THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 37 Wir Sehen Uns Wieder!



Nam Ye Na terlihat gusar karena menunggu Aluna, mereka janjian ketemu jam 10.00 tapi sudah lewat 30 menit temannya tidak kunjung datang. Beberapa kali Ye Na mencoba meghubungi temannya tapi nomornya selalu diluar jangkauan. Ye Na dan Aluna janjian untuk ketemu di Dongdaemun, pusat perbelanjaan besar di Korea. Terdapat banyak mall dan pusat industri mode Korea. Ketika masih kuliah mereka sering jalan-jalan kemari, tapi setelah lulus dan sekarang Aluna sudah menikah, mereka jarang sekali pergi keluar bersama. Mumpung si Kang In Joo suami Aluna pergi ke Jerman, mereka menyempatkan diri untuk janjian, sekedar belanja untuk refreshing.


Berkali-kali Ye Na melongokkan kepalanya ke arah jalan raya, karena temannya tak kunjung datang. Jam tangan kecilnya menunjukkan pukul 10.45, berarti Ye Na sudah menunggu kurang lebih 45 menit.


“Ye Na..” Teriak seseorang dari belakang, dan Ye Na mengenali suara itu, suara Aluna


“Hai.. aku kira kamu tidak datang..” Ye Na menoleh ke arah sumber suara, selain matanya menangkap sosok Aluna yang berlari kearahnya, ternyata ada sosok lain yang tertangkap matanya, laki-laki berwajah bule, bermata biru, beramput pirang dengan tinggi badan yang proporsional


“Maaf.. tadi ada sedikit kendala..” Ucap Aluna seraya memeluk temannya


“Nomormu tidak bisa dihubungi..” Tanya Ye Na


“Maaf, baterai ku habis, tadi aku sempat isi didalam mobil dr. Louis..” Jawab Aluna menunjuk laki-laki yang mematung dibelakangnya


“Hai.. aku Louis..” Louis yang merasa sedang dibicarakan oleh kedua wanita didepannya membuka suara, memperkenalkan diri


“Siapa dia?” Bisik Ye Na pada Aluna


“Dia teman Joo oppa.. tadi pagi dia datang kerumahku, jadi aku ajak sekalian kesini..” Terang Aluna yang di iyakan oleh Louis dengan anggukan


“Oh...” Bibir Ye Na membulat “Nam Ye Na..” Ye Na memperkenalkan dirinya pada Louis


“Louis Alexander William.. panggila aku Louis..” Louis menyodorkan tangannya ke arah Ye Na, Ye Na membalas tangan Louis


“Jadi mau kemana kita sekarang?” Tanya Aluna pada dua orang didepannya yang baru saja selesai berkenalan


“Jalan-jalanlah.. setelah kamu menikah jujur aku kesepian Lun.. suamimu yang posesif itu keterlaluan.. temanku hanya kamu, jadi tidak ada yang bisa kuajak jalan-jalan selain kamu..” Terang Ye Na dengan wajah yang sedih


“Cup cup cup.. i’m here Ye Na, ayo kita bersenang-senang..” Tangan Aluna menarik tangan Ye Na “Louis.. yuk..” Aluna juga mengajak Louis masuk ke dalam kerumunan orang di Dongdaemun


Terlihat bangunan-bangunan tinggi menjulang di sana, mereka bertiga berjalan-jalan santai sambil mencoba street food yang dijual dipinggiran jalan Dongdaemun. Louis mengikuti Ye Na dan Aluna dari belakang, dalam hatinya, perempuan jika berbelanja matilah sudah para pria, karena mereka adalah makhluk yang tidak bisa lelah dengan kata shopping. Fiuh.. Louis menyesal mengikuti Aluna, dia sendiri sekarang terjebak diantara hiruk pikuk Dongdaemun. Kalau bukan karena Kang In Joo, Louis tidak akan mau menemani wanita berbelanja. Louis sudah berjanji pada Kang In Joo untuk membantu mendapatkan hati Aluna


Mereka bertiga berhenti disalah satu stand yang menjual aksesoris rambut. Aluna dan Ye Na sibuk memilih aksesoris, dan Louis menunggu dibelakang bak seorang pengawal


“Aluna!!!” Teriak seorang laki-laki dari arah samping kanan mereka sambil melabaikan tangan


Sontak mereka bertiga menoleh karena suara laki-laki itu sangat jelas sekali terdengar


“Chris..” Lirih Aluna. Ternyata suara itu adalah milik Chris


“Hai..” Sapa Chris mendekati Aluna dan Ye Na


“Chris.. sedang apa kau disini?” Tanya Ye Na penasaran


“Hai Nona Nam.. senang bertemu lagi denganmu..” Sapa Chris pada Ye Na “Tadi aku bertemu dengan temanku.. kalian sedang apa?”


“Jalan-jalan..” Jawab Aluna singkat. Aluna merasa sedikit canggung dengan Chris, tapi Chris terlihat biasa saja, jadi Aluna juga mencoba untuk bersikap biasa. Kecanggungan sikap Aluna ternyata di sadari oleh Louis yang sedari tadi diam memperhatikan situasi didepannya


“Oh... berdua saja?” Tanya Chris lagi


“Kami bertiga.. ini Louis temanku..” Aluna memperkenalkan Louis pada Chris


Louis tersenyum lebar ke arah Chris, memperhatikan lekat-lekat Chris. Chris juga membalas senyum Louis


“Didekat sini ada Kafe milik temanku, mau kesana?” Chris mencoba mengajak Aluna kesana. Betapa bahagianya dia bisa bertemu Aluna ditempat yang tidak disengaja. Chris menganggap ini adalah takdir, maka dari itu dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu


“Ok..” Ye Na membalas, Ye Na memang selalu suka dengan kata Kafe


“Oo.. Ok baiklah..” Aluna terpaksa mengiyakan, karena Ye Na telanjut menyutujuianya, padahal Aluna sedari tadi sedang berfikir untuk pergi dari Chris, eh ini si Ye Na malah mengiyakan


Hanya beberapa menit saja mereka berempat telah duduk berhadapan di salah satu kafe di Dongdaemun, kafe ini milik teman Chris


“Kau tidak ada jam kerja Chris..” Aluna membuka suara mencoba memecah keheningan diantara mereka


“Aku libur hari ini.. aku berencana untuk jalan-jalan.. ternyata aku memang beruntung, bisa bertemu denganmu..” Jawab Chris dengan senyum lebarnya


Chris duduk berhadapan langsung dengan Aluna, jadi dia bisa langsung menatap wajah cantik wanita yang masih disukainya, dan hal tersebut membuatnya bahagia setengah mati


Tanpa disadari oleh mereka berdua yang tengah asyik mengobrol ada sepasang mata yang sedang menarik kesimpulan dari semua yang dia lihat, pemilik mata itu adalah Louis Alexander


Kesimpulan 1. Chris menyukai Aluna


Kesimpulan 2. Joo memiliki saingan bernama Chris


Itulah kesimpulan yang didapat Louis. Diam-diam Louis mengambil foro Chris dan Aluna yang sedang mengobrol bahagia dengan kamera ponselnya, sebenarnya bukan hanya mereka berdua sih.. ada Ye Na juga, tapi Louis sengaja mengambil sudut pandang lain untuk berikan kepada temannya sebagai hadiah besar


***


Jerman


Hari ini adalah hari kedua Kang In Joo berada di Jerman, itu artinya besok adalah hari kepulangan dirinya ke Korea, bertemu dengan wanita yang kini ia cintai Aluna. Padahal hanya tiga hari tidak bertemu, tapi rasanya seperti tiga puluh tahun.


Kang In Joo berada di sebuah restoran, hari ini dia akan bertemu dengan mitra bisnisnya. Sembari menunggu Kang In Joo menyesap teh hangatnya.


Ting!


1 Pesan


Louis


Pandangan Kang In Joo teralihkan dari gelas teh menuju ponselnya, ada pesan dari Louis. Buru-buru tangan Kang In Joo membuka pesan tersebut. Mata Kang In Joo terbelalak, hampir saja bola matanya jatuh saking kagetnya melihat pesan yang dikirkan oleh Louis.


Isi pesan itu adalah foto Aluna yang sedang tertawa lebar dengan pria didepannya, Chris. Dibawah foto tersebut ada pesan dari Louis “Joo.. kamu punya saingan, kalau tidak salah namanya Chris. Aku rasa dia menyukai istrimu.. kalau kamu tidak bergerak cepat, aku tidak bisa menjamin istrimu itu tidak jatuh ketangannya..”


Darah Kang In Joo naik ke ubun-ubun, aura membunuh menyeruak dari tubuhnya. Tangannya mengepal, rahangnya mengeras menahan amarah. Dengan satu hentakan dia sudah berdiri hendak meninggalkan restoran, tapi aksinya tersebut dicegah oleh sekretaris Yang. Karena pentingnya proyek ini, sangat tidak etis jika Kang In Joo pergi begitu saja. Dari pihak klien akan menuduh Kangin Grup tidak profesional. Kang In Joo tidak bisa berkutik, sepenuhnya dia dikuasi oleh amarah.


“Selesaikan urusan disini secepatnya, nanti malam aku tidak mau tahu kita sudah berada di Korea..” Titah Kang In Joo


“Apa? Maksud Tuan?” Sekretaris Yang kaget mendengar perintah dari Tuannya. Mau tidak mau hari ini dia harus lembur menyelesaikan tugas-tugas yang harusnya diselesaikan besok


*****


Louis tersenyum bangga setelah mengirimkan sms ke Kang In Joo. Dia memprediksi jika temannya itu sekarang sedang mengamuk dan melempar apa saja didepannya.


“Apa yang sedang kau tertawakan dr. Louis?” Sebuah suara menyadarkan Louis dari lamunannya


Louis menaikkan satu alisnya. Ternyata suara dari Ye Na, teman Aluna.


“Tidak ada..” Jawab Louis singkat


“Kau sedang tidak menertawakan aku kan? Aku lihat dari tadi matamu terus melihatku..” Ye Na bertanya lagi, karena memang sedari tadi Louis menatapnya dengan senyum-senyum sendiri, tanpa Ye Na ketahui jika Louis dengan berhayal ditempat lain


“Apa?” Louis terhenyak, baru kali ini ada wanita yang begitu berani kepadanya “Tentu saja tidak Nona.. aku sedang memikirkan hal lain..”


“Kau berpikir mesum ya?” Kata-kata itu meluncur dengan entengnya dari mulut Ye Na


“Maksudmu?” Louis kaget mendapat julukan mesum dari wanita yang baru saja dikenalnya


“Jika tidak ya sudah..” Ye Na langsung memalingkan wajahnya ke arah Chris dan Aluna yang masih mengobrol


Louis tertegun. Baru kali ini dengan berani-beraninya ada orang yang mengatakan dirinya mesum dengan nada yang sini


Hari sudah semakin sore, masing-masing dari mereka saling berpamitan. Chris pergi duluan, kemudian disusul oleh Ye Na


“Aku bisa memberimu tumpangan Nona..” Tawar Louis


“Tidak.. aku alergi dengan orang mesum..” Jawab Ye Na tegas, ada nada mengejek dari mulutnya


Lagi-lagi Louis terhenyak


“Wir sehen uns wieder!” Bisik Louis mendekatkan wajahnya pada daun telinga Ye Na. Ye Na yang mendapatkan perlakuan itu secepat kilat menjauhkan dirinya dari Louis


“Aku pergi dulu.. bye..” Ye Na langsung berlari menyetop taxi


Louis terkekeh dengan sikap dari teman Aluna, gadis yang menarik, lirik Louis dalam hati


“Apa yang kamu katakan pada Ye Na tadi dr. Louis?” Aluna bertanya penasaran


“Itu bahasa Jerman..” Louis menjawabnya “Aku antar kamu pulang Nyonya Kang.. aku bisa dibunuh Joo jika kamu tidak pulang dengan selamat. Yang dia tahu kamu pergi denganku..” Louis menuntun Aluna menuju parkiran mobilnya


“Okay..” Aluna mengikuti Louis dari belakang


Bersambung...


Wir sehen uns wieder : Sampai bertemu lagi (Bahasa Jerman)


^_^