
Pikiran Aluna masih mencoba mengingat kejadian semalam. Semalaman dia dan Kang In Joo berolahraga sampai pagi, sampai-sampai dirinya kelelahan dan tertidur tanpa sempat berganti baju. Aluna mencoba untuk memindahkan kepala Kang In Joo ke samping tapi tidak bisa, selain kepala, tangan Kang In Joo juga melingkar kuat di pinggang Aluna. Aluna ingin berbegas melepaskan diri dari Kang In Joo, dia malu ketika mendapati dirinya telah menyerahkan mahkotanya kepada Kang In Joo semalam. Rasanya dia ingin menghilang dari dunia ini saja saking malunya. Dengan susah payah Aluna melepaskan diri dari pelukan erat Kang In Joo, satu persatu dia turunkan kakinya dari ranjang mencoba untuk berdiri tapi rasa nyeri begitu terasa, tubuhnya pun gemetar menahan rasa sakit itu, satu dua langkah tapi sakit itu terasa menusuk.
Brak
Tubuhnya ambruk dilantai
“Awww!” Aluna berteriak kesakitan “Ahhh!” Erangnya lirih
Kang In Joo yang sedang tertidur pulas merasa ada yang menggeser tubuhnya kesamping. Baru saja dia berencana untuk membuka mata, telinganya mendengar ada sesuatu yang jatuh dan suara jeritan kesakitan memecah gendang telinganya. “Suara Aluna..” Kang In Joo mencoba menerka, seketika tubuhnya langsung bangkit menghampiri Aluna yang terduduk menahan sakit dilantai.
“Sayang kamu kenapa?” Kang In Joo mendekati Aluna
“Sakit..” Aluna meneteskan air matanya, rasanya sakit sekali. Sampai-sampai dia tidak sanggup berdiri. Padahal Aluna ingin segera mandi dan berganti baju, tapi usahanya gagal
“Sakit sekali hmm?” Ucap Kang In Joo lirih menarik wajah Aluna kemudian mengusap lembut air mata dengan tangannya.
Aluna mengangguk pelan.
Mata Aluna terbelalak melihat Kang In Joo didepannya yang hanya menggunakan celana pendek tanpa memakai baju, terlihat dada bidang Kang In Joo dengan otot sixpack, Aluna terperangah.
“Kenapa melihatku seperti itu? Kamu sudah melihatnya semalaman, bahkan kamu memeluknya erat sayang...” Suara Kang In Joo menyadarkan kekaguman Aluna pada dada bidang yang dimiliki suaminya.
Kang In Joo terkekeh melihat perubahan sikap Aluna, wajah wanitanya memerah dan terlihat gugup. Sontak saja Aluna menutup matanya.
"Kenapa aku harus tutup mata?” Kang In Joo protes.
“Aku malu!” Aluna menaikkan suaranya, benar-benar Kang In Joo berhasil membuat Aluna mati setengah mati. Malu karena melihat indahnya dada Kang In Joo.
Cup
Kang In Joo mencium lembut kening Aluna, dengan sekali tarikan tangan Kang In Joo membopong Aluna kemudian mendudukkan dipangkuannya. Raut wajah Aluna berubah gugup. Berdekatan dengan Kang In Joo dengan jarak yang sangat dekat sangat tidak bagus dengan jantungnya.
Mata mereka saling bertatap tanpa kata-kata, hening menyelimuti mereka. Aluna salah tingkah diperhatikan Kang In Joo, karena bingung harus bagaimana, Aluna memilih untuk memalingkan wajahnya. Betapa malunya dirinya sekarang, malu semalunya.
“I love you..” Kata-kata itu tiba-tiba terlontar dari mulut Kang In Joo, tangannya menarik wajah Aluna untuk menatap matanya. Kang In Joo ingin Aluna bisa melihat hatinya, tidak ada lagi kesempatan untuk mengungkapkan ini. Benar kata Louis jika Kang In Joo tidak bergerak cepat, istrinya itu akan jatuh ke tangan orang lain.
Mata Aluna membulat seketika mendengar kata itu dari mulut Kang In Joo. Jantungnya berdegub tak karuan, apa dia tidak salah dengar? Kang In Joo menyukainya? Sejak kapan? Bukankah laki-laki itu sangat membencinya? Ini sungguhan kan? Aluna memejamkan matanya sejenak kemudian membukanya lagi, tapi ini memang nyata, nyatanya Kang In Joo masih didepannya.
“Sayang...” Kang In Joo memanggil Aluna, karena wanita itu bengong dari tadi.
“Hmm?” Aluna buka suara, dia mencoba mengendalikan dirinya.
“Aku mencintaimu..” Kang In Joo mengulang lagi kata-katanya.
Air mata Aluna tidak bisa dibendung lagi. Laki-laki yang sangat dicintainya ternyata juga mencintainya sekarang. Air mata bahagianya meleleh dengan deras. Hatinya benar bahagia sekarang, tiada yang lebih indah jika cinta kita ternyata dibalas.
Aluna tak menjawab, kini tangannya melingkar di leher Kang In Joo, dan memeluk erat laki-laki yang dicintainya.
“Hiks hiks hiks..” Aluna menangis sesenggukan sambil memeluk Kang In Joo.
“Kenapa menangis? Kamu tidak mecintaiku hm?” Suara Kang In Joo lembut seraya mengelus pundak Aluna.
Aluna menggeleng, dia ingin menjawab tapi suaranya tercekat saking bahagianya.
“Sayang.. sudah jangan menangis, kamu menakutiku..” Kang In Joo memohon, dia frustasi melihat wanitanya menangis. Tangannya menarik pundak Aluna, mencoba untuk mendekatkan wajahnya ke wajah Aluna.
“Jangan menangis lagi ya.. tanpa ijinku kamu tidak boleh menangis., karena kamu sekarang milikku..” Ucap Kang In Joo.
Aluna mengangguk sambil mengusap air matanya.
“Oppa serius kan? Aku tidak salah dengar kan tadi?" Aluna mencoba memastikan perkataan Kang In Joo itu benar.
“Iya.. aku mencintaimu.. jangan buat aku cemburu lagi, aku bisa saja membunuh orang itu jika aku cemburu.. kamu hanya milikku.. kamu hanya boleh bahagia bersamaku, jangan tersenyum kepada laki-laki lain selain aku..” Titah Kang In Joo.
Aluna mengangguk lagi. Kini dirinya sudah mendapatkan kepastian jika Kang In Joo benar mencintainya.
“Aku juga mencintaimu oppa.. sudah sangat lama sekali.. aku mecintaimu..” Aluna memeluk Kang In Joo lagi. Dirinya benar-benar tidak ingin melepaskan Kang In Joo.
“Jadi perjanjian kita, bisa dibatalkan kan sekarang?” Tanya Kang In Joo, tangannya mengelus rambut Aluna.
“Iya..” Jawab Aluna tegas. Dia masih membenamkan tubuhnya di pelukan Kang In Joo.
“Kita mulai dari awal sayang.. aku berjanji tidak akan membuatmu bersedih.. aku mencintaimu..”
Aluna mendengar itu mengangguk. Ingin sekali Aluna bertanya soal wanita yang Kang In Joo cintai dulu, Hong Moo Ne. Tapi niat itu ia urungkan, dia tidak mau merusak suasananya dengan Kang In Joo. Yang dia tahu, sekarang wanita yang dicintai Kang In Joo adalah dirinya.
“Bagaimana kalau kita mandi sekarang sayang? Aku harus pergi ke kantor..”
“Iya..” Aluna melepas pelukan Kang In Joo, kakinya ia turunkan dari pangkuan Kang In Joo. Tapi hal itu dicegah oleh Kang In Joo. Dengan sekali gerakan dirinya sudah digendong Kang In Joo masuk ke dalam kamar mandi.
“Kita mandi bareng, ok?” Kang In Joo tersenyum pada Aluna, ada maksud lain dipikirannya
Bibir Aluna tersenyum mengiyakan permintaan Kang In Joo. Hatinya begitu bahagia sekarang, perjanjian yang dulu dibuat oleh Kang In Joo tidak berlaku lagi sekarang. Aluna berjanji akan membahagiakan Kang In Joo, dia tidak akan menutup dirinya lagi. Dia ingin menjukkan cintanya yang besar pada suaminya, Kang In Joo.
Bersambung...
Happy reading ^-^