THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 26 Dimana Kamu?



Aluna masih belum bisa percaya jika dirinya sekarang ini sedang ditinggal oleh seseorang yang dia sebut sebagai suaminya di pinggir jalan


"Ku kutuk kau impoten!"


"Berani-beraninya kau meninggalkanku!" Teriaknya pada mobil yang sudah melaju kencang meninggalkannya


Setelah puas mengumpat Aluna sadar bahwa tas tangannya masih tertinggal di dalam mobil Kang In Joo


“Ah sial.. bagaimana aku bisa pulang?” Umpatnya lagi


Tidak mau berpikir lama-lama, Aluna melangkah kakinya pergi. Harus kemana dia? Kenyataanya dia tidak punya rumah, tidak ada tempat yang bisa ia datangi untuk pulang. Kerumah Ye Na? Tidak mungkin dia merepotkan keluarga itu lagi. Pulang ke rumah ibu mertuanya? Tentu tidak mungkin lagi. Mau tidak mau dia harus pulang ke apartement suaminya


“Akan aku pastikan setelah aku sampai disana aku akan membuat kau membayarnya Kang In Joo..” Ucap Aluna dengan nafas terengah-engah. Pasalnya dia sekarang terpaksa harus berjalan kaki menuju apartement suaminya yang kurang lebih berjarak 10 KM


“Kang In Joo.. awas saja kau! Mati kau ditanganku!” Umpat Aluna disepanjang perjalanannya. Kakinya mulai terasa kram karena menggunakan sepatu hak tinggi. Tumitnya lecet dan mengeluarkan sedikit darah tapi tidak Aluna hiraukan, yang dia inginkan sekarang cepat sampai rumah dan segera membunuh Kang In Joo


----


Setelah menurunkan paksa Aluna di jalan, Kang In Joo langsung pulang kerumah, dan berencana menunggu wanita itu dirumah kemudian memberikannya pelajaran karena telah membuatnya marah. Sebenarnya apa yang membuat Kang In Joo marah? Apa karena Aluna menyinggung nama Hong Moo Ne? Atau karena Chris? Ternyata bukan dua-duanya, yang membuat Kang In Joo marah adalah kerena Aluna mengucapkan kata perceraian lagi dari mulutnya. Kang In Joo merasa kesal ketika Aluna mengeluarkan kata perceraian, tanpa disadari bahwa hati Kang In Joo telah jatuh kepada Aluna. Hanya saja Kang In Joo sekarang masih abu-abu tentang perasaannya


Kurang lebih sudah hampir dua jam Kang In Joo menunggu Aluna datang tapi wanita yang ditunggu-tunggu itu tidak menunjukkan batang hidungnya. Rasa khawatir mulai menyelimuti hati Kang In Joo


Tanpa pikir panjang Kang In Joo meraih kunci mobil yang tergeletak di atas meja kemudian keluar menuju mobil


“Cepat angkat..” Lirih Kang In Joo menatap layar ponselnya. Ternyata dia mencoba menelpon Aluna


Berkali-kali dia menelpon tapi sama sekali tidak mendapat jawaban daro orang yang ditelpon


Drtt drrtt


“Ah sial! Dasar gadis ceroboh.. bisa-biasanya kau meinggalkannya.. dimana kau sekarang?!” Ucap Kang In Joo merasa bersalah telah menurunkan Aluna dijalan tanpa membawa apapun


Mobil sport hitam milik Kang In Joo melesat dengan kencangnya menuju jalanan. Yang pertama didatangi adalah tempat dimana Kang In Joo menurunkan Aluna, tapi nihil. Kang In Joo terus menelusuri jalan sekitar meunju apartementnya tapi juga nihil


“Dimana kamu..” Kang In Joo putus asa, tangan Kang In Joo segera meraih ponsel kemudian menelpon asistennya untuk mencari tahu dimana Aluna sekarang


Selain menelpon asistennya, Kang In Joo juga menelpon rumah ibunya. Tapi tidak ada Aluna disana, yang ada Kang In Joo diceramahi panjang lebar oleh ibunya karena telah meninggalkan Aluna dijalan. Kang In Joo mengehela nafas panjang, dimana lagi dia harus mencari Aluna, tidak banyak hal dia tahu tentang Aluna, tentang teman-temannya atau tentang kehidupan Aluna. Selama ini Kang In Joo sibuk membenci wanita itu karena menikah demi uang. “Arrrggghhhh!!!” Kang In Joo mengumpat pada dirinya sendiri


Oh Baek is Calling..


“Halo Baek.. kau menemukannya?” Ucap Kang In Joo


“Nona sudah dirumah Tuan, tadi saya meretas CCTV disekitar apartement anda.. saya melihat Nona masuk ke dalam beberapa menit yang lalu..” Terang Oh Baek dari seberang telpon


“Ok terima kasih.. aku akan segera pulang kerumah..” Selesai berucap Kang In Joo memutuskan sambungan telpon sepihak


***


Disisi dunia lain sedang duduk dua laki-laki muda di atas atap sebuah bangunan. Tiba-tiba salah satu dari mereka mendapat panggilan telpon dari Tuannya. Segera setelah mereka menutup telpon Tuannya beraksilah mereka membuka laptop masing-masing mencoba meretas data-data untuk melaksankan tugas Tuannya, mencari keberadaan istri Tuannya. Setelah mendapatkan jejaknya mereka langsung memberikan kabar kepada Tuannya. Mereka terlihat kaget ketika mendengar Tuannya mengucapkan “terimakasih” pada mereka. Kedua laki-laki itu masih tertegun walaupun sambungan telpon sudah dimatikan. Sejak kapan Tuannya menjadi begitu lembutnya sampai-sampai mengucapkan kata terimakasih. Yang pasti sekarang mereka berdua sedang senyum-senyum sendiri mendapati kejadian barusan


 


 


Bersambung...


Happy reading ^-^