
Aluna terlihat sibuk didapur. Tangannya lincah mengiris bahan kemudian memasaknya. Aluna bermaksud untuk membuatkan makan siang untuk suaminya. Pagi-pagi sekali suaminya pergi kekantor yang katanya ada sedikit masalah. Aluna berinisiatif untuk mengantarkannya ke sana, Kang In Joo juga sama seperti dirinya, yang belum makan dari sore kemarin.
Di atas meja makan sudah tertata rapi beberapa kotak bekal yang sudah terisi macam-macam lauk, diantarnya ada sop tahu, salad sayur, kimchi, ayam goreng dll. Setelah semuanya selesai Aluna masuk kekamar untuk bersiap-siap mengantarkannya.
Tiga puluh menit kemudian Aluna sudah berada di depan gedung yang menjulang tinggi bertuliskan ‘Kangin Grup Korea’. Mata Aluna mengamati sekitar, dia masih tertegun melihat betapa tinggi dan besarnya perusahaan milik suaminya itu. Memang tidak ada yang tahu jika seorang wanita yang berjalan ragu kearah lobi dengan membawa beberapa rantang berisi makanan tersebut adalah istri dari CEO perusahaan itu. Aluna juga tidak pernah bermaksud untuk mengumumkannya, cukup Kang In Joo saja yang mengakuinya, dia sudah merasa bahagia.
“Permisi.. saya mau ketemu dengan Tuan Kang In Joo..” Ucap Aluna pada resepsionis di lobi
“Anda sudah membuat janji Nona?” Tanya salah satu resepsionis. Total ada empat resepsionis di depan lobi perusahaan, dan semuanya terlihat sangat cantik. Aluna merasa minder
“Belum..” Aluna menggeleng pelan
“Apakah anda tahu jika Tuan Kang In Joo adalah CEO kami?” Resepsionis yang lain buka suara
Aluna mengangguk, sepertinya ada tatapan aneh dari para resepsionis itu pada Aluna
“Maaf Nona, tidak sembarang orang bisa bertemu dengan CEO kami.. anda harus membuat janji terlebih dahulu..”
“Tapi aku..” Aluna sedikit ragu mengatakan jika dia adalah istrinya, namun Aluna mengurungkan niatnya. Pernikahannya dengan Kang In Joo adalah suatu rahasia, jadi dia tidak ingin orang mengetahuinya
“Silahkan buat janji terlebih dahulu kemudian baru datang kemari lagi Nona..” Resepsionis yang memandang aneh Aluna tersebut menimpali, dari nametagnya Aluna bisa membaca jika orang itu bernama Han Yoo Ra.
“Baiklah Nona Han.. aku akan menunggunya dilobi saja..” Ucap Aluna sambil lalu kemudian duduk di salah satu sofa lobi dekat dengan meja resepsionis
Para resepsionis lobi memandang Aluna aneh. Memang banyak wanita yang memaksa menemui CEO mereka dengan berbagai alasan, wajar saja mereka itu menganggap bahwa Aluna salah satunya, tapi mereka salah besar
Beberapa kali Aluna menelpon ponsel Kang In Joo tapi tidak diangkat, begitupun dia menelpon Baek atau Soo juga tidak diangkat. Aluna memutuskan untuk menunggu suaminya di lobi saja. Saking empuknya sofa di lobi Kangin Grup Aluna sampai tertidur. Ini merupakan penyakit Aluna, gampang tidur dimana aja
-----
“Kalian tidak tahu siapa dia?” Suara Kang In Joo menggelegar memenuhi lobi. Semua karyawan terdiam. Terlihat empat orang wanita yang sedang kena amarah Kang In Joo
“Dia istriku, istri dari Tuanmu.. berani-beraninya kalian menyuruhnya menunggu di lobi..” Amarah Kang In Joo meluap
Kang In Joo baru saja selesai rapat dengan dewan direksi Kangin Grup membahas tentang kegagalan proyek Kang In Joo di Jerman. Semua teratasi dengan sempurna, hampir satu jam rapat berlangsung. Selesai rapat Kang In Joo berencana untuk pulang sebentar, dia kepikiran Aluna yang tadi mengatakan lapar tapi Kang In Joo malah meninggalkannya karena urusan kantor. Ketika sampai di lobi matanya menatap sesosok wanita yang sedang tertidur pulas di sofa dengan kotak makanan dipangkuannya, dia adalah Aluna. Seketika Kang In Joo naik pitam, berani-beraninya ada orang yang memperlakukan wanitanya begitu.
“Maaf Tuan kami tidak tahu jika Nona ini adalah...” Salah satu resepsionis buka mulut dengan perkataan yang terbata-bata
“Nyonya Kang.. panggil di Nyonya Kang, dia istriku..” Suara menggelegar Kang In Joo kembali terdengar. Suaranya kali ini berhasil membangunkan Aluna
Mata Aluna masih buram efek bangun tidur “Bisa-bisanya aku tertidur disini..” Gumamnya. Setelah kesadarannya pulih seratus persen, mata Aluna terbelalak mendapati Kang In Joo sedang memaki-maki empat wanita yang tadi dia temui di meja resepsionis. Buru-buru Aluna bangkit kemudian berjalan menuju posisi Kang In Joo
“Oppa.. ada apa ini?” Suara Aluna mengagetkan semua orang yang ada di lobi, otomatis mereka semua menoleh
“Sayang..” Kang In Joo menurunkan suaranya “Ini mereka kerjanya ga becus, masak istrik Tuannya sendiri tidak tahu..” Lanjutnya
“Terus?” Aluna menuntut kelanjutannya
“Aku memecatnya..” Jawab Kang In Joo tanpa basa-basi
“Kenapa?”
“Mereka membuatmu menunggu dilobi.. mereka kurang aja..”
“Aku sendiri yang memintanya..”
“Tapi kan..”
“Sudahlah.. aku yang salah.. mereka hanya menjalankan tugasnya..” Jelas Aluna. Kang In Joo memang benar-benar bos kejam
“Tapi mereka membiarkan kamu tidur di sofa..” Protes Aluna
“Cukup! Kalau kamu masih mau memecatnya. Akan aku pastikan kamu tidak akan bertemu lagi denganku. Aku akan tidur ditempat Ye Na!” Suara Aluna meninggi, membuat orang-orang dilobi kaget
Aluna benar-benar sudah tidak tahan dengan sikap kerasnya Kang In Joo
“Yang.. kau urus mereka..” Titah Kang In Joo
“Sayang.. kita bicarakan ini di ruanganku ya..” Kang In Joo memelas “Apa yang kamu bawa?” Lanjutnya
“Makan siang..” Aluna menjawab ketus
“Aku serahkan urusan ini padamu Yang, aku tidak jadi pulang. Aku akan naik ke ruanganku sendiri dengan Luna. Jangan masuk sampai aku menyuruhmu..” Titah Kang In Joo lagi sambil menggandeng tangan istrinya.
Semua mata karyawan Kangin Grup tertuju pada Kang In Joo dan Aluna yang pergi dengan bergandengan tangan. Mereka bertanya-tanya, sejak kapan Tuannya itu punya istri? Mereka belum pernah mendengar rumor itu, tapi melihat kejadian barusan dimana Tuannya itu kalah dengan seorang wanita mereka menjadi percaya, jika wanita tadi adalah istri dari Tuannya. Kang In Joo yang terkenal dingin kini wibawanya turun karena seorang wanita. Singa jantan peguasa hutan itu luluh dengan seekor singa betina. Para karyawan terkekeh.. mendapati sisi lain dari Tuannya.
Bersambung..
^-^