THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Extra Part (8)



PART : WHO IS IT?


“Jangan pakai itu terlalu mencolok..”


“Bawahannya yang agak panjang.. nanti malah dikira mau goda orang..”


“Ok atasannya bagus, kakak suka.. usahakan pakai kemeja polos dengan warna yang soft..”


Pagi ini Shin Ah Jung tengah membantu adiknya memilih baju untuk berangkat kerja. Hari ini adalah hari pertama adiknya masuk kerja. Shin Ah Reum terlihat sangat gugup sejak dia membuka matanya pagi tadi. Ini adalah pekerjaan pertamanya, jadi Ah Reum ingin memberikan kesan pertama yang baik. Walaupun dia masuk kesana karena koneksi kakaknya, Ah Reum ingin menjukkan kalau dia sangat layak menjadi pegawai di Kangin Grup.


Shin Ah Reum melangkah dengan percaya diri memasuki lobi Kangin Grup. Jantungnya berdebar-debar sebenarnya, keringat dingin juga membasahi telapak tangan Ah Reum, namun dia berusaha mengendalikan ke gugupannya ini.


Di lobi Kangin Grup Ah Reum dijemput oleh salah staff dari divisi tempatnya nanti bekerja. Setelah saling berkenalan, Ah Reum mengikuti langkah staff yang menjemputnya tadi menuju lantai dua puluh lima, di mana Divisi Pengembangan Perusahaan berada. Kangin Grup sendiri memiliki tiga puluh lantai, lantai paling atas adalah ruangan CEO.


Ah Reum memperkenalkan dirinya pada staff yang lain. Untung saja respon mereka baik, jantung Ah Reum bisa kembali normal. Sejak tadi dia was-was jikalau staff lain ternyata membencinya, Ah Reum takut akan hal itu.


Meja Ah Reum ada di paling pojok ruangan. Tugasnya adalah mencari referensi tentang perusahaan-perusahaan yang bisa dijadikan mitra bisnis Kangin Grup. Ah Reum terlihat menikmatinya, walaupun dia harus berkutat dengan berkas-berkas.


“Nona Shin.. pergilah ke Divisi Urusan Kerjasama di lantai lima belas, dan minta salinan proposal ajuan kerjasama..” Titah Kelapa Divisi kepada Ah Reum.


“Baik pak..” Jawab Ah Reum segera berjalan menuju lift.


-----


Dahi Kang Ryu mengkerut. Matanya menatap lurus pada lima resume yang dibawa oleh asisten Joon tadi. Lima berkas itu adalah resume dari pegawai baru. Karena tidak ada rekrutmen umum pegawai Kangin Grup, berarti lima orang masuk ke Kangin Grup melalui koneksi. Di belakang resume biasanya ada lembar persetujuan dari orang yang membawa masuk mereka.


Tangan Ryu membuka sembarang berkas-berkas di hadapannya itu. Tangannya berhenti pada satu resume, Shin Ah Reum. Mata Ryu menyipit, foto dari pemilik resume itu sama persis dengan wanita yang dia lihat tadi di depan lift.


“Shin Ah Reum...” Gumam Ryu lirih. Ryu mengambil foto dari wanita tersebut. Dia merasa pernah bertemu dengan wanita yang ada difoto itu, tapi Ryu tidak ingat dimana mereka bertemu.


Setelah puas memandangi foto gadis itu, Ryu mengambil lembar persetujuan pegawai.


“Ayah?” Mata Ryu terbelalak membaca nama dan tanda tangan orang yang merekomendasikan wanita itu masuk ke Kangin Grup. Nama dan tanda tangan itu adalah milik ayahnya. Jelas sekali Ryu bisa membaca nama di bawah tanda tangan, Kang In Joo.


“Siapa gadis ini? Aku merasa mengenalnya.. dan dia direkomendasikan oleh ayah bekerja disini..” Ucapnya lirih.


“Joon.. dimana ayah? Apakah dia ada kantor hari ini?” Tanya Ryu pada asistennya melalui sambungan telpon.


“Tuan Besar tidak di kantor Tuan.. ada yang bisa saya bantu?” Jawab Joon.


“Ok.. sambungkan aku dengan telpon ayah..”


“Baik Tuan..”


“Tut tut.. tut.. tut.. Halo..” Terdengar suara berat di seberang sana.


“Ayah.. ayah dimana?” Ucap Ryu bertanya pada Kang In Joo yang ada diseberang sana.


“Dirumah.. ayah sedang bersama ibu.. ada apa?” Jawab Kang In Joo. Saat ini dia sedang duduk berhadapan dengan istrinya, Aluna. Mereka berdua sedang menikmati makan siang bersama. Sudah jadi kebiasaan Kang In Joo sejak dulu, dia selalu makan dengan Aluna. Kang In Joo tidak bisa lepas dari masakan istrinya itu.


“Ayah kenal dengan Shin Ah Reum?”


“Siapa Shin Ah Reum? Ayah tidak mengenalnya?”


“Di lembar persetujuan pegawai ada nama dan tanda tangan ayah..” Jelas Ryu menyelidik.


“Oh anak itu.. dia adik dari teman Mi Ran, kemarin dia datang kemari memberikan resume anak itu. Ayah menyetujuinya bekerja di Kangin Grup dibawah pengawasan ayah langsung. Kata Mi Ran anak itu berbakat. Jadi ayah coba kasih kesempatan.. kenapa?” Jelas Kang In Joo panjang lebar. Sebenarnya dia sedikit kesal, anaknya itu mengganggu waktu berduanya dengan Aluna.


“Kak Mi Ran? Kenapa ayah tidak bilang padaku dulu?” Suara Kang Ryu meninggi. Bagaimana bisa ayah dan kakak sepupunya melakukan sesuatu pada perusahaan tapi dia tidak tahu sekali. Keterlaluan.


“Mi Ran bilang dia sudah mencoba menghubungimu, tapi kamu selalu sibuk. Makanya dia datang pada ayah.. kamu bicara saja pada kakak sepupumu itu. Ayah sedang bersama ibu, jangan ganggu kami. Tut tut tut..” Panggilan di akhiri sepihak oleh Kang In Joo. Anak laki-lakinya itu memang selalu mengganggu waktu berduanya dengan Aluna.


Ryu semakin dibuat penasaran oleh wanita itu. Dia memang sedang mencari gadis yang di temuinya di Liberty Club. Namun Ryu masih ragu-ragu, dia hanya mengingat sorot mata yang teduh dari gadis itu, namun Ryu sama sekali tidak mengingat wajahnya. Di dalam ingatannya gadis itu berambut panjang yang terurai sampai pinggul, sedangkan gadis di foto ini berambut sebahu, tapi warna bola mata mereka sama.


“Joon.. panggil Shin Ah Reum dari Divisi Pengembangan Perusahaan ke ruanganku sekarang..” Titah Ryu pada Joon. “Panggil dia langsung kemari..” Lanjut Ryu. Ryu memerintahkan langsung Joon untuk membawa gadis itu langsung dihadapannya.


-----


Shin Ah Reum sedang serius melihat layar komputernya. Hari ini dia harus menyalin semua berkas ke file yang baru dan berkas itu tidak ada soft filenya, maka dari itu Ah Reum harus mengetiknya ulang, dan itu banyak sekali. Hampir saja tangan Ah Reum jadi keriting.


Di tengah keseriusan Ah Reum, tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang.


“Nona Shin Ah Reum?” Suara lembut seorang pria membuyarkan konsentrasi Ah Reum.


Ah Reum mengangkat wajahnya. Tampak seorang pria tinggi yang sangat tampan tengah berdiri di depan meja kerjanya.


“Ya.. saya..” Reflek Ah Reum.


“Bisa ikut saya sebentar? Tuang Kang Ryu ingin bertemu anda..” Ucap pria tersebut.


Bulu mata Ah Reum mengerjap pelan. Kang Ryu? Siapa dia? Ah Reum merasa belum mengenal siapapun di tempat ini.


“Saya sedang sibuk Tuan.. maaf anda siapa ya? Dan Tuan Kang Ryu itu siapa? Dia mengenal saya?” Celoteh Ah Reum polos. Dia benar-benar tidak tahu siapa orang yang mencarinya.


Terdengar bisik-bisik dari beberapa teman kerja Shin Ah Reum. Ah Reum tidak begitu jelas mendengarnya, mereka berbisik di telinga satu sama lain.


“Tuan sedang menunggu anda Nona, jadi silahkan ikuti saya..” Pria tampan itu mengulangi ucapan pria itu seolah menuntut agar Ah Reum mengiyakan.


“Ok baiklah.. tapi aku tidak punya waktu banyak Tuan.. jadi kemana aku harus pergi?” Ah Reum membuang nafas kesal. Saat ini kertas kerja tertumpuk banyak sekali, tapi ada saja yang mengganggu di hari pertamanya di Kangin Grup.


Ah Reum berdiri kemudian mengikuti langkah pria itu. Tiba-tiba Ah Reum merasa atmosfir di ruang kerjanya berubah, banyak sorot mata memandangnya intens, kemudian bisik-bisik itu mengusik hati Ah Reum. Shin Ah Reum sama sekali tidak tahu apa yang terjadi, dia hanya mengikuti perintah pria asing tersebut.


Ting


Suara pintu lift terbuka di lantai tiga puluh.


“Tuan.. bukankah ini lantai ruang CEO?” Ah Reum buka suara. Dia penasaran pada orang yang memanggilnya. Pria tampan tadi menuntunnya ke lantai tempat pimpinan berada. Apakah orang yang memanggilnya CEO Kangin Grup? Apakah dia melakukan kesalahan atau akan dipecat? Tapi ini hari pertama dia kerja, kenapa? Banyak pertanyaan berseliweran di kepala Shin Ah Reum, rasa takut seketika menyergapnya.


“Benar Nona.. silahkan masuk, Tuan sudah menunggu anda..” Titah Joon mempersilahkan Ah Reum masuk kedalam.


Ceklek


Pintu tertutup.


Ah Reum berjalan mendekati meja kerja kosong yang ada di tengah ruangan. Di atas meja tersebut terdapat plakat yang bertuliskan ‘Kang Ryu - CEO Kangin Grup’ yang terlihat jelas sekali. Ternayata benar, bos besar perusahaan ini yang mencarinya. Tangan Ah Reum menjadi dingin. Dia mencoba mengingat segala aktivitasnya seharian ini, mungkin saja dia membuat kesalahan yang menyinggung CEO Kangin Grup makanya dia berada di ruangan ini sekarang. Tapi dia saja tidak pernah bertemu dengan bos besar itu. Ah Reum terus saja memutar otaknya berusaha mengingat.


Mata Ah Reum masih menatap nanar meja kerja kosong didepannya. “Dimana orang yang memanggilnya itu?” Gumamnya dalam hati.


“Nona Shin Ah Reum..” Suara bariton pria dari belakang mengagetkan Ah Reum.


“Ya saya..” Sontak saja Ah Reum menoleh seraya membalikkan badannya ke belakang, ke arah sumber suara.


“Ya Tuhan!” Pekik Ah Reum ketika matanya beradu pandang dengan mata pria yang memanggilnya tadi. Matanya membulat sempurna, mulutnya menganga, dan jantungnya berdetak tak karuan.


“Anda mengenal saya?” Ucap Ryu menuntut penjelasan Ah Reum ketika melihat ekspresi gadis didepannya itu yang seperti melihat setan.


 


*****