lagi dia tahan.
“Sayang.. maafkan aku..” Gumam Kang In Joo dalam hati.
Saat ini Kang In Joo sudah berada di Jepang, di dalam rumah yang disewa oleh asistennya. Besok adalah hari yang sangat penting untuknya. Besok dia akan bertemu dengan istri dan calon anaknya yang sangat dia rindukan, sepenjang waktu.
Bersambung....