
PART : AKU MEMILIHMU
“Baru saja saya mendapat telpon dari sekretaris direksi jika besok akan ada rapat untuk membahas berita yang beredar Tuan..”
Kang Ryu memijit pangkal hidungnya, dia baru saja mendengar jadwalnya untuk besok oleh Min Joon, asistennya. Bagaimana tidak,
berita akan diadakan rapat direksi membuatnya sakit kepala. Rapat direksi biasa
dilakukan satu bulan sekali, tapi ini belum ada satu bulan para orang-orang tua yang ada di jajaran direksi mengadakan rapat, berarti ini adalah rapat luar biasa.
Rapat membahas berita yang beredar?
Berita itu adalah berita dirinya yang menggendong Shin Ah Reum ketika wanita itu pingsan siang tadi. Ternyata perbuatannya menggegerkan seluruh karyawan Kangin Grup. Bahkan berita itu sudah sampai ke telinga para direksi perusahaan, yang lebih kacau lagi, fotonya yang menggendong Shin Ah Reum juga sudah beredar luar sampai ke forus online dan berita televisi. Banyak yang menanyakan siapa gerangan wanita yang di gendong oleh CEO Kangin Grup? Setahu mereka jika sang CEO yang baru saja menjabat selama satu tahun ini belum menikah, imagenya bersih dari gosip ataupun berita miring, namun tiba-tiba hari ini sang CEO membuat dunia bisnis di Korea gonjang-ganjing. Banyak yang menuntut agar Ryu memperkenalkan wanita itu.
Setelah memijit pangkal hidung, tangan Ryu berpindah ke pelipis. Berita yang dia dengar hari ini cukup membuatnya pusing. Otaknya sedang mencari jalan keluar untuk masalah ini. Jika semua orang saja sudah tahu,
berarti keluarganya juga pasti sudah tahu. Nah hal inilah yang dikhawatirkan Ryu, perasaan ibunya. Apa yang harus dia jawab ketika nanti ibunya bertanya. Apa yang harus dia katakan jika ibunya ingin menemui wanita itu. Ryu bisa gila hanya dengan memikirkan alasannya.
Ryu memilih untuk menyelesaikan masalah dengan para direksi besok pagi, setelah itu dia akan menjelaskan semuanya pada ibunya.
-----
Meeting Room Kangin Grup
Semua dewan direksi sudah hadir semua, termasuk Kang In Joo. Dia tetap tenang walaupun banyak yang berbisik-bisik disamping kanan dan kirinya. Memang tidak ada yang berani untuk menanyakannya langsung pada Kang In Joo, sebenarnya Kang In Joo tidak masalah mereka bertanya dari pada bisik-bisik, itu malah mengaganggu telinga Kang In Joo. Hal itulah yang Kang In
Joo tidak suka dari para direksi di perusahaannya.
Meja meeting di dalam ruang rapat Kangin Grup di desain melingkar. Jadi satu sama lain bisa saling melihat ketika rapat berlangsung, jadi memudahkan kita ketika ada yang berpendapat, kita bisa langsung melihat orangnya. Kursi paling ujung adalah tempat duduk CEO Kangin Gruo, dan saat ini masih kosong. Sudah lewat sepuluh menit dari pukul yang ditulis dalam undangan rapat. Bisik-bisik semakin kencang. Sayup-sayup Kang In Joo bisa mendengar jika mereka mengatakan Kang Ryu CEO yang ceroboh, tidak tepat waktu. Kang In Joo masih saja tak bergeming, dia tidak ingin terpancing dengan cemoohan mereka.
“Selamat pagi tuan-tuan dan nyonya-nyoya..” Suara berat milik Kang Ryu memasuki ruangan, seiring dengan langkah kakinya kemudian menarik kursi dan duduk di singgahsananya. Singgahsana yang diwariskan ayahnya satu tahun lalu. Matanya menyapu seluruh orang yang hadir diruangan, termasuk ayahnya. Mata mereka bertemu, Ryu tersenyum ketika mata mereka bertemu, Kang In Joo juga membalasnya. Tatapan ayah dan anak itu seolah kode rahasia yang hanya
mereka yang tahu. Walaupun Ryu lebih sayang ibunya, namun tak bisa dipungkiri
jika Ryu juga menyayangi ayahnya. Kang In Joo adalah sosok panutan baginya.
“Apakah saya terlambat?”
Semuanya diam. Tak ada yang menjawab satu pun. Bahkan tak ada yang berani menatap Ryu langsung. Padahal bebrapa menit yang lalu mereka membicarakan Ryu di belakang.
“Anda mengundang saya rapat tanpa menyesuaikan jadwal saya telebih dahulu. Jadwal saya sudah diatur setiap bulan, jadi ketika anda semua mengirimkan undangan, ada bebarapa pertemuan dengan klien yang harus saya cancel makanya saya terlambat. Tahukah anda berapa kerugian Kangin Grup dengan pembatalan pertemuan saya tadi?” Mata Ryu menatap tajam semua anggota direksi. Merekatak ubahnya seoggok daging sekarang. Diam tak ada suara. “Ah sudahlah.. yang anda tahu hanya berapa keuntungan tiap bulan Kangin Grup yang anda bisa nikmati, tanpa tahu bagaimana kami para pekerja mendapatkannya susah payah. Lain kali jangan mengganggu waktu saya dengan hal yang tak berguna seperti saat ini. Langsung saja pada intinya. Joon.. buka rapat segera..” Titah Kang Ryu pada asistennya.
Plok plok plok
Kang In Joo bersorak dalam hati. Kang Ryu memang seperti dirinya waktu dulu. Bagaimana bisa anak yang wajahnya sangat mirip dengan ibunya itu memiliki watak seperti dia. Ketika Ryu lahir Kang In Joo mengira jika anak laki-lakinya itu akan seperti ibunya, lembut dan lemah. Namun siapa sangka sekarang. Setiap melihat Ryu, Kang In Joo seperti melihat dirinya dan Aluna dalam satu tubuh. Luar biasa!
Setelah asisten Joon membuka rapat dengan memberikan beberapa laporan, sekarang waktunya mengutarakan pendapat masing masing.
“Maaf kami telah mengganggu waktu Tuan Kang yang sangat sibuk, sebenarnya tujuan kami mengadakan rapat ini adalah ingin menanyakan kebenaran berita yang beredar. Bukan kami ingin ikut campur namun kami hanya takut jika berita itu bisa mempengaruhi harga saham Kangin Grup ataupun image dari anda selaku CEO..” Celetuk salah satu anggota direksi.
“Ya Tuan.. kami juga merasa khawatir..”
“Siapa wanita itu Tuan?”
“Anda berkenan untuk menjelaskan pada kami?”
“Ya Tuan.. buat kami tidak salah faham lagi...”
“Ya Tuan Kang..”
“Ya Tuan..”
Tak di beri aba-aba, seluruh anggota direksi beramai-ramai mendukung ucapan salah satu anggota direksi tadi.
Nah inilah yang Ryu prediksi, mereka akan menanyakan siapa Ah Reum dan ketika Ryu memberikan jawaban, mereka akan menyudutkan hingga mereka mendapatkan apa yang mereka mau. Manusia memang menakutkan.
“Ehem...” Ryu mendecak kesal. Dia menghela nafas panjang.
“Shin Ah Reum. Nama gadis itu Shin Ah Reum. Kami bertemu di acara pesta salah satu teman dekat saya. Kemarin itu adalah kali kedua kami bertemu..” Jelas Ryu dengan suara tegas. Mungkin itu yang bisa dia katakan pada anggota direksi, selebihnya Ryu tidak ingin mengatakannya. Itu adalah
privasinya dengan Shin Ah Reum.
“Kenapa anda sampai menggendongnya Tuan?”
“Karena di pingsan..”
“Kalau pingsan kenapa tidak di bawa ke klinik perusahaan tapi anda malah membawanya ke ruangan anda. Apa hubungan kalian Tuan?”
Jleb. Pertanyaan yang terakhir menusuk jantung Ryu, tepat sasaran. Apa sebenarnya mau dari mereka semua. Ryu sudah memberi tahu identitas Ah Reum, sekarang mereka malah meminta lebih, yang benar saja. “Shittt!” Entah sudah berapa kali Ryu mengumpat dalam hati. Haruskah dia mengatakan hubungannya dengan Ah Reum hanya sebatas teman tidur satu malam?
“Dia...” Ryu ragu, pikirannya sedang mencari alasan lain. Kalau dia bilang teman pasti tidak ada yang percaya, mereka pasti akan bertanya terus. Tapi kalau mengatakan pacar atau apapun sama saja Ryu sedang menggali
kuburannya sendiri karena berbohong.
Anggota direksi sedang menunggu jawaban dari Ryu.
“Dia tunangan CEO Kang Ryu. Kami sengaja merahasiakannya karena keinginan keluarga kami. Jika nanti sudah waktunya menikah kami pasti akan mengirimkan undangannya kepada kalian semua..” Kang In Joo buka suara.
Sejak tadi dia diam saja karena mengamati situasi. Benar kata Aluna, Ryu butuh bantuannya. Dan ide yang diberikan Aluna efektif membungkam mulut besar para anggota direksi Kangin Grup.
“Wah selamat Tuan Kang.. anda akan segera mempunyai menantu.. sampaikan selamat saya kepada Nyonya Kang juga Tuan... anda sekeluarga memang hebat..”
“Selamat Tuan.. ini berita besar.. saya tidak menyangka..”
“Selamat Tuan..”
“Selamat Tuan...”
Suasana tegang dalam waktu sekejap berubah menjadi gelak tawa dan rona bahagia terpancar dari seluruh anggota direksi.
Satu-satuya orang yang tidak menikmatinya adalah Kang Ryu. Jantungnya baru saja tertohok dengan klarifikasi dari ayahnya jika Shin Ah Reum adalah tunangannya dan mereka akan segera menikah. Mulut Ryu tercekat dan otaknya sedang memproses kata-kata yang diucapkan ayahnya barusan.
Senyap.
Sepeninggal para direksi dari ruang rapat Kangin Grup, suasana menjadi sunyi senyap. Tersisa dua laki-laki dewasa yang tengah berhadapan. Kang In Joo dan anaknya, Kang Ryu. Mata mereka beradu pandang.
“Apa maksud ayah?”
“Ayah membantumu tadi, tidakkah kamu bilang terima kasih pada ayah?”
“Membantu? Ayah malah membuat semuanya menjadi kacau..”
“Itu ide ibumu. Ayah hanya melaksanakan perintah Nyonya Besar Kang.. itu saja..”
“Ibu?” Mata Ryu membulat sempurna.
“Ya itu perintah ibumu, ibumu ingin ayah membantumu dan semua itu adalah ide ibumu..”
Ryu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, sepuluh jarinya saling bertaut. Tandanya dia sedang berfikir.
“Ayah membawa pesan dari ibumu..” Ucap Kang In Joo bangkit dari kursinya. “Ibumu ingin bertemu tunanganmu sayang, jangan lupa besok malam ajak dia main kerumah. Ibumu sudah menyiapkan sebuah makan malam..” Bisik Kang In Joo di telinga Ryu.
Mata Ryu kembali membulat sempurna, betapa terkejutnya dia mendengar bisikan ayahnya.
“Ayah serius?” Tanya Ryu refleks.
“Bukan ayah yang serius. Ibumu yang serius.. kami tunggu besok malam kehadiranmu dan gadis itu sayang..” Tutur Kang In Joo menepuk pundak anaknya.
"Tapi kami..." Belum sempat Ryu menyelesaikan ucapannya, Kang In Joo sudah menghilang dari balik pintu.
*****