THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 82 Cemburu (4)



Aluna tak habis pikir, gairah Kang In Joo membuatnya kewalahan. Setiap malam Kang In Joo akan menyerangnya dengan kasar, dan itu sedikit mengganggu Aluna. Walaupun mereka selalu berhubungan di kamar lain tetap saja Aluna kepikiran dengan Ryu, Aluna takut mungkin Ryu terbangun mencarinya atau apa. Karena kalau sudah di bawah kungkungan Kang In Joo, bisa dipastikan aktivitasnya itu akan selalu tiga atau empat jam lamanya.


Aluna selalu memberontak setiap Kang In Joo menyentuh daerah sensitifnya, tapi Kang In Joo selalu berhasil mendapatkannya. Melihat Ryu anaknya melahap dengan air susu ibunya membuat hati Kang In Joo terbakar cemburu. Semenjak Ryu lahir, iblis kecil itu menjadi saingan terberat Kang In Joo dalam hal kasih sayang dan perhatian Aluna. Tentu saja cemburu bukan cemburu dalam arti sesungguhnya, Kang In Joo hanya ingin pendapat perhatian yang sama dengan Ryu.


Kasih sayang Aluna teralihkan kepada Ryu, dan itu membuat Kang In Joo cemburu pada Ryu. Pasalnya Aluna akan memilih bersama Ryu daripada menghabiskan waktu dengan Kang In Joo. Alasan itulah yang membuat Kang In Joo akan menyerang Aluna dengan brutal ketika mereka di atas ranjang.


“Aku juga menginginkan semua yang kamu berikan pada Ryu sayang..” Kang In Joo menghentikan aktivitasnya. Tubuhnya bangkit kemudian duduk ditepian kasur. Matanya menunduk. Penolakan Aluna membuat hatinya sakit.


“Bukan begitu oppa.. aku masih harus memberikan ASI ku ke Ryu..” Aluna ikut bangkit kemudian memandang Kang In Joo yang terlihat kecewa. “Oppa cemburu pada Ryu?”


“Ya aku cemburu.. Ryu selalu bisa leluasa melakukannya, tapi aku tidak.. dia selalu mencuri perhatianmu, dan kamu tidak lagi memperhatikanku sayang.. aku juga butuh diperhatikan seperti Ryu..” Tutur Kang In Joo.


Ok fix. Sekarang Aluna benar, jika yang bayi disini adalah Kang In Joo, bukan Ryu. Aluna mendengus pelan mendengar penuturan suaminya.


"Oppa.. tapi Ryu masih membutuhkanku.. oppa tidak mau kan Ryu tumbuh tidak sempurna?" Aluna menghela nafas.


“Diriku milikmu Joo oppa.. kenapa kamu tega berpikir begitu? Ryu kan anak kita, kenapa oppa cemburu padanya? Aku memperhatikannya kan juga sama artinya aku memperhatikanmu.. di dalam tubuh Ryu ada aku dan oppa..” Jelas Aluna mendekati tubuh suaminya yang sudah setengah telanjang kemudian memeluk punggungnya. Punggung lebar Kang In Joo selalu sukses membuat Aluna mabuk kepayang.


Kang In Joo membalas pelukan istrinya. Dia memang salah jika cemburu dengan Ryu. Ryu adalah buah hatinya dengan Aluna, mana mungkin dia bisa menjadikan Ryu sebagai saingannya. Mungkin Kang In Joo belum terbiasa dengan kehadiran Ryu yang membuat dunia Aluna terlihkan dari dirinya. Selama ini Aluna memang sudah berusaha membagi waktunya untu Ryu dan Kang In Joo. Jika Kang In Joo kerja Aluna menjadi ibu untuk Ryu, dan ketika malam hari saat Kang In Joo pulang Aluna akan memainkan perannya sebagai istri dari CEO Kangin Grup. Seperti sekarang ini, tiada satu hari pun Aluna tidak melayani Kang In Joo dengan baik. Aluna selalu bersedia ditindih berkali-kali oleh Kang In Joo walaupun dia sudah lelah karena seharian mengurus Ryu, dia mencoba adil membagi perhatiannya.


“Maafkan aku sayang.. aku sudah membuat kesalahan besar. Tidak seharusnya aku cemburu pada Ryu.. aku sangat menyayangi Ryu.. aku juga menyayangimu..” Ucap Kang In Joo lirih. Dia sadar kesalahnnya, dan Kang In Joo tidak akan mengulanginya lagi.


Hati Aluna berdesir. Kang In Joo dalam waktu sekejap telah menjadi sosok yang dewasa. Seorang ayah yang bertanggungjawab. Dengan hadirnya Ryu, Aluna berharap rumah tangganya dengan Kang In Joo tidak akan ada lagi cobaan.


“Aku juga menyayangi kalian berdua..” Aluna mencium bibir Kang In Joo.


“Ayo kita buat adik untuk Ryu sayang..” Kang In Joo membaringkan tubuh Aluna, senyum Kang In Joo terbit.


“Satu kali saja ya oppa.. besok kita harus bangun pagi.. aku tidak mau terlambat di pernikahan Louis dan Ye Na..”


“Dua kali..”


Suara desahan dan peluh keringat menyelimuti mereka berdua.


Bersambung....