
Aluna baru saja sampai di apartement Kang In Joo. Dia sedang maengatur nafasnya. Tidak bisa percaya dengan keadaannya sekarang, bahwa baru saja beberapa waktu lalu dia diturunkan paksa kemudian harus pulang dengan berjalan kaki dan laki-laki yang menurunkan paksa dirinya dijalan tadi tidak menampakkan batang hidungnya. Sebenarnya Aluna juga menunggu laki-laki itu menjemputnya, diam-diam ketika dijalan Aluna juga menunggu laki-laki itu datang kemudian mengajaknya pulang. Tapi semua itu hanyalah ekspektasi bodoh, realitanya sepanjang perjalanan sampai dirumahpun Aluna tidak mendapati batang hidung laki-laki itu
Saat ini Aluna sedang duduk disofa ruang tv sambil memijit pelan betisnya. Tenggorokannya haus, peluh keringat bercucuran, wajahnya memerah karena kelelahan. Aluna sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan kedapur. Direbahkan tubuh lemahnya di sofa. Matanya menerawang jauh.. ada rindu pada adiknya Tara, yang kini berada di Australia. Hampir dua bulan mereka tidak saling tukar kabar, mungkin Tara sedang sibuk pikir Aluna
Ceklek
Terdengar pintu apartement terbuka, Aluna menoleh kearah pintu menatap siapa yang datang. Aluna berharap yang datang Bibi Yoon atau dua asisten Oh, jujur saat ini Aluna butuh penghiburan dan penguatan mental setelah apa yang terjadi padanya beberapa waktu lalu
Kang In Joo melangkahkan kakinya tergesa-gesa masuk kedalam apartementnya, mencari-cari sesuatu, matanya menatap lurus apa yang dia cari, Aluna Kim
“Dari mana saja kau? Aku mencarimu kemana-mana? Kenapa tidak menghubungi?” Ucap Kang In Joo mendekati posisi Aluna sekarang yang sedang tiduran di sofa
Aluna memalingkan mukanya. Sama sekali dia tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Kang In Joo yang panjang kali lebar itu
“Aku sedang berbicara padamu.. jawab ketika orang bertanya padamu!” Suara Kang In Joo meninggi. Aluna bangun kemudian duduk tegak disofa. Pandangannya lurus menatap Kang In Joo tapi sama sekali Aluna tidak membuka suara
“Bedebah berengsek kau Kang In Joo.. jelas-jelas disini aku adalah korbannya kenapa kau malah yang marah?” Umpat Aluna dalam hati. Sama sekali Aluna tidak membuka suaranya. Sama sekali dia tidak mau meladeni Kang In Joo. Aluna memutuskan untuk masuk saja kekamarnya
Aluna berdiri hendak masuk kamar tapi tiba-tiba saja matanya buram, kepalanya pusing, kakinya sakit dan tiba-tiba saja semua menjadi gelap
----
Setelah sampai diapartement Kang In Joo langsung mencari Aluna, ternyata Aluna sedang tiduran disofa. Tanpa basa-basi Kang In Joo langsung melontarkan pertanyaan pada istinya itu, Kang In Joo ingin agar istrinya itu tau kalau dirinya khawatir. Bukan jawaban yang dia dapat tapi sikap diam dengan tatapan sinis padanya. Berulang kali Kang In Joo menanyakan hal yang sama tapi Aluna masih tetap tak bergeming. Kali ini wanita itu malah mencoba pergi menghindarinya, tapi baru satu langkah Aluna ambruk. Untung saja Kang In Joo dengan sigap langsung menangkap tubuh istrinya
“Luna.. Luna...” Teriak Kang In Joo menepuk pelan pipi Aluna
Tanpa babibu Kang In Joo langsung membopong tubuh Aluna kekamarnya, ingat ya kamar Kang In Joo bukan kamar Aluna ^-^
“Baek.. bawa dr. Louis kesini sekarang.. waktumu lima menit untuk membawanya kemari..” Ucap Kang In Joo pada asisten Oh Baek lewat telpon
Kang In Joo menempelkan tangannya di kening Aluna. Panas, itulah yang ia rasakan. Kang In Joo terus memandangi wajah Aluna yang memerah dan penuh peluh keringat
“Maafkan aku..” Lirih Aluna mengusap keringat Aluna menggunakan tissue
15 menit kemudian datanglah Oh Baek dan Oh Soo membawa seorang laki-laki mengenakan jas putih yang wajahnya agak kebarat-baratan
“Louis.. kenapa baru datang?” Ucap Kang In Joo menyambut kedatangan dr. Louis
“Aku sedang ada operasi Joo.. kau seenaknya saja memaksaku kemari.. apa yang terjadi?” Jawab dr. Louis sambil melepas jaket putihnya
“Istriku pingsan..” Gumam Kang In Joo tapi masih bisa terdengar jelas oleh tiga orang dibelakangnya. Posisi Kang In Joo saat ini sedang menggenggam erat tangan Aluna, memastikan bahwa istrinya baik-baik saja
“Ceritanya panjang.. nanti saja aku ceritakan. Sekarang kau periksa dia dulu..” Kang In Joo bangkit dari duduknya, memberikan ruang kepada dr. Louis untuk menjangkau Aluna
“Baiklah.. kau hutang penjelasan padaku..” dr. Louis mulai mengecek kondisi Aluna sekarang “Apa yang sebenarnya terjadi Joo?” Tanya dr. Louis seraya menoleh pada Kang In Joo yang berdiri tepat dibelakangnya
“Aku meninggalkannya dijalan, kurasa dia berjalan kaki pulang kesini..” Jawab Kang In Joo pelan. Terlihat jelas penyesalannya
“Gila kau Joo.. lihatlah kakinya penuh luka dan berdarah. Aku rasa dia dehidrasi dan kelelahan..” Terang dr. Louis
“Lakukan apapun untuknya.. aku akan membayar berapapun yang kau mau..”
“Keluarlah.. aku akan memasangkan infus untuknya..” Pinta dr. Louis
“Tidak, aku tidak mau. Aku akan menemaninya..” Kata-kata yang telontar dari mulut Kang In Joo membuat Louis sedikit kaget
“Ok ok..” dr. Loius menyetujui, percuma berdebat dengan laki-laki gila itu
“Kalian berdua keluar saja, tunggu diluar..” Titah Kang In Joo pada kedua asistennya
“Louis.. dia tidak apa-apakan?” Tanya Kang In Joo memastikan kepada Louis bahwa istrinya baik-baik saja
“Kurasa begitu, aku telah memberinya obat. Besok dia pasti akan segera bangun..” Jawab dr. Loius yang sekarang sedang sibuk memasang selang infus untuk Aluna
“Syukurlah.. aku bisa gila dibuatnya jika dia tidak membuka matanya..” Kang In Joo terduduk lesu di kursi samping kasurnya
“Apa yang terjadi Joo.. siapa wanita ini? Kau terlalu membuatku penasaran..” Sudah tidak terbendung lagi rasa penasaran dr. Louis
“Dia istriku..” Jawab Kang In Joo menatap lekat mata biru dr. Louis
Mata Louis membalas tatapan Kang In Joo. Dia mendapati ada rasa takut dan cemas dimata temannya. Tidak biasanya Kang In Joo yang notabene temannya itu menunjukkan sikap rapuh begitu. Apa yang terjadi padanya?
Bersambung...
Happy reading ^-^