
Kang In Joo berusaha untuk menjalani kehidupannya tiga bulan ini dengan normal. Segala daya dan upaya dia kerahkan untuk mencari keberadaan Aluna. Dirinya hampir putus asa. Asisten Oh yang pulang dari Australia juga tidak menemukan Aluna. Ponsel Aluna tidak di aktifkan walaupun nomor poselnya masih terdaftar, jadi Kang In Joo sama sekali tidak bisa melacak keberadaannya.
Kang In Joo sudah seperti orang yang mati rasa. Hidupnya hanya bekerja, makan, dan tidur. Sebagian besar pekerjaanya di pegang oleh sekretaris Yang. Jika tiba-tiba dia teringat dengan Aluna, Kang In Joo akan langsung melepas pekerjaannya, dia akan pergi menyendiri untuk menenangkan pikirannya. Tidak ada yang berani mengusik Kang In Joo, semuanya tahu jika Kang In Joo sedang patah hati.
Sebagian besar keseharian Kang In Joo dia habiskan untuk merenung di apartementnya. Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor dia akan mampir ke apartementnya, berharap sebuah keajaiban. Walaupun usahanya selalu nihil, Kang In Joo tidak berniat untuk menyerah. Apartement itu sekarang di urus oleh Bibi Yoon, Kang In Joo sendiri memilih untuk tinggal dirumah ibunya. Dia hanya mampir sebentar untuk mengecek barangkali Aluna pulang kesana.
-----
Nam Ye Na terlihat ragu dengan apa yang akan ia lakukan. Berkali-kali dia menoleh kepada laki-laki disampingnya untuk membatalkan niatnya. Tapi laki-laki itu menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. Ye Na menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan. Semoga dia tidak menyesali perbuatannya ini.
Langkah kaki Ye Na berjalan maju menuju pintu masuk Kangin Grup, dibelangkanya ada seorang pria yang mengikutinya, dr. Louis Alexander. Akhir-akhir ini hubungan mereka menjadi dekat sejak kepergian Aluna entah kemana, mereka saling berbagi informasi tentang keadaan Kang In Joo ataupun Aluna. Hari ini mereka memutuskan untuk bertemu dengan Kang In Joo, mereka rasa hubungan temannya itu harus diselamatkan.
Tok tok tok
“Masuk..” Ucap Kang In Joo lirih.
“Tuang ada Nona Nam Ye Na dan dr. Louis Alexander datang menemui anda..” Tutur sekretaris Yang.
“Oh.. suruh mereka masuk..” Jawab Kang In Joo.
Kang In Joo meninggalkan semua pekerjaannya, mendengar Nam Ye Na dan Louis datang menemuinya ada rasa bahagia di hati Kang In Joo.
“Hai Joo..” Sapa Louis masuk ke dalam ruangan Kang In Joo.
“Hai..” Kang In Joo memeluk temannya.
“Apa kabarmu?” Tanya Louis seraya duduk di kursi tamu di dalam ruang Kang In Joo.
“Ya begini.. aku rasa aku baik-baik saja, walaupun tidak genap..” Jawab Kang In Joo lemah, sorot matanya meredup. Dia memang telah kehilangana cahaya hidupnya, yaitu Aluna.
“Kamu sudah mendapat kabar dari Aluna Tuan Kang?” Nam Ye Na buka suara.
“Aku yakin dia akan segera pulang.. aku percaya padanya..” Ucap Kang In Joo tersenyum tipis.
“Jika Aluna ternyata tidak mampu untuk pulang bagaimana Joo? Kamulah yang harus menjemputnya pulang..” Jelas Louis tersirat.
Kang In Joo terdiam. Jika dia tahu dimana Aluna, dia pasti sudah membawanya pulang. Masalahnya Kang In Joo tidak tahu Aluna dimana.
“Mungkin ini bisa membantumu Tuan Kang..” Tangan Ye Na mengeluarkan tiga buah amplop berwarna putih “Ini adalah surat yang Aluna kirimkan padaku setiap bulannya.. maaf jika aku baru mengatakannya sekarang. Aku hanya ingin menepati janjiku pada Aluna..” Lanjut Ye Na.
Kang In Joo terkesiap.. akhirnya Aluna.. Kang In Joo hendak mengambil amplop itu ketika Louis mengatakan sesuatu yang tak kalah membuat dia terkejut.
“Aluna sedang mengandung anakmu Joo..” Louis juga tidak bisa merahasiakan hal ini lagi.
“Apa?” Sontak Kang In Joo tekejut.
“Mungkin sekarang sudah masuk bulan ke enam. Dia pergi darimu karena takut dipisahkan dari bayi yang dia kandung. Karena dia tahu jika Moo Ne juga mengandung anakmu.. maka dari itu dia memilih untuk meninggalkanmu..” Lanjut Louis.
Pikiran Kang In Joo blank. Banyak sekali rahasia yang tidak dia tahu. Otaknya sedang memproses semua ucapan Ye Na dan Louis.
“Katakan semuanya yang kalian rahasiakan dariku!” Suara Kang In Joo meninggi.
“Hanya itu yang kami tau Tuan Kang, maafkan kami.. kami tidak bermaksud merahasiakannya padamu.. tapi ini adalah keinginan Aluna..” Suara Ye Na bergetar, dia sadar jika dia salah.
“Jemputlah dia Joo.. ajak dia pulang.. dia pasti kesusahan karena harus mengurus kehamilannya sendiri.. sudah waktunya kamu menemuinya..” Tutur Louis, seraya berdiri hendak meninggalkan Kang In Joo.
“Tentu Lou.. tidak perlu kamu suruh aku pasti akan menjemputnya pulang bersama dengan anakku juga..” Ucap Kang In Joo mantap. Tega sekali Aluna menyiksa dirinya, Kang In Joo tahu jika dia salah, tapi hukuman dari Aluna sungguh berat.
Bersambung...