THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 72 Tangisan



Tokyo National Hospital


Terlihat banyak orang sedang duduk dalam hening di depan ruang operasi. Kang In Joo yang betah berdiri,dia tidak tenang jika dia duduk. Louis duduk bersebelahan dengan Tara. Ada juga Nyonya Jung, Kang In Na beserta suami dan anaknya yang baru saja tiba beberapa menit lalu berbarengan dengan datangnya Nam Ye Na. Ye Na diberi kabar oleh Louis, secepatnya dia memesan tiket terbang ke Jepang., makanya dia baru saja sampai. Semua orang yang ada disana diam tak bersuara, ada raut cemas di wajah masing-masing. Yang lebih cemas lagi adalah Kang In Joo. Dia berada tepat di depan pintu, jika terjadi apa-apa pada istri dan anaknya, dia akan langsung berlari masuk duluan.


Ditengah keheningan tersebut tiba-tiba terdengar suara bayi menangis. Sontak semua orang bangun dari duduknya. Tak terkecuali Kang In Joo yang tadi bersandar di pintu sekarang berdiri tegak menghadap ke arah pintu ruang operasi itu.


Suara tangisan itu semakin keras dan semakin keras.


Tak terasa air mata Kang In Joo berlinang, tubuhnya menoleh kearah ibunya.


“Ibu..” Kang In Joo mendekati ibunya kemudian menangis di pelukan Nyonya Jung.


“Tenanglah sayang.. anakmu sudah lahir..” Ucap Nyonya Jung mengelus pundak Kang In Joo. Semua orang yang hadir sontak tertawa geli melihat tingkah Kang In Joo. Ketegangan diantara mereka seolah sirna mendengar tangisan seorang bayi.


Pintu ruang operasi dibuka. Keluarlah seorang dokter dengan membawa bayi mungil di gendongannya.


“Ayah bayi..” Panggil dokter tersebut.


“Saya dokter..” Kang In Joo menjawab seraya berdiri tegak.


"Selamat anak anda laki-laki Tuan, istri anda juga baik-baik saja.."


Kang In Joo yang mendengarnya seperti disiram dengan air es, hatinya sungguh lega dan bersyukur. Bayi dan istrinya selamat.


“Silahkan ikuti saya untuk melakukan skinship dengan bayi anda Tuan. Istri anda masih dibawah pengaruh bius jadi belum sadarkan diri. Jadi Tuanlah yang menggantikan posisi istri anda..” Jelas dokter.


Semua orang merasa sangat lega mendengar kondisi Aluna dan anaknya baik-baik saja. Pasalnya kelahiran bayi ini harus dengan sedikit drama, memang pantas untuk menjadi anak Kang In Joo ^-^


“Baik dokter..” Jawab Kang In Joo tegas kemudian mengikuti dokter.


-----


Kang In Joo telah bertelanjang dada, dibantu seoarang dokter bayi mungilnya sudah berada di atas dadanya sekarang. Kang In Joo bisa merasakan detak jantung bayinya.


Air mata Kang In Joo tidak terbendung mengamati setiap inchi wajah bayinya. Tubuh mungil itu menggeliat kecil. Kang In Joo mencoba memegang tangannya, sangat kecil sekali. Dia sangat berterimakasih pada Tuhan karena telah memberinya dua hadiah terindah dalam hidupnya, yaitu Aluna dan anaknya sekarang.


“Maafkan ayah sayang.. ayah tidak ada bersamamu ketika kamu di dalam perut ibumu..” Lirih Kang In Joo pada bayi mungilnya.


“Apapun akan lakukan untuk melindungi kalian. Bantu ayah untuk menjaga ibu ya.. janji pada ayah jangan menyusahkan ibu nantinya. Karena ayah sudah cukup banyak menyusahkan ibu.. jadi bekerjasamalah pada ayah untuk menjaga ibu.. kita sama-sama harus membahagiakan ibu.. ok?” Gumam Kan In Joo seraya mencium kening bayi mungilnya.


“Terimakasih telah hadir di dunia ini, kamu adalah pelengkap hidup ibu dan ayang sayang.. ayah janji akan membahagiakan kalian berdua.. pegang janji ayah.. ini adalah janji ayah padamu dan ibumu..” Mata Kang In Joo menatap lekat pada bayinya, hatinya sungguh terharu melihat bayi mungil yang tertidur pulas diatas dadanya. Air matanya tidak mau berhenti merembas. Dia sangat bersyukur dipertemukan dengan Aluna, wanita itu memberikan Kang In Joo kebahgiaan yang luar biasa.


"Kamu adalah penerus keluar Kangin Grup sayang.. nama depanmu akan menuruni nama ayah, Kang.. ayah sedang berfikir untuk memberimu nama sayang.. tapi kita tanya ibu saja ya.. bisa-bisa ayah di bunuh ibu jika memutuskannya sendiri.." Kang In Joo tersenyum bahagia.


"Ayah masih punya tugas untuk meyakinkan ibumu lagi sayang.. ibu sedang marah pada ayah.. tolong bantu ayah ya.. ayah ingin segera mengajak kalian pulang.."


 


 


Bersambung...


Happy reading ^-^


Maaf jika ada typo..