
Perlahan tapi pasti, hatiku semakin menuju kearahmu
Joo_
*******
Seoul, 21.00
Kang In Joo terlihat sedang serius didepan laptopnya tanpa sadar jika Aluna sedang memandang lekat laki-laki itu. Siapapun yang memandang Kang In Joo pasti akan tersihir, ketampanan yang paripurna. “Beruntung sekali wanita yang bisa bersanding dengannya, apalagi wanita yang dicintainya, seandainya saja itu aku..” guman Aluna.
Mendapati kenyataan itu Aluna menjadi kecil hati. Bagaimana bisa dia berani-beraninya menginginkan bulan yang jelas-jelas jauh disana. Boleh saja Kang In Joo sekarang ada di sampingnya, tapi jarak antara mereka terasa jauh menurut Aluna. Aluna memang tidak pernah berharap lebih. Bisa melihat Kang In Joo dari jarak dekat saja itu sudah anugrah yang tidak terkira.
Tangan Aluna sudah tidak diinfus lagi, kata dr. Louis dirinya sekarang sudah sembuh, proses penyembuhan lebih tepatnya. Jadi Aluna sudah bisa bergerak bebas walaupun terbatas. Kakinya juga sudah tidak sakit lagi tapi kadang-kadang masih terasa nyeri. Sudah tiga hari Aluna tidur di kamar Kang In Joo, ketika malam dia sering mendapati Kang In Joo tidur di sofa, Aluna merasa tidak enak. Maka dari itu sekarang Aluna berinisiatif untuk kembali ke kamarnya, dilantai bawah. Tidak mungkin dia merepotkan Kang In Joo terus.
Perlahan-lahan Aluna menurunkan kakinya dari atas kasur ingin mendekati Kang In Joo, tapi baru dua langkah telapak kakinya terasa nyeri.
Brukkk
Aluna jatuh terduduk dilantai
“Ahh..” Aluna mengerang kecil
Mendengar suara dari arah samping Kang In Joo menoleh, betapa kagetnya dia mendapati Aluna terduduk dilantai.
“Kenapa?” Ucap Kang In Joo bergegas mendatangi Aluna
“Aku tidak apa-apa oppa.. aku bisa berdiri sendiri..” Aluna mencoba berdiri dengan satu tangan sebagai sandaran tapi tetap saja tidak bisa
“Ahh..” Erang Aluna lagi
Dengan sekali gerakan Kang In Joo langsung membopong tubuh Aluna ala-ala pengantin kembali ke tempat tidur
“Oppa..” Sontak Aluna reflek karena kaget
Kang In Joo tak menjawab, dia kemudian merebahkan tubuh Aluna kembali ke atas kasur
“Kalau butuh apa-apa bilang saja padaku..”
Aluna menggeleng
“Aku cuma mau kembali ke kamarku, aku tidak enak tidur disini terus. Aku terus merepotkan oppa.. padahal aku disini menumpang..” Lirih Aluna dengan kepala menunduk
“Stttt..” Ucap Kang In Joo membelai puncak kepala Aluna “Rumah ini kan rumahmu juga, jadi kamar ini kan juga kamarmu..” Kang In Joo melanjutkan ucapannya
“Maksud oppa?” Aluna mendongakkan kepalanya
“Tidur disini saja ya..” Pinta Kang In Joo
“Kalau gitu kita tinggal tidur bersama..”
“Ga.. aku ga mau..” Aluna meringis kecil mendengar perkataan Kang In Joo
“Kenapa kaget? Suami istri kan memang harus tidur bersama..” Tutur Kang In joo
Glek
Betapa terkejutnya Aluna mendengar perkataan Kang In Joo barusan. Memang jika diperhatikan, Kang In Joo sudah tidak melihat Aluna dengan sinis dan berkata kasar. Malahan Kang In Joo bersikap sangat lembut dan perhatian pada Aluna.
Kang In Joo yang sadar atas perubahan sikap Aluna tersenyum tipis.
“Sampai sekarang kamu belum memberikan hakmu sebagai istri untukku loh..” Lanjut Kang In Joo berusaha menggoda Aluna
“Menjauh dariku.. aku faham maksumu oppa..” Aluna mencoba menjauh dari Kang In Joo
Kang In Joo langsung menangkap tangan Aluna
“Aku becanda..” Kang In Joo tertawa mengejek
“Dasar oppa..” Cicit Aluna memukul lengan Kang In Joo
“Tidurlah.. aku masih ada yang harus diselasikan..” Titah Kang In Joo seraya menarik selimut
Aluna mengangguk kemudian merebahkan tubuhnya dan segera diselimuti oleh Kang In Joo. Tidak lama setelah itu Aluna langsung berkelana ke alam mimpi.
Pukul 23.15
Pekerjaan Kang In Joo selesai, tangannya mengucek pelan matanya karena perih menatap laptop. Dipandanginya Aluna yang sedang tertidur pulas.
Hoammm
Sudah beberapa kali Kang In Joo menguap, setelah mematikan laptopnya, kaki Kang In Joo melangkah mendekati wanitanya
“Kamu milikku sayang.. jangan jauh-jauh dariku, aku bisa kehabisan nafas. Kamu itu oksigenku sekarang.. i love you..” Bisik Kang In Joo seraya mencium kening Aluna
“Good night darling..”
Kang In Joo melangkahkan kakinya keluar kamar. Semenjak Aluna tidur dikamarnya, Kang In Joo memilih untuk tidur di sofa ruang tv. Sepenuhnya Kang In Joo tahu kalau dirinya tidak bisa memaksa Aluna untuk tidur bersama. Dia ingin memberi waktu pada istrinya untuk benar-benar siap menerimanya sebagai suami
Bersambung..
Happy reading ^_^